Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Kenyataannya


__ADS_3

"Mrs Div!"


Sapaan seseorang berhasil menghentikan langkah Ersya yang baru dua langkah dari kursinya.


"I_ya!" Ersya sampai beberapa kali menoleh ke samping kiri dan kanannya, dia benar-benar belum terbiasa dengan panggilan barunya itu.


"Nice to meet you madam, are you really here with mr Div?" ( Senang bertemu dengan anda nyonya, apakah anda kesini bersama dengan tuan Div?"


Pria asing itu pun mengedarkan pandangannya, dan benar ia menemui kan Div di sana. Div sudah berdiri dan menghadap ke arah Ersya dan pria asing bersama asisten pribadinya itu.


"Hallo mr San!" sapa Div membuat Ersya dengan cepat menoleh ke sumber suara.


Hahhh ...., dia di sini ....


Div pun segera berjalan menghampiri Ersya dan memeluknya dari belakang.


"Mr Div, I'm glad you brought your wife too, I really admire your wife's beauty!" ( Tuan Div, saya senang anda membawa istri anda juga, saya sangat mengagumi kecantikan istri anda!)


"Thank you mr San! Mari duduk di sana!" Div menunjuk tempat duduknya tapi matanya melirik pada pria yang sudah berdiri tidak jauh darinya.


Wajah pria itu semakin terlihat kesal saja saat Div memperlihatkan kemesraan mereka. Bahkan Div dengan sengaja mencium kening Ersya di depannya.


Jangan bermain-main denganku ....


"Come on, Mr!" ajak Div dan mereka pun mengikuti langkahnya. Sekretaris Revan sudah berdiri di samping tempat duduk mempersilahkan Div dan Ersya untuk duduk.


Ersya masih dalam mode bingung, ia tidak pernah menyangka jika pria yang terus bersikap manis di sampingnya itu berada di tempat yang sama dengannya.


Kenapa dia tidak muncul dari tadi? Apa memang dia sengaja .....


Ersya sama sekali tidak konsentrasi dengan apa yang sedang mereka bicarakan, apalagi mereka menggunakan bahasa Inggris.


Dia hanya sesekali menjawab jika orang-orang itu bertanya padanya. Itu pun hanya sekenanya.


Rizal sudah pergi meninggalkan tempat itu semenjak mereka kembali duduk.


Setelah setengah jam mereka membicarakan soal pekerjaan akhirnya mr San berpamitan juga.


"Nice to work with you Mr Div, I look forward to your visit soon!"( Senang bekerja sama dengan anda mr Div, saya tunggu kunjungannya segera!)


"You're welcome, Mr. San!" (Sama-sama mr San!)


Kini Ersya,. div dan sekretaris Revan pun meninggalkan kafe itu setelah mr San dan asistennya pergi.


"Div!" panggil Ersya saat mereka hampir sampai di mobil membuat langkah Div terhenti.


"hmmm?"


"Kenapa kamu di sini?"


"Ada pekerjaan!"


"Kenapa tidak bilang sebelumnya kalau kamu di sini?"


Div pun segera berbalik dan mendekatkan wajahnya pada Ersya.


"Biar bisa mendengarkan pertunjukan yang cukup bagus!" bisiknya kemudian membuat Ersya sampai membelalakkan matanya.


Jangan-jangan dia mendengarkan semuanya ....., ohhhh Ersya bodoh sekali .....


Rasanya ingin sekali menenggelamkan tubuhnya ke dasar bumi paling dalam hingga ia tidak bisa bertemu lagi dengan pria di depannya itu.


"Mau tetap di situ atau pulang!" teriak Div dari dalam mobil, ia bahkan tidak menyadari jika pria itu sudah meninggalkannya.


...****...


Rizal begitu kesal dengan penolakan yang di lakukan Ersya. Apalagi kelakuan Div pada Ersya seperti menguatkan pernyataan Ersya.


Sebenarnya alasannya untuk meminta kembali dengan Ersya bukan hanya tentang Tisya yang di usir dari rumah Bactiar


group tapi ada hal lainnya yang lebih kaut.


Beberapa minggu lalu,


Rizal dan Tisya memeriksakan kesehatan kesuburan karena permintaan dari tuan


Bactiar.


Sepertinya memang tuan


Bactiar curiga dengan kasus perceraian yang terjadi antara Rizal dan Ersya.


