
“Minumlah!” tiba-tiba
Div menyerahkan segelas air pada Ersya saat kini tinggal mereka bertiga. Ia
tahu jika wanita itu sekarang sedang sangat syok.
Ersya dengan cepat
meneguk minumannya seperti orang yang kesurupan.
“Dad …, mom Eca
kenapa?” Iyya heran melihat Ersya yang seperti itu.
“Hussstttttt ….!”
Bukannya menjawab pertanyaan Iyya, Div malah memilih Iyya diam dan melihat saja
apa yang di lakukan oleh Ersya.
Hingga akhirnya Ersya
selesai dan menatap rajam pada Div,
“Lo beneran mau bunuh
gue?”
Melihat hal itu, Div
malah tertawa. Iyya begitu bingung di satu sisi mommy nya terlihat kesal sedangkan daddy nya tertawa senang.
“Ini hanya sebagian
kecil saja Ersya, dan untuk selanjutnya kamu pasti akan mendapatkan kejutan-kejutan yang luar biasa. Bukankah saya sudah pernah mengatakan hal ini
waktu itu? Persiapkan dirimu!”
Sekarang Ersya tahu apa
arti ucapannya waktu itu, saat di pesta pertunangan itu. Ia sudah tidak bisa mundur lagi, sudah kepalang tanggung dan dia harus siap dengan segala resikonya.
Hehhhhhh …, Ersya
menghela nafas panjangnya dan menatap Div dengan pasti.
“Okey …! Gue siap dengan segala resikonya!”
“Bagus! Bersiaplah untuk
kejutan yang selanjutnya!”
Mendengar ucapan Div,
Ersya sampai melotot tidak percaya, “Masih ada lagi?”
Hmmmm
“Selesaikan makan mu!”
Mereka pun menyelesaikan makannya, kemudian Div kembali mengajak mereka ke suatu tempat.
“Dad …, kita ke lumah
kakek?” tanya Iyya yang sedikit hafal dengan jalan menuju ke rumah kakeknya. Ia
hanya punya satu kakek, kakek Roy.
Akhirnya mobil pun
sampai di depan rumah sederhana itu. Ersya tersenyum, akhirnya ia bisa melihat
rumah yang layaknya seperti rumah bukan sebuah istana.
“Akhirnya aku masih
yakin kalau aku sekarang masih manusia!” gumam Ersya.
Div menoleh pada Ersya,
ia tidak mengerti dengan maksud ucapannya, “Hehhh?”
“Ya setidaknya masih
ada rumah yang kamu kenal, bukan istana di negri dongeng!”
Iyya tertawa mendengar
ucapan Ersya, ia jadi teringat dengan beberapa dongeng yang biasa Ersya bacakan
sebelum tidur. Sepertinya mom Eca seperti tokoh yang tiba-tiba masuk ke
dalamnya.
“Mom Eca lucu!” ucap
Iyya sambil tersenyum mendongakkan kepalanya menatap Ersya, Ersya pun mengusap
kedua pipi Iyya dengan begitu gemas.
“Iyya yang paling lucu
sayang!”
Div sudah lebih dulu
turun, ia kembali membukakan pintu untuk Ersya dan Iyya.
“Kalian mau turun atau
tetap di situ?”
“Daddy bawel ya?” dan
Iyya pun mengangguk menyetujui ucapan Ersya.
__ADS_1
“Jangan mengajari Iyya
macam-macam ya, ayo sama daddy!”
Iyya pun berpindah dari
pangkuan Ersya ke gendongan Div. Ersya pun segera turun dan menyusul mereka
yang sudah berada di depan.
Div mengetuk pintu
rumah yang sebenarnya tidak tertutup sempurna karena sepertinya toko di depan
masih belum tutup.
“Div …, Iyya!” seorang
wanita paruh baya membukakan pintu, dia terlihat begitu senang melihat kedatangan mereka.
“Oma …!”
“Oma kangen sama kamu!”
Lalu mata wanita paruh
baya itu beralih pada wanita yang berada di belakang Div.
“Ini siapa?”
Ersya segera menggeser
tubuhnya di samping Div, “Assalamualaikum bu, saya Ersya!” Ersya segera meraih
tangan wanita paruh baya itu dan mencium punggung tangannya.
“Waalaikum salam! Kamu siapa?”
“Saya bab_!” ucapan
Ersya menggantung saat tiba-tiba Div menyambar ucapan Ersya,
“Dia calon istri saya
bu!”
Wanita paruh baya itu
tampak terkejut, ia menoleh pada cucunya itu. Iyya terlihat begitu bahagia
membuatnya yakin kalau Iyya tahu tentang hal itu.
“Kalian masuk dulu saja
ya!”
Mereka pun masuk ke
dalam rumah sederhana itu, bu Dewi segera mengambilkan minuman untuk mereka.
“sebentar ya, ayah Roy
bagaimana kalian akan menikah!”
Sebelum Div sempat
mengatakan maksud kedatangan mereka, ayah Roy datang tepat waktu.
“Ehhh ada Iyya!”
“kakek …, Iyya datang
cama mom Eca!” Iyya begitu tidak sabar ingin mengenalkan Ersya pada kakek dan
neneknya.
“Mom …, maksudnya?”
tanya ayah Roy.
“Sebaiknya ayah duduk
dulu ya ..!” ucap bu Dewi, ia meminta suaminya itu untuk duduk dulu dan
mendengarkan semuanya.
Div pun mulai
pembicaraan saat ayah Roy sudah bergabung bersama mereka.
“Jadi begini paman, bibi
sebenarnya saya dan Ersya lima hari lagi akan segera menikah!”
“Menikah?” ternyata
ekspresi ayah Roy tidak jauh beda dengan ibu Dewi, ia melihat kearah Iyya yang
memang terlihat begitu menempel dengan Ersya.
Div pun menceritakan rencana
pernikahan mereka yang akan berlangsung lima hari lagi itu, ia mengundang mereka
ke sana.
“Jika kalian memang
sudah yakin, kami mau bilang apa! Yang terpenting Iyya bahagia dengan
pernikahan kalian!”
“Terimakasih paman,
bibi!”
__ADS_1
Hanya Iyya peninggalan
Davina. Bu Dewi hanya menginginkan yang terbaik untuk cucunya itu.
Setelah menyelesaikan
urusannya dengan kakek dan nenek Iyya, mereka pun berpamitan untuk pulang.
sebenarnya Iyya ingin menginap tapi ia masih takut jika di tinggal menginap mom
Eca nya akan menghilang jadi Iyya mengurungkan niatnya untuk menginap.
Mereka sudah kembali
berada di dalam mobil, masih banyak yang harus mereka lakukan. Apalagi urusan
surat menyurat, Ersya sudah tidak punya wali nikah jadi mungkin akan
menggunakan wali hakim nanti saat ijab qabul.
Tapi Div tidak mau
memforsir tenaga mereka untuk hari ini karena ada Iyya bersama mereka dan tidak
mungkin juga mengajak Ersya tanpa Iyya.
Sepertinya Iyya sudah
sangat kecapekan hingga ia tertidur di pangkuan Ersya. Melihat Iyya sudah
tidur, Ersya jadi punya kesempatan untuk bertanya banyak pada pria di
sampingnya.
“Div!”
“hmmm?” Div sama sekali
tidak menoleh pada Ersya karena sudah pasti wanita di