
...Jangan menyerah untuk mencoba melakukan apa yang benar-benar ingin kamu lakukan. Karena saat itu kamu akan tahu jika apa yang kamu lakukan itu sebuah kebenaran walaupun mungkin tidak mudah....
...🌺🌺🌺...
Akhirnya divia yang teringat dengan ponselnya ia pun segera menyusul Mr Kim ke kamarnya.
"Boleh aku masuk?" pertanyaan itu berhasil membuat Mr Kim kembali bangun, ia melihat ke arah Dee. Anak itu ternyata sudah tertidur pulas.
"Masuklah!"
Setelah mendapatkan persetujuan dari Kim akhirnya divia pun masuk ke dalam kamar pria itu, ini bukan kali pertama dia masuk ke kamar itu,
Terlihat Kim malah dengan santainya menyanggah kepalanya dengan tangan kanan tanpa berniat untuk bangun dari tempatnya.
"Ada apa?"
"Aku mau_!"
Tiba-tiba Mr Kim menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya sendiri meminta Divia untuk diam lebih dulu karena Dee tiba-tiba kembali bergerak,
"Kemarilah!?" ucapnya tanpa mengeluarkan suara, Kim hanya menggerakkan bibirnya.
Divia pun terpaksa mengikuti perintahnya, ia berjalan perlahan dan berdiri di samping Kim,
"Berbisiklah padaku!"
"Berbisik?" Divia bingung dengan apa yang di maksud Kim kemudian Kim pun menunjukkan daun telinganya. Ia sengaja melakukan itu karena ia tahu pasti Divia belum sempat gosok gigi.
Divia yang sudah memahaminya perlahan mendekatkan bibirnya ke daun telinga kim, tapi tanpa ia sadari Kim tiba-tiba menoleh dan menarik tengkuknya hingg bibir mereka begitu dekat,
"Aughhhh!"
Tapi bukannya menghindar, tiba-tiba tubuh Divia malah terpaku melihat bibir basah nan merah milik Kim,
Kenapa bibirnya seksi sekali ...., Divia sampai harus menelan Salivanya kasar.
Ternyata Kim juga merasakan hal yang sama, ia bukannya mencari jejak makanan yang baru saja di makan Divia, ia malah fokus pada bibir seksi Divia.
"Eomma!?"
Mendengarkan suara itu membuat Divia malah gagal menyeimbangkan tubuhnya hingga ia terjatuh tepat di tubuh Kim, bibirnya bahkan menempel di sana.
Mata Divia terbelalak begitu juga dengan Kim, ia ataupun Kim Sama-sama terkejut.
"Eomma!?"
Suara Dee kembali menyadarkan mereka dan Divia pun dengan cepat turun dari tubuh Kim,
"Dee!?"
"Mau tidur dengan eomma juga!?" rengek Dee membuat Kim maupun Divia saling pandang bingung, mereka menjadi saling canggung.
"Baiklah!"
__ADS_1
Akhirnya Divia pun berjalan memutari tempat tidur dan naik dari sisi yang berbeda.
Malam ini mereka akan tidur dalam satu ranjang, Kim, Dee dan Divia. Dengan Dee yang berada di tengahnya persis seperti keluarga yang utuh.
Dee menarik tangan Divia dan Kim dan menyatukannya di atas perutnya,
"Malam ini Dee pasti akan mimpi indah!"
"Tidurlah, jangan bicara terus!" keluh Kim tapi karena suasana hati Dee sedang begitu baik ia bahkan tidak mau marah pada Kim.
"Tidurlah Dee, besok kita pergi ke sekolah bersama kan?"
"Iya!"
Dee ingat begitu senang karena besok hari ibu dan anak, ibu di minta datang ke sekolah untuk mengikuti perlombaan kekompakan antara ibu dan anak.
Dee akhirnya kembali tertidur, tapi saat Kim atau Divia hendak menarik tangannya, Dee kembali menggengamnya. Divia sebenarnya merasa tidak nyaman tidur dalam satu ranjang bersama Kim apalagi setelah ciuman tidak sengaja tadi.
"Tidurlah, aku tidak akan melakukan apa-apa!" ucap Kim, hal itu berhasil membuat Divia sedikit nyaman.
