Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (63. Kencan Lee_Yura)


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rumah sakit akhirnya Kim di perbolehkan pulang. Divia masih mengantarkan ke rumah dan menungguinya hingga ia benar-benar pulih.


"Kalau begini aku jadi tidak ingin sembuh!" Kim menyangga dagunya sambil menatap divia yang sibuk menipis bubur yang akan di siapkan pad Kim.


"Kamu bicara apa sih, Kim. Ada-ada aja! Makan yang banyak biar cepat sembuh!" Divia pun langsung menyiapkan bubur yang masih hangat itu.


"Jahat sekali!? Ini masih panas." Kim pura-pura kepanasan. Hal itu berhasil membuat Divia khawatir, ia sampai meniup ke arah mulut Kim.


"Maaf, aku tidak sengaja tadi."


Tapi dengan cepat Kim malah menarik tengkuk Divia dan menciumnya dengan paksa.


"Kimmmmm!?"


"Kalau begini jadi tidak panas!"


Walaupun cemberut Divia juga merasa senang dengan perlakuan Kim.


Di tempat lain, Lee benar-benar melakukan perintah Kim. Ia pergi kencan dengan Yura.


"Kamu yakin Mr Lee?" tanya Yura saat melihat penampilan Lee ketika menjemputnya.


Lee kembali melihat dirinya, ia merasa tidak ada yang aneh dengan penampilannya. "Ada apa dengan saya?"


"Kalau Mr Lee pakek kemeja dan jas seperti ini, kesannya kayak pergi sama bodyguard aja!"


"Lalu saya harus memakai apa?"


Yura pun akhirnya berpikir keras, 'Bukankah nanti nonton di mall? Bisa lah beli baju di sana ....'


"Nanti saja aku kasih tahu!"


Akhirnya Lee dan Yura pun berangkat. mereka menuju ke sebuah pusat perbelanjaan yang di dalamnya juga ada bioskop.


"Kita ke toko baju dulu ya!" ajak Yura, tanpa menunggu persetujuan dari pria dingin itu ia sudah menarik tangannya.


Mereka memasuki toko, di sana berbagi pakaian untuk laki-laki tersedia.


"Permisi, saya mau cari baju untuk dia!" ucap Yura sambil menunjuk ke arah Lee, seorang karyawan toko yang mengenali Lee segera menundukkan kepalanya memberi hormat tapi Lee segera memberi isyarat agar mereka bersikap biasa saja. Mungkin bukan karyawan toko yang harus pura-pura tapi Yura yang lupa siapa Lee. Dia bukan hanya karyawan biasa, ia adalah orang kepercayaan Mr Kim, pemilik perusahaan besar di Korea. Dan toko baju yang di datangi Yura dan Lee adalah salah satu toko brand pakaian yang di miliki Mr Kim.

__ADS_1


"Mari saya antar nona."


Yura dan Lee pun mengikuti karyawati itu. Terlihat berjejer baju yang biasanya di pakai oleh Lee tapi Yura segera menolaknya, ia mau pakaian yang tidak biasa bagi Lee.


"Saya mau yang seperti itu saja." Yura menunjuk satu rak baju yang style nya jelas berbeda dengan yang biasa di pakai Lee.


"Tapi nona, ini_!" lagi-lagi Lee meminta karyawati itu untuk diam dan membiarkan Yura memilihkan baju untuknya. Beberapa pasang baju sudah Yura minta Lee untuk mencobanya hingga akhirnya pilihan terakhir jatuh pada celana jeans dan kaos berwarna putih juga kemeja bermotif yang sengaja tidak di kancingkan.


"Begini lebih bagus." Yura tersenyum puas melihat hasilnya, pria yang biasa tampil kaku itu sekarang sudah seperti pemuda pada umumnya.


"Sudah kan, bisa pergi ke bioskop sekarang?" Lee sudah benar-benar kesal karena terlalu lama di sana, apa lagi mereka sedang menjadi perhatian banyak orang.


"Hmmm."


Akhirnya mereka pun meninggalkan toko baju, tujuan selanjutnya mereka pergi ke bioskop.


Lee bingun harus melakukan apa di sini, ia mengamati beberapa pasangan yang tengah mengantri,


"Apa kamu mau tetap di sini?" pertanyaan Yura menyadarkannya.


"Hmmm?"


"Kita harus antri tiket untuk masuk."


"Iya, kamu tidak tahu ya?" Yura mengamati wajah Lee yang terlihat bingung, ternyata pria seperti dia bisa bingung juga ....


"Kita bisa masuk saja kan?"


"Memang ini bioskop kamu?" keluh Yura, "baiklah biar saya saja yang mengantri tiket masuk, kamu bisa kan beli pop corn?"


"Pop corn?"


Bahkan dia tidak tahu apa-apa ...., Yura hanya bisa menghela nafas. "Baiklah, ikuti pemuda itu, dia juga akan mengantri pop corn, bisa kan?"


"Hmmm!"


Yura pun segera meninggalkan Lee sendiri. Lee malah terlihat bingung tapi ia juga tidak mungkin memanggil Yura kembali.


"Masak sih aku tidak bisa?!" Lee tidak mungkin menurunkan gengsinya dan mengatakan kalau dia tidak bisa. Ia pun mengikuti arahan Yura untuk mengikuti pemuda yang di tunjuk tadi.

__ADS_1


"Maaf, anda harus antri!" seseorang segera mengingatkannya saat tiba-tiba berdiri di barisan paling depan.


"Ahhh iya, maaf!" Lee pun segera berbalik dan berdiri di urutan paling belakang, memperhatikan bagaimana orang-orang di depannya bertransaksi.


Akhirnya setelah sekian lama antri, ia dapat juga dia contoh pop corn.


"Akhirnya bisa juga!" Yura seolah tengah memberi semangat pada pria yang membawa dua contoh pop corn itu.


"Memang menurutmu saya tidak bisa!" Lee benar-benar kesal karena merasa di remehkan.


"Tidak begitu!"


"Mana tiketnya?"


"Ini!" Yura menunjukkan dua tiket yang ada di tangannya.


Hanya menunggu lima menit dan film yang di pilih Yura akhirnya di putar. Ternyata Yura memilih film horor.


"Ahhhhhh!" untuk kesekian kali Yura memeluk Lee karena ketakutan.


"Sudah tahu penakut, kenapa memilih film horor!?" keluh Lee membuat Yura melepaskan pelukannya dan kembali di posisinya.


"Dia benar-benar, bisa-bisanya melihat film seseram itu tanpa ekspresi seperti itu." akhirnya Yura bukannya fokus pada film yang tengah di putar, ia malah fokus dengan wajah tampan Lee yang tampak ekspresi.


Kalau di lihat-lihat, dia sangat tampan. Sayang, dia suka jutek ....


"Kenapa menatapku seperti itu. Jangan terlalu lama menatap!"


"Kenapa emangnya?"


"Jangan sampai kamu jatuh cinta. Itu merepotkan!"


Dia belum tahu aja gimana rasanya jatuh cinta ....


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2