Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (78. percapakan dua pria dewasa)


__ADS_3

Akhirnya Kim dan Divia sampai juga di depan apartemen Divia,


"Kim, sebaiknya kamu langsung pulang aja ya!"


"Kenapa?"


"Tidak pa pa, takut saja ada pengacau!"


"Benarkah!?"


Mendengar pernyataan dari Vi, Kim malah merasa tertantang.


"Ayo!"


"Kemana?"


"Ke apartemen kamu, sudah lama kan aku tidak masuk. Lagi pula seharusnya kamu sudah kembali ke rumah, tapi kamu selalu membodohiku!"


Kim sudah lebih dulu berjalan membuat Vi tidak bisa berkutik lagi, ia hanya belum sempat menceritakan siapa Gara karena sedari tadi di dalam mobil, Kim benar-benar tidak memberinya kesempatan.


Pria itu langsung membuka pintu Vi, tapi saat ia masuk langkahnya langsung terhenti tepat sekitar dua langkah dari pintu karena ia melihat orang lain selain mereka yang tengah duduk di sofa,


"Sudah pulang, Vi? Lama sekali!" keluh pria itu sambil menoleh ke belakang, sepertinya ia tidak begitu terkejut saat melihat Vi datang bersama seorang pria, memang ini tujuannya.


"Mr Kim, anda di sini juga?" Gara langsung berdiri dan menghampiri Kim juga Vi. Ia seperti tidak punya rasa bersalah langsung merangkul bahu Vi hingga Kim terpaksa melepaskan genggaman tangannya pada tangan Vi.


"Anda juga di sini?"


Merasa suasana semakin canggung, Vi pun segera berinisiatif. Walaupun gara lebih tuan darinya dua tahun tapi dalam posisi keluarga Gara adalah adik sepupunya jadi Vi tidak akan membiarkan Gara bersikap aneh-aneh.


"Baiklah, sebaiknya kalian duduk dulu. Kim kamu pasti haus kan, aku akan membuatkan minuman dan camilan untuk kalian, duduklah dengan santai!"


Vi segera meminta dua pria itu untuk duduk di sofa,


"Tunggu sebentar!"

__ADS_1


Meninggalkan dua pria itu sendiri sepertinya juga bukan ide yang bagus, tapi ia juga tidak punya apapun untuk melerai mereka.


"Kalian harus nonton film ini, film ini bagus untuk kalian!" Vi segera memutarkan tv dengan Chanel tom and jarry.


Setelah memastikan mereka duduk dengan aman, Vi pun segera meninggalkan mereka ke dapur untuk membuat minuman dan menghidangkan camilan.


"Bagaimana anda bisa di sini?" tanya Kim. dan Gara pun tersenyum.


"Kami begitu dekat, bahkan saat saya di sini saya tinggal di sini, apa Mr Kim keberatan?"


"Berdua? maksud saya, anda tinggal di sini berdua?"


"Iya, itu kerap kami lakukan meskipun kita berada di Indonesia dulu!"


Dia teman macam apa hingga tinggal pun berdua, tidur juga berdua? Kim mulai terbakar cemburu.


"Oh iya Mr Kim, karena Vi sekarang sekretaris pribadi anda, saya harus meminta ijin pada anda!"


"Maksudnya?"


"Saya akan mengajak Vi pulang karena ada acara keluarga."


"Mr Kim bagaimana? Apa anda mengijinkannya? Proses magang Vi beberapa hari lagi akan berakhir kan?"


"Iya, tapi_!"


"Anda sungguh baik hati, kami sudah memesan tiket jauh-jauh hari. Karena Daddy Vi ingin Vi segera pulang, kami juga sangat merindukannya!"


Percapakan mereka harus terhenti karena Vi sudah lebih dulu datang dengan minuman dan camilannya,


"Silahkan diminum!"


Vi pun ikut bergabung, tidak ada yang menyahut perkataannya,


"Kalian baru saja membicarakan apa?"

__ADS_1


Bagaimana Vi bisa bersikap seperti ini pada kami berdua? Kim yang mengira Vi dan Gara punya hubungan khusus pun menatap Vi dengan tatapan yang berbeda.


"Sepertinya kalian butuh bicara, sebaiknya saya pergi dulu. Ada urusan yang harus saya selesaikan!" ucap Gara lali berdiri dari duduknya.


"Tapi kamu belum meminum minumanmu!"


"Simpan saja untukku nanti! Aku pergi!" tidak lupa Gara meninggalkan kecupan di kening Vi membuat hati Kim semakin terbakar, ia hanya bisa mengepalkan tangannya. Ia tidak mungkin membuat keributan dengan Gara karena Gara adalah perwakilan dari Divta Group.


Setelah memastikan Gara pergi, Kim pun segara menarik tangan Vi agar lebih dekat lagi dengannya.


"Kim, ada apa?"


"Kamu masih tanya ada apa? Bisa yang kamu sesantai itu berciuman dengan orang lain di depanku!"


"Tapi dia, dia bukan orang_!"


Sebelum Vi sempat menjelaskan tentang hubungan mereka, Kim sudah lebih dulu membungkam mulutnya dengan bibirnya.


Ciuman itu berakhir, dan Kim menjauhkan bibirnya dari bibir Vi,


"Jangan pikir kamu bisa pergi dari aku, aku akan mempertahankan apa yang sudah menjadi milikku. Mengerti!"


"Maksudnya?"


"Aku pergi!"


"Kamu juga pergi, lalu_!" Vi melihat dua minuman yang masih utuh,


"Aku juga harus melakukan sesuatu!" ucap Kim sebelum benar-benar pergi.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2