Ia meminta mereka untuk

__ADS_1


melakukan cek kesuburan di salah satu klinik. Dan hasilnya, Rizal tidak bisa


memberi keturunan.


Ia menyembunyikan hasil


tesnya, bahkan setelah itu dia juga menghindar dari Tisya. Bukan karena Tisya


ada masalah dari tuan Bactiar tapi memang dia punya masalah yang lebih sulit.


Ia sempat mengurung


dirinya di dalam kamar, ia menyesali karena telah menuduh Ersya yang menjadi


biang masalah dalam keluarganya.


Sebenarnya memang dia


masih sangat mencintai Ersya, tapi keluarga ayahnya menuntutnya untuk


menceraikan Ersya juga mereka tidak juga punya anak karena Rizal adalah penerus


satu-satunya keluarga ayahnya setelah ayahnya meninggal.


Sebenarnya ibunya masih


sangat menyayangkan perceraian mereka, tapi Rizal juga tidak mau kakeknya


mewariskan harta ayahnya pada sepupunya. Dia yakin jika menikah lagi dengan


orang lain bisa membuatnya mempunyai keturunan. Tapi ternyata dugaannya salah, dialah


yang tidak bisa punya keturunan bukan Ersya.


Ia tidak mau


kelemahannya di ketahui oleh orang lain, ia akhirnya memutuskan untuk


mengakhiri hubungannya dengan Tisya karena memang sebenarnya dia tidak begitu


cinta dengan gadis itu.


Saat ia berencana untuk


dengan seorang tuan muda yang dingin dan berkuasa bernama Divta. Pria yang


memang sempat ia temui di perta pertunangannya waktu itu.


Ia kira hubungan mereka


hanya sebuah setingan belaka waktu itu tapi ternyata sekarang mereka


benar-benar menikah.


“Apa yang harus aku


lakukan sekarang?”


“mereka tidak boleh


bahagia!”


Rizal membuang semua


yang ada di atas meja di kamarnya, kamar itu sekarang sangat berantakan,


“Aku sudah kehilangan


Ersya, dan setelah itu aku akan kehilangan semuanya …, semuanya!”


“Rangga …, ini semua


gara-gara kamu, kenapa kakek lebih menyayangimu?”


Ia menyalahkan semuanya


karena Rangga. Rangga lah yang akan mendapatkan harta warisan dari kakeknya


jika Rizal tidak bisa memiliki keturunan.


“Dia bekerja sama tuan


Div, pasti mereka bekerja sama!”

__ADS_1


“Okey, jika aku hancur, berarti kalian juga harus hancur kan!”


Rizal benar-benar marah kali ini.


***


Sepanjang perjalanan Div dan Ersya hanya saling diam. Hingga mereka sampai di kantor.


Div ada urusan sebentar sebelum kembali ke ruangannya bersama sekretaris Revan.


Ersya yang sudah tidak sabar segera kembali menghampiri Iyya di ruangan suaminya.


“Sayang, mom kembali!" sapa Ersya pada Divia, ia segera mencium putrinya itu.


“Dari mana Sya?” tanya


Rangga.


“Tadi ada urusan


sebentar, tidak penting sih!”


“Ya sudah aku kembali


ke ruangan ya, tidak pa pa ya aku tinggal?”


Ersya mengangguk,


“Tunggu!”


Rangga menghentikan


langkahnya.


“Ada apa?”


“Apa benar mas Rizal


sudah putus dengan tunangannya?”


“Kenapa? Apa kamu masih


,mengharapkannya?”


“Bukan, bukan seperti


itu, hanya ingin tahu saja!”


“Kalau berdasarkan yang


aku dengar, Iya!”


“Kenapa?”


“Nggak tahu, bukan


urusanku juga!”


“kamu kan sepupuan!”


“Sepupu bukan berarti semuanya harus tahu kan, kamu tahu sendiri kan kalau aku tidak begitu dekat sama dia!”


“Hemmm, benar juga!”


“Aku pergi ya!”


“hmmm!”


Tidak berapa lama, Div


pun datang. Ia terlihat berbeda dari biasanya, wajahnya sedikit lebih bening. Bibirnya sepertinya lebih terangkat.


Sebenarnya Ersya sudah tahu alasannya, pria itu menertawakan dirinya.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2