Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Menguatkan hati


__ADS_3

Ersya pun akhirnya bisa tenang karena pengaruh suntikan dari dokter,


"Nanti kalau Bu Ersya bangun, tolong suruh minum vitaminnya ya pak, kalau Bu Ersya masih histeris bisa di bawa ke rumah sakit secepatnya agar mendapat penanganan di sana!" ucap dokter yang sudah selesai mengemasi perlengkapannya, memang bukan dokter Frans yang datang hanya dokter Sifa tapi kemampuan dokter Sifa sudah tidak di ragukan lagi, dokter Sifa sudah membantu dokter Frans cukup lama dalam hal kandungan.


"Terimakasih, maaf saya tidak bisa mengantar!"


"Tidak pa pa, saya permisi!"


Setelah dokter Sifa pergi kini Div pun kembali menghampiri istri dan putrinya yang melingkarkan lengan kecilnya di atas perut ibunya.


"Sayang!"


"Daddy, mom's akan baik-baik saja kan?" netra gadis kecil itu terlihat berkaca-kaca di samping tubuh ibunya.


"Iya sayang, Daddy mandi dulu ya!" Div merasakan gerah seluruh tubuhnya.


Div menganggukkan kepalanya, membuat Div segera pergi ke kamar mandi, tidak peduli kalau saat ini yang ia masuki adalah kamar mandi putrinya.


Hanya sebentar ia meninggalkan putri dan istrinya, seperti ada trauma di dalam hatinya untuk meninggalkan mereka terlalu lama.


Div segera menyelesaikan mandinya dan saat keluar kamar mandi. ia Sudja melihat putrinya yang tertidur di samping sang istri dengan tangan yang masih memeluk tubuh mom's nya.


Setelah memakai baju di kamarnya sendiri, Div bergegas kembali ke kamar Divia untuk memastikan dua orang yang ia sayang itu masih baik-baik saja.


Ia pun kembali mendekati putri dan istrinya, memberi kecupan bertubi-tubi pada wajah putri dan istrinya itu, meninggalkan penyesalan yang mendalam atas apa yang terjadi pada mereka, sudut matanya terus meneteskan air mata, pria Arrogant itu kini sedang berasalan pedihnya penyesalan.


"Daddy janji tidak akan lalai lagi untuk menjaga kalian!" gumamnya dengan suara yang bergetar menahan tangis.

__ADS_1


Apalagi saat melihat luka yang menghiasi tubuh mungil putrinya, bayangan tangisan putrinya seperti menggema di telinganya.


Setelah begitu lama menderita sakit dan baru saja sembuh sepenuhnya di kini harus di tambah lagi dengan sakit yang lainnya, hati seorang ayah pasti sangat teriris, bahu Div mulai bergetar lebih keras.


Div memilih untuk turun dari tempat tidur agar tangisnya tidak menggangu tidur sang putri, kemudia teringat satu nama yang sedari tadi ia tidak melihat bahkan setelah dokter pun datang.


Div segera bangkit dan menghapus air matanya, ia meminta pengawal untuk menjaga di depan kamar Divia, bukan hanya satu bahkan ada dua penjaga, ia berjalan cepat menuju ke kamar yang sedari siang tertutup rapat.


Dengan gerakan cepat mendorong pintu itu hingga menghasilkan suara yang begitu keras membuat wanita yang duduk di dalamnya sampai terlonjak dari tempat tidur.


"Div!"


Div menatap tajam ke arah wanita yang telah melahirkannya ke dunia itu.


Nyonya Aruni segera turun dari tempat tidur dan menghampiri putranya itu,


"Sayang_!"


"Sungguh Div, mama tidak terlibat. Memang mama tidak suka sama Ersya tapi mama sungguh tidak tahu kalau Ellen sampai sejauh ini!"


"Awas saja kalau mama sampai terlibat, Div tidak akan pernah memaafkan mama lagi, jika pun mama harus masuk penjara lagi, Div tidak peduli atau bahkan mungkin Div yang akan memasukkan mama ke penjara!" ucap Div dengan tatapan nanar penuh amarah.


"Div sungguh_!" belum juga selesai bicara, Div sudah lebih dulu meninggalkan kamar itu sambil membanting pintu dengan begitu keras hingga menimbulkan kegiatan membuat wanita yang sudah tidak muda lagi itu bergetar ketakutan.


***


Pagi ini walaupun belum terlalu sehat tapi Ersya tanpa sudah lebih baik dari pada semalam yang masih terus menangis. Pagi ini walaupun belum bisa mengijinkan Divia kembali sekolah setidaknya Ersya sudah terlihat sesekali dari bibirnya tersenyum.

__ADS_1


Divta pun demikian, ia tidak berniat untuk berangkat kerja hari ini, setelah sarapan mereka memilih untuk menghabiskan waktu di ruang keluarga sambil menunggu kedatangan Rendi. Div menyetujui kedatangan Rendi dan juga pengacara yang di siapkan untuk jaga-jaga jika papa Ellen melakukan pembelaan.


"Sayang aku suapi ya?" Div mengambil sepiring buah yang sudah di potong-potong kecil oleh pelayan, Walaupun sudah sarapan, Div tahu jika istrinya tadi tidak makan terlalu banyak.


Ersya hanya menggelengkan kepalanya, tangannya tidak pernah terlepas dari memegang tangan Divia. Rasa traumanya membuatnya begitu takut melepaskan tangan Divia.


"Mom's, Iyya suapi ya!" gadis kecil itu seakan tahu bagaimana keadaan mom's nya, "Nanti dedek bayi sakit kalau mom's nggak mau makan, Iyya kan anak kuat jadi mom's jangan khawatir lagi!"


Mendengar ucapan polos Divia, Ersya menarik tubuh mungil Divia dan mengecupnya,


"Maafkan mom's ya, pasti Divia benci banget sama mom's, mom's benar-benar bukan ibu yang baik buat Divia kan?" mata Ersya masih selalu menggenang air yang tidak mampu ia tahan.


"Mom's baik banget sama Iyya, siapapun tidak ada yang bisa menggantikan kebaikan mom's buat Iyya!" Divia memeluk erat tubuh ibunya, "Iyya sudah tidak pa pa mom's, dokter sudah mengobati luka Iyya! Sungguh!"


"Sudah ahhh, pagi-pagi jangan nangis, Daddy kan bingung harus ngapain!" ucap Div dan langsung mendapatkan tatapan kedua wanita itu.


Mereka pun akhirnya tertawa bersama, kembali menjadi keluarga yang bahagia.


Walaupun besok atau nanti akan ada air mata, tapi biarkan hari ini aku nikmati kebahagiaan kecil ini. Satu kesedihan tidak boleh menghapuskan kebahagiaan-kebahagiaan lain yang kami lalui hari ini.


Akhirnya Ersya mau menyantap buah yang dari suapan suaminya. Segelas susu juga sudah habis di teguk olehnya, sesekali ucapan polos yang melayang dari bibir Divia berhasil membuat kedua orang tuanya tertawa. Gadis kecil itu bagai lentera dalam kegelapan, bahkan tawa polosnya menyamarkan kesedihan yang beberapa hari ini telah ia lalui.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2