Divia pun mulai menutup matanya, walaupun sulit tapi ia tetap harus tidur.
Kim tidak melakukan hal yang sama, ia bahkan tidak bisa memejamkan matanya.
Terlihat Divia sudah tertidur pulas sekarang, tiba-tiba Kim begitu tertarik untuk kembali menatap bibir Divia, bibir itu jadi terlihat begitu seksi sekarang.
Berhenti membayangkan macam-macam Kim ...., dia hanya pengasuh Dee ...
Dia juga begitu cantik ....
Cantik alami yang di miliki oleh gadis indo. Kulitnya yang tidak begitu putih membuatnya begitu menarik.
...***...
POV Divia
Hari ini rasanya berbeda, tiba-tiba aku dan Kim terasa canggung. Bahkan di meja makan kami sama sekali tidak berdebat.
Bibirnya yang mengambil ciuman pertamaku, ahhh selalu terasa nempel di sini.
Kim juga terlihat menghindari tatapanku, ada apa dengannya?
Seharusnya ciuman semalam tidak berpengaruh kan terhadapnya, kan dia seorang gay.
"Selamat pagi Mr!?"
Ini dia pasangannya, dia begitu manis sih tapi sayang kenapa pisang makan pisang, kan nggak enak.
"Selamat pagi nona Divia!"
"Selamat pagi Lee, sarapan yukk!"
Saat aku berlaku manis pada Lee, aku tahu Kim akan menatap tajam padanya dan ikut akan membuat Lee langsung menoleh tawaranku.
__ADS_1
"Terimakasih nona, saya sudah sarapan tadi!"
Baiklah, sudah waktunya aku meninggalkan pasangan sejenis itu, nggak enak kan jadi obat nyamuk.
"Dee, sudah selesai sarapannya? Kita berangkat sekarang ya!?"
"Ya, eomma!"
"Anak pintar!"
Dee dan aku pun segera pergi, biarkan saja mereka berduaan. Dan benar saja, dengan sengaja aku kembali mengintip dan mereka duduk begitu dekat, bahkan wajahnya begitu dekat.
Aku menajamkan telingaku tapi rasanya sulit mendengar percakapan mereka,
"Eomma, ayo!"
"Baiklah bentar!"
Ahhhh, bocil ini selalu bisa menggagalkan semuanya.
Kamu hari ini tidak barengan dengan mereka, aku tidak tahu apa alasannya. Tapi baguslah aku tidak harus membayangkan ciuman yang gagal tadi malam kan.
Akhirnya kami pun sampai di sekolah Divia, semua ibu juga sudah datang. Tentu hal ini menjadi hal yang asing buat aku, aku bukan seorang ibu tapi harus berperan sebagai seorang ibu. Benar-benar peran yang berat, sekarang usiaku baru dua puluh tahun dan aku sudah berperan mempunyai anak usia empat tahun.
Keterlaluan ....
Aku harus melakukan apa sekarang, dan akhirnya aku hanya bisa mengikuti apapun yang di lakukan oleh ibu-ibu itu.
"Eommanya Dee ya?" tanya salah satu ibu itu aku hanya bisa tersenyum dan mengangukkan kepala. Memang tujuanku datang ke tempat ini untuk berperan menjadi ibunya Dee.
"Muda sekali!" ucapnya dengan tatapan yang aku tahu apa artinya.
Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum, mereka pasti mengira aku hamil saat di bangku SMA, benar-benar ini yang paling tidak aku suka.
Aku benar-benar tidak sabar acara ini segera berakhir saja,
"Eomma Dee, kemarilah. Kita bisa menyusun rencana akhirnya pekan untuk jalan-jalan bersama mama yang lainnya!?"
"Iya terimakasih, tapi maaf saya tidak bisa pergi tanpa ijin lebih dulu!"
Ahhh, aku hanya bisa beralasan. Mana mungkin aku bergabung dengan mereka, bisa ketahuan kalau aku bahkan belum menikah. Ciuman aja baru semalam, ahhhh kenapa ku jadi teringat dengan ciuman semalam sih.
Benar-benar ciuman maut ....
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1