
Ini hari terakhir ayah Rendi di Korea, dan setelah kejadian malam kemarin bahkan Kim tidak menghubunginya. Hal itu tentu membuat Divia benar-benar gundah.
"Apa Kim marah ya!?" gumam Divia tampak masih termenung di tempatnya, ia bahkan belum berani menghubungi Kim saat ini. Ia tahu ayahnya sudah mulai curiga.
"Kalau Kim tidak mau bicara lagi bagaimana? Ahhhh tidak, tidak ....!" Divia sampai mengusap asal rambutnya hingga berantakan. Hingga bahunya yang di pegang dari belakang membuatnya terkejut,
"Ayah!"
"Ada apa? Apa ada yang sedang kamu pikirkan saat ini?"
"Tidak yah, hanya saja Divia sedih yah, ayah pulangnya cepet banget!" Divia hanya bisa beralasan, ia tidak mungkin mengatakan kalau ia sedih karena Kim tidak menghubunginya.
Rendi tersenyum tipis nyaris tidak terlihat, walaupun ia sudah mencurigai dan mengetahui sebuah kenyataan tetap saja ia tidak akan langsung meminta Divia untuk melupakan atau meninggalkan, "Jangan sedih, lagi pula biasanya kamu kan biasa di sini!" ia memilih untuk pura-pura tidak mengetahuinya.
"Iya yah, Divia nggak sedih kok!"
"Oh iya, ada berita gembira lagi buat kamu?"
"Apa yah?"
"Jika proyek ini berhasil, satu bulan lagi Daddy kamu pasti mengirimkan seseorang untuk mewakilinya!"
"Lagi?" Rendi ternyata sudah memikirkan rencana lain untuk menjaga Divia.
Tapi lima hari ini saja sudah berhasil membuat Divia kalang kabut dan Skot jantung karena harus bermain petak umpet terus.
"Hmmm, kamu senang kan?"
"I_iya!"
Ia benar-benar masih butuh banyak waktu untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa Kim benar-benar pria yang baik untuknya dan jika sudah makan ia juga harus meyakinkan orang-orang terdekatnya untuk menerima Kim juga seperti dirinya. Tapi ia tidak yakin secepat ini.
"Baiklah, bersiap-siap lah, pesawat ayah akan berangkat dua jam lagi!"
"Iya yah!"
Setelah bersiap-siap, akhirnya Divia mengantar ayah Rendi ke bandara.
Di tempat lain, ternyata Kim juga sedang menunggu sesuatu,
"Bagaimana?"
"Dua jam lagi pesawatnya berangkat Mr!"
"Baiklah, segera siapkan mobil, kita bisa menunggu di sana!"
"Baik Mr!"
__ADS_1
Dua jam yang di tunggu akhirnya datang juga, Divia dan ayah Rendi sudah berada di bandara.
"Ayah pulang dulu ya, jaga diri kamu baik-baik di sini!"
"Iya ayah!"
Percakapan mereka terpaksa terhenti saat dua orang yang cukup mereka kenal tengah berjalan menghampiri mereka,
"Kim!?" gumam Divia pelan, ia tidak mau sampai ayahnya menyadari keterkejutannya.
"Mr Kim?"
"Maaf Mr Rendi, saya tidak memberitahu anda jika saya akan datang!"
"Ini sebuah kehormatan, anda repot-repot mengantar sampai ke bandara!"
"Ini juga sebuah kehormatan karena bisa mengantar anda, saya juga akan sangat senang jika anda mengijinkan saya untuk berkunjung ke Indonesia suatu saat nanti!"
Rendi tersenyum, ia tahu maksud pemuda di depannya itu. Rendi menatap Divia sebentar, "Jika sudah waktunya dan takdir mempertemukan dalam urusan lain, pasti saya akan menyambut dengan tangan terbuka. Tapi bukan sekarang!"
"Saya mengerti, saya akan berusaha untuk menjadi pantas untuk hal itu!" Kim tetap bicara dengan cara yang begitu sopan.
