Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (72. Pertengkaran Vi)


__ADS_3

Di ruangannya, ternyata Kim juga sudah mendengarkan gosip itu. Lee melaporkan semuanya pada Kim.


"Biarkan saja, selagi ini tidak menjadi masalah buat Vi, biarkan dulu."


"Baik Mr!"


Ceklek


Akhirnya Divia kembali, sepertinya Divia sudah terlalu terbiasa untuk tidak permisi setiap kali masuk ke ruangan Kim.


"Kalau begitu saya permisi Mr!"


"Baik!"


Lee pun melewati Divia, "Permisi nona Vi!" ucapnya saat berpapasan dengan Divia dan kemudian menutup pintu itu dari luar.


"Dari mana?" tanya Kim saat Divia sudah berjalan menuju ke meja kerjanya.


"Toilet."


"Apa ada yang terjadi?" tanya Kim, ia sebenarnya tengah menyelidiki perasaan Divia.


"Tidak." ucap Vi, ia memilih kembali fokus dengan pekerjaannya, mengabaikan Kim begitu saja.


Hal ini tidak membuat Kim senang, ia paling tidak suka jika di abaikan oleh Divia.


Kim memilih berjalan menghampiri Divia, ia menutup paksa berkas yang sudah di buka oleh Divia, membuat Divia menatapnya, "Kim apa sih yang kamu lakukan?"


"Biar kamu memperhatikan aku!"


"Sudahlah Kim, jangan ganggu! Aku mau kerja!"


"Jika aku bilang jangan kerja bagaimana?"


"Kim_!"


"Vi_!"


"Aku serius!"


"Aku lebih serius!"


Divia akhirnya menyerah. Ia memilih berdiri tapi Kim dengan cepat memeluk tubuh Divia,


"Kim!?"

__ADS_1


"Aku merindukanmu!"


"Aku tadi hanya pergi sebentar. Jangan begini, nanti di lihat orang!"


"Memang kenapa? kamu memang kekasihku!"


"Tapi mereka tidak tahu."


"Baiklah, aku akan mengumpulkan hubungan kita ke seluruh dunia, biar dunia tahu kalau kamu kekasihku!"


"Jangan macam-macam deh, Kim!"


"Aku cuma pengen satu macam saja. Melihatmu tersenyum!"


"Baiklah, aku akan tersenyum!"


Kim pun akhirnya melepas pelukannya dan menatap wajah Divia. Divia pun segera menarik sudut bibirnya hingga membentuk senyum yang terlihat di paksakan. Bohong jika ia tidak kepikiran dengan apa yang baru saja ia dengar.


Divia sudah sejak kecil memiliki perasaan yang lembut hingga ia begitu perasa.


"Senyumnya nggak iklas banget!"


Hehhh ....


Cup


Tiba-tiba Kim mencium bibir Divia membuat Divia kembali terpaku. Walaupun ini bukan ciuman pertama mereka, tapi tetap saja rasanya masih begitu kaku jika berciuman seperti ini.


Hingga Kim kembali menarik bibirnya, "Bagaimana sekarang? Apa sudah lebih baik?"


"Iya, terimakasih Kim!"


Kim mengusap kepala divia, "Katakan saja apapun yang menggangu perasaanmu!"


"Aku tahu!"


...***...


Akhirnya hingga berhari-hari gosip itu di biarkan saja beredar di antara karyawan lainnya.


Hingga sebuah foto dimana memperlihatkan Divia yang tengah berciuman dengan Kim tersebar, membuat gosip itu semakin memanas kembali.


Yura menunjukkan foto itu pada Divia, "Ini, semua orang tahu tentang foto ini. Termasuk senior Yoo!"


"Jadi_!"

__ADS_1


"Iya, gosipnya semakin memanas!"


"Akun siapa itu?"


"Sepertinya dia wanita yang sama dengan yang kemarin! Lihat namanya!" Yura menunjukkan nama pemilik akun itu dan benar saja dia salah satu karyawan di kantor tempat Divia magang.


Divia berjalan cepat hendak menghampiri wanita itu. Ia tidak tahu apa urusannya dengan wanita itu hingga membuatnya melakukan semua itu. Yang membuat Divia begitu marah, beberapa komentar dari foto itu. Benar-benar membuat kupingnya panas.


"Vi, kamu mau ke mana?" Yura mengejar Divia. Ia begitu khawatir jika sampai terjadi keributan.


"Aku mau bikin perhitungan dengan wanita itu."


"Jangan sekarang ya Vi, sekarang semua karyawan sedang berkumpul di kantin buat makan siang. Lebih baik nanti aja ya kalau waktunya pulang."


"Nggak bisa Yura, ini nggak bisa di biarkan berlarut-larut!"


Divia terus berjalan begitu cepat menuju ke kantin dan di kejar oleh Yura. Hal itu di ketahui oleh Lee, ia segera melaporkan hal itu pada Kim.


Kini akhirnya Divia sampai juga di kantin, semua mata menatap kedatangannya dengan begitu remeh. Meraka benar-benar merendahkan Divia.


Seorang Presdir Kim yang terkenal tidak pernah dekat dengan seorang wanita pun tiba-tiba memiliki hubungan dengan anak magang, hal itu benar-benar menjadi berita yang menghebohkan.


Divia seolah tidak peduli dengan pandangan mereka, ia mengedarkan pandangannya dan akhirnya melihat siapa pemilik akun itu. Dengan langkah cepat Divia menghampiri wanita itu.


Brakkk


Divia menggebrak meja wanita itu dengan penuh kemarahan membuat wanita itu terkejut dan berdiri.


"Kamu apa-apaan sih?"


"Kamu yang apa-apaan, kenapa kamu menyebarkan foto itu?"


Wanita itu tersenyum dengan angkuhnya, ia melipat kedua tangannya di depan dada, "Kenapa? Malu ya ketahuan kalau sudah merayu Presdir Kim, dasar perempuan murahan."


Divia kali ini benar-benar marah, ia sudah mengepalkan tangannya tapi Yura berusaha keras untuk menarik tanganya tapi tubuh Divia sama sekali tidak bergeming dari tempatnya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2