Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (42. Sakit perut)


__ADS_3

Karena teriakan appa Yura, akhirnya eomma nya pun keluar dari rumah.


Yura hanya bisa menepuk kepalanya dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi Selain tersenyum dan pura-pura semua baik-baik saja.


"Ya ampun, Mr Lee! Senangnya akhirnya Mr Lee datang ke sini lagi. Kebetulan sekali hari ini saya masak makanan spesial lagi. Bagaimana kalau Mr Lee ikut makan bersama kami?" tawar ibunya Yura.


"Tidak eomma, Mr Lee dan aku sudah makan tadi di restauran!" Yura benar-benar tidak mau kejadian beberapa waktu lalu terulang lagi. Ia segera memberi jawaban sebelum Lee yang menjawabnya.


"Benarkah?" terlihat raut wajah kecewa dari ibunya Yura. Ia begitu berharap pria yang menurutnya begitu sempurna untuk menjadi calon menantunya itu bersedia untuk makan di rumahnya.


Krukyuuuuukkkk


Tiba-tiba bunyi perut yang meronta minta di isi membuat mereka semua terdiam dan sekarang semua mata menatap Lee membuat pria itu jadi salah tingkah di buatnya, wajah cool nya seketika menghilang.


Ayah dan ibu Yura segera tersenyum, "Ya ampun, Yura pasti sudah mengada-ada. Baiklah bagaimana kalau kita masuk sekarang, mari!" ibu Yura segera mempersilahkan Lee untuk ikut masuk bersama mereka.


"Iya Mr Lee, jangan sungkan. Mari!" ayah Yura pun tidak mau kalah, Lee akhirnya tidak bisa menolak lagi. Ia ikut bersama keluarga Yura masuk ke dalam rumah dan benar saja saat ini di meja makan itu sudah tersaji berbagai makanan yang menurut Yura cukup istimewa.


"Silahkan duduk!"


"Terimakasih!"


Mereka semua duduk bersila mengitari meja yang penuh dengan makanan itu,


"Eomma, kenapa akhir-akhir ini suka sekali masak banyak?" protes Yura melihat makanan begitu banyak di atas meja, "Bukankah ini pemborosan namanya!?"


Tukkk


Sebuah sumpit tiba-tiba mendarat di kepalanya,


"Aughhh, eomma! Sakit!" keluhnya sambil memegangi kepalanya yang terkena timpuk ibunya.


"Jangan membicarakan omong kosong!" ibu Yura merasa sungkan dengan tamunya, "Mari Mr, silahkan di makan! Atau biar saya ambilkan!"


"Tidak perlu nyonya!"


"Jangan sungkan!" ibu Yura pun dengan penuh semangat mengambilkan makanan untuk Lee, "Ayo silahkan di makan!"


Lee pun segera mencicipi makana yang di buat oleh ibu Yura,


"Bagaimana rasanya?"


"Ini enak, nyonya!"


"Iya, saya sudah belajar memasak dari muda, Yura juga seperti itu. Saya sudah mengajarkan Yura untuk memasak sedari remaja, iya kan Yura?"


"Eomma, apaan sih!?" protes Yura dengan wajah tidak enaknya menatap Lee yang sedari tadi sesekali memperhatikannya.

__ADS_1


"Kenapa makanan ini begitu pedas?" Lee menyadari ada yang asing di lidahnya saat ini, tapi ia juga merasa makanan itu begitu enak.


"Ahhh ini, ini namanya blendi!"


"Blendi?"


"Iya, sayur nangka muda yang di campur dengan cabai muda! Ini masakan dari Indonesia, setiap saya rindu Indonesia saya akan memasak beberapa masakan Indonesia!"


"Nyonya dari Indonesia?" terlihat Lee terkejut dengan ucapan ibu Yura. Dari wajah dan cara hidupnya benar-benar ibu Yura tidak nampak seperti orang Indonesia begitupun dengan Yura, dia sepertinya bukan keturunan orang Indonesia. Sepertinya gen sang ayah yang lebih banyak menempel padanya.


"Iya! Saya sudah tinggal di Korea selama tiga puluh tahun, saya menikah dengan ayah Yura sudah dua puluh satu tahun."