Akhirnya pesawat pun akan lepas landas, dan Rendi benar-benar berpamitan untuk pergi.
Setelah pesawat meninggalkan bandara, Divia hampir saja menghampiri Kim tapi pria itu sudah meninggalkannya begitu saja, bahkan dia tidak mengindahkan panggilannya,
"Kim, Kim ...., tunggu!" Divia mengejar mobil yang sudah berlalu itu tapi tetap saja mobil itu tidak berhenti.
"Apa aku ke kantornya saja ya?"
Ia pun akhirnya memutuskan untuk tidak kembali ke apartemen tapi ia ke kantor Kim untuk menemuinya dan meminta maaf.
Kini akhirnya Divia sampai juga di kantor Kim, ia sudah tahu harus apa jika sudah sampai di ruangan Kim, benar saja saat sampai di depan ruangan Kim dan ada wanita itu. Dan kali ini ia tidak mau membuat wanita itu dalam masalah.
"Selamat siang nona!"
"Selamat siang, mau bertemu dengan Mr Kim ya, silahkan nona langsung masuk saja!"
"Apa Kim di dalam?"
"Mr Kim sedang ada rapat di luar, apa perlu saya hubungi Mr Kim?"
"Tidak perlu, biar saya menunggu di dalam saja!"
"Baik, silahkan nona!"
Divia pun segera masuk ke dalam ruangan. Wanita yang menjadi sekretaris Mr Kim itu memilih menghubungi Lee karena ia tidak mau sampai membuat kesalahan lagi karena tidak memperlakukan dengan baik wanita Mr Kim.
__ADS_1
"Hallo Mr Lee, apa anda bersama Mr Kim?"
"Iya, ada apa?"
"Di ruangan Mr Kim sekarang ada nona Divia!"
"Baiklah, saya akan memberitahu Mr Kim!"
Wanita itu segera mematikan sambungan telponnya dan menyusul Divia.
"Nona, apa nona butuh sesuatu?"
"Ahhh tidak, nanti kalau aku butuh aku akan memanggilmu!"
"Baiklah nona, saya tetap di depan!"
"Iya!"
Di tempat lain, Lee pun segera menemui mr. Kim yang sedang melakukan rapat di sebuah ruangan dengan puluhan orang. Lee segera mendekat dan membisikkan sesuatu pada Kim,
"Nona Vi ada di kantor!"
"Biarkan saja, minta sekretaris untuk melayaninya!"
"Baik Mr!"
Kim pun kembali fokus dengan presentasi salah satu dari peserta rapat. Tapi terlihat sekali sekarang pikirannya sedang terpecah ke tempat lain.
Hingga rapat selesai, Kim memilih untuk pergi ke tempat lain mengecek proyek yang baru saja di jalankan.
"Apa tidak sebaiknya Mr kembali ke kantor? Biar saya saja yang mengecek perkembangan proyek!"
Kim menatap Lee dengan tatapan dinginnya, Lee tahu maksud tatapannya, 'Jika ini di biarkan berlarut-larut pasti tidak akan baik' Lee berusaha untuk menyelesaikan masalah atasannya. Beberapa hari ini sudah cukup berat baginya karena Kim melakukan sesuatu yang di luar kebiasaannya, ia bahkan meminta lembur pada seluruh karyawan. Bahkan pria itu sama sekali tidak istirahat selama beberapa hari, ia terus memaksa tubuhnya untuk bekerja hingga terlihat tubuhnya yang usam dan kantong matanya yang besar.
"Nona Divia masih menunggu anda Mr, di ruangan anda!"
"Jika kamu mau kembali ke kantor, silahkan saja kembali!" Kim memilih berlalu dan Lee tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikutinya.
Begitu rumitnya ternyata jatuh cinta itu, aku jadi takut untuk jatuh cinta ....
Lee hanya bisa berbicara dalam hati, mengajak Kim bicara sama saja mengajaknya berperang.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...