Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (56. Akan merindukanmu)


__ADS_3

"Kenapa meninggalkanku?" tanya Kim yang sudah menyusul Divia, ia pun ikut duduk dan mulai menyantap makanannya.


"Kamu tidak lihat, aku malu sama Lee!?" Divia sudah menutupi wajahnya yang memerah dengan mulut yang penuh makanan.


"Kenapa meski malu?"


Dasar tidak peka ....


Divia memutar bola matanya dan memilih untuk melanjutkan makannya, karena baginya percuma berdebat dengan Kim karena ia pasti akan kalah.


Hingga akhirnya mereka selesai dan seperti biasa Kim mengantar Divia ke kampus, dengan Lee yang mengemudikan mobilnya,


Lee beberapa kali hanya mengintip dua orang yang tengah bucin di bangku belakang itu, bahkan saat ini kelakuan Kim melebihi anak remaja yang baru jatuh cinta, ada aja yang dia lakukan, mulai mencium tangan Vi, hingga mematikan rambut Vi yang di kuncir asal.


"Kim jangan begitu, malu sama Lee!?"


"Memang kenapa dengan dia? Lagi pula Lee juga tahu sekarang kamu adalah kekasihku!"


"Kalau kamu seperti ini terus bukan hanya Lee yang tahu, seluruh Korea juga akan tahu!" gumam Divia kesal membuat Kim tersenyum.


"Aku nanti akan ke apartemen lagi!" ucap Kim dengan begitu santainya sambil memainkan jarinya di pipi Divia.


"Buat apa?"


Mendengar pertanyaan dari Divia, kim segera mengerutkan keningnya dan menghentikan jarinya,


"Apa hal itu perlu di tanyakan?"


"Ya enggak, tapi kamu tahu kan Kim tujuan aku tinggal di apartemen?"


"Hmmm!"


"Jangan-jangan kamu lupa ya!?"


"Maksudnya?"


"Hari ini ayahku datang, bagaimana kalau tiba-tiba ayahku datang dan lihat kamu di apartemen, aku harus ngomong apa sama ayah?"


"Ya katakan kalau aku calon suami kamu!"


"Kim, aku di ijinin ke sini buat kuliah bukan buat yang lain, ya kalau ayah aku mau mengerti kalau enggak? Dan aku di bawa pulang?!"


"Tapi mau sampai kapan kita bersembunyi?"


"Sampai aku yakin kalau mereka ngijinin aku buat pacaran!"


"Baiklah, aku akan menunggu sampai waktunya itu tiba. Tapi_!"


"Tapi?"


"Tapi jika sampai batas waktu itu kamu tidak juga bicara, maka aku yang akan bicara pada keluargamu, aku serius Vi!?"


Melihat tatapan serius dari Kim membuat hati Divia menghangat, tapi tetap saja ia tidak bisa dengan keputusan terburuknya.


Jika sampai orang tuanya memintanya kembali, itu artinya ia tidak akan bisa bertemu lagi dengan Kim, dan membayangkan saja rasanya ia tidak akan sanggup. Ia sudah mulai terbiasa dengan semua perhatian yang Kim berikan padanya.


"Kim, jika seandainya nanti aku di bawa pulang apa_?"


"Hussttttt!" Kim segera menempelkan jari telunjuknya di bibir Divia, "Apapun yang terjadi, aku akan tetap bersamamu!"


Divia tersenyum dan berhambur memeluk Kim, ia tidak menyangka pria itu bahkan tahu apa yang tengah ia pikirkan saat ini.


Akhirnya mobil sampai juga di depan kampus,


"Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu, nikmati waktumu bersama keluargamu!" ucap Kim, walaupun berat tapi ia juga harus memberi ruang pada Divia untuk menghabiskan waktunya bersama keluarga.

__ADS_1


"Terimakasih ya Kim!"


"Hmmm, jaga dirimu!"


Divia mengangukkan kepalanya lalu turun dari mobil, ia melambaikan tangannya pada pria yang masih setia menatapnya tanpa berniat menaiknya kembali kaca mobilnya.


"Kita pergi Lee!"


"Baik Mr!"


Akhirnya mobil itu meninggalkan Divia yang masih melambaikan tangannya di depan kampus.


Pagi ini benar-benar hari yang sibuk untuk Kim begitu juga dengan ayah Rendi karena mereka benar-benar memanfaatkan waktu yang singkat untuk membahas banyak hal.


"Bagaimana, apa ada masalah Mr Rendi?" tanya Kim, mereka sudah duduk di rest area kantor sambil menunggu makan siang.


"Sejauh ini masih belum ada masalah! Tapi nanti untuk selanjutnya perusahaan akan mengirim orang lain dan saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik!"


"Jadi Mr Rendi akan segera kembali?"


"Ya, saya di sini hanya tiga, empat hari!"


"Baiklah saya mengerti!"


Hingga makanan mereka datang, mereka melanjutkan kembali perbincangan mereka tentang pekerjaan.