Jika ibu Yura bisa tinggal di sini kenapa nyonya tidak bisa hidup bersama dengan Mr Kim di sini?


"Sudah, sudah ..., silahkan di lanjut makannya! Apa Mr Lee mau tambah lagi?"


"Iya, aku mau merasakan masakan Indonesia itu!"


Ibu Yura pun begitu senang saat tahu tamunya begitu menyukai masakannya terutama masakan Indonesia.


"Yura, kenapa kau tidak makan juga?"


"Eomma, bukankah tadi Yura sudah bilang. Yura sudah makan di restauran!"


"Benarkah?" ibu Yura segera melihat ke arah Lee yang masih lahap makan, "Tega sekali mau makan sendiri tanpa Mr Lee!"


krukuuukkkkk


Tiba-tiba perut Lee kembali berbunyi tapi sekarang bukan karena dia sedang lapar tapi ia merasakan perutnya begitu mules.


Lee segera memegangi perutnya, keringat dingin mulai membasahi wajah dan kemejanya,


"Nyonya, boleh saya menumpang ke kamar mandi?"


"Kamar mandi?"


"Iya, perut saya sedikit bermasalah!"


"Itu!?" baru saja ibu Yura menunjuk ke arah kamar mandi, Lee sudah langsung beranjak dan berlari menuju ke kamar mandi.


"Eomma sih kasih makanan pedas, itu pasti Mr Lee sedang sakit perut!"


"Trus gimana dong, eomma takut kalau Mr Lee kenapa-kenapa!?"


Yura pun segera beranjak dari duduknya dan menghampiri kamar mandi, memastikan jika Lee tidak pa pa.


Yura mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali,

__ADS_1


"Mr Lee, apa anda tidak pa pa?"


"Tidak, aku hanya sakit perut saja!"


Cukup lama di kamar mandi, akhirnya Lee keluar dan bersiap untuk berpamitan. Tapi tiba-tiba rasa mules itu kembali datang,


"Maaf, saya ...!" Lee memegangi perutnya kembali dan berlari ke kamar mandi.


Hal itu terulang beberapa kali,


"Minumlah Mr Lee!" Yura yang merasa kasihan pun memberi Lee minuman. Ia tidak mau sampai pria dingin itu mati di rumahnya karena dehidrasi.


"Terimakasih!" Lee segera meneguk minumannya,


Lee terus saja bolak balik ke kamar mandi membuat ayah dan ibu Yura meminta Lee untuk tinggal malam ini di rumah mereka.


Sebenarnya Lee tidak ingin tinggal, rapi dengan kondisinya yang seperti ini membuatnya tidak bisa konsentrasi mengemudikan mobilnya sendiri.


"Baiklah jika ini tidak merepotkan!"


"Tidak, sungguh tidak Mr Lee. Kami malah senang kalau Mr Lee mau tinggal, biar Yura yang akan merawat Mr Lee malam ini. Dia bisa membuatkan ramuan untuk meredakan sakit perut Mr Lee, di jamin besok pagi perut mr Lee pasti sudah lebih baik!"


"Eomma!?" protes Yura, baginya sudah cukup seharian dengan pria dingin itu ia tidak mau malamnya pun harus di repotkan dengan pria dingin itu lagi.


"Tidak pa pa, siapkan untuk Mr Lee istirahat, kamu bisa kan istirahat di ruang tengah?"


"Eomma!?" protesnya lagi karena ia harus merelakan tempat tidurnya juga.


"Hanya hari ini, ayo appa kita tidur!" ajak ibu Yura pada suaminya dan meninggalkan Yura dengan Lee seorang diri.


Yura hanya bisa menatap kesal pada Lee, tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena memang Lee sakit perut juga gara-gara makan masakannya.


"Biar saya siapkan tempat tidur untuk Mr dulu!" walaupun kesal ia harus menyiapkan semuanya, ia menggelar kasur lipatnya dan menyiapkan. bantal juga selimut untuk Lee.


"Sudah, silahkan Mr Lee beristirahat!"


Bahkan pria dingin itu tidak berkata apapun dan langsung merangkak ke arah tempat tidur, menutup tubuhnya dengan selimut sampai sebatas pinggang. Ia mulai mengamati kamar yang sederhana itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2