Rendi benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk bekerja dan mengawasi Divia. Ia cukup berat meninggalkan Divia di tempat asing. Orang yang paling menentang keinginan Divia untuk kuliah di korea adalah Rendi, tapi ia juga sadar tidak punya wewenang terlalu banyak tentang Divia karena Divia ada Daddy dan mammy nya.


...***...


Divia akhirnya bisa bernafas lega karena setidaknya ia bisa terbebas dari Kim dan ia bisa menemui ayahnya tanpa takut ketahuan oleh Kim.


Sore hari setelah selesai kuliah dan Rendi selesai bekerja, mereka akan menghabiskan waktu singkat itu untuk jalan-jalan.


Menikmati suasana berdua sebagai ayah dan anak.


"Menurut kamu?"


"Kangen!"


Rendi tersenyum, hal yang paling erat baginya adalah berpisah terlalu lama dengan sang istri.


Ternyata berpisah itu begitu berat, baru saja tadi pagi Kim begitu yakin akan membiarkan Divia menghabiskan waktunya dengan keluarganya tapi nyatanya saat ini Kim sudah berada di apartemen Divia, tapi saat ia tidak menemukan wanita itu.


Ia segara menghubungi Divia, Divia yang mendapat telpon dari Kim begitu panik, beruntung sang ayah masih sibuk membelikan camilan untuknya. Ia dengan cepat menerima telpon Kim,


"Hallo!?"


"Sayang kamu di mana?" tanya Kim dalam sambungan telponnya.


"Aku, aku sama ayah aku Kim, ada apa?"


"Aku di apartemen!"


"Ngapain? Kim, aku kan sudah bilang aku harus menemani ayahku untuk sementara waktu, jadi nggak pa pa ya, kalau nggak ketemu dulu!"


"Tapi aku merindukanmu!"


"Ini nggak lama, nggak sampai lima hari, lusa ayah juga pulang!"


"Apa kau tidak merindukanmu?"


"Aku_!"


"Siapa Vi yang telpon?" pertanyaan ayah Rendi berhasil menghentikan ucapan Divia. Ia dengan cepat mematikan sambungan telponnya dan menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas,

__ADS_1


"Ini yah, tadi Yura. Dia tanya aku di mana!"


"Ohhh!"


Divia tidak tahu, pria yang ada di apartemen itu sedang kalang kabut sekarang, bahkan Lee sampai kuwalahan dengan Kim yang terus saja marah-marah.


"Bukankah sebaiknya kita kembali, Mr!?"


Pria yang mood nya sedang buruk itu tidak berniat menjawab pertanyaan Lee, ia memilih berlalu begitu saja.


Kim terus saja uring-uringan gara-gara tidak bisa bertemu dengan Divia, bahkan saat dengan Lyla ia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. Ia bahkan tidak pernah punya waktu untuk wanita, hubungan mereka hanya sepeti sebuah formalitas saja tapi dengan Divia rasanya beda, ia benar-benar membutuhkan gadis itu dalam hidupnya.


"Vi!"


Mendengar panggilan sang ayah, Divia pun dengan cepat menoleh, "Iya yah?"


"Apa kamu punya kekasih?"


"Hahh?"


Divia benar-benar terkejut dengan pertanyaan sang ayah,


"Maksud ayah?"


"Ya siapa tahu kamu menyembunyikan sesuatu sama ayah!"


"Enggak yah, mana berani seperti itu!"


"Kalau ayah sarankan, lebih baik tanya sama Oma dulu deh."


"Maksud ayah?"


"Ya, ayah hanya nggak mau apa yang terjadi sama Sanaya juga terjadi sama kamu!"


Divia langsung faham maksud ucapan ayahnya. Kadang beberapa urusan dalam keluarganya tidak bisa ia putuskan sendiri tanpa musyawarah dari keluarga besarnya termasuk memutuskan dengan siapa mereka akan menikah.


Hal itu yang sering kali membuatnya takut untuk berpacaran. Bisa jadi saat ini bahkan Daddy nya sudah menyiapkan seseorang untuk pasangan hidupnya.


Tapi bukankah beberapa dari mereka juga bisa menentukan jodohnya sendiri, buktinya Daddy dan mommy nya. Mereka menikah karena keinginan mereka sendiri walaupun banyak campur tangan dari dirinya.


"Ayah!?"


"Hmmm?"


"Jika misalnya aku mencintai seorang pemuda Korea, apa itu akan menjadi masalah buat ayah atau Daddy?"


"Jadi kamu punya hubungan spesial dengan pria Korea?"


"Misalnya, ayaaaah!"


Maaf, Divia berbohong ...., Divia masih terlalu takut untuk jujur ....


"Mungkin akan lebih baik jika tidak!"


"Kenapa?"


"Daddy mu tahu apa alasannya! Tapi jika terlanjur, mungkin kamu harus berjuang lebih keras!"


Perkataan ayah Rendi benar-benar mengandung begitu banyak teka-teki yang membuat Divia semakin takut untuk mengatakan dengan jujur hubungan dengan Kim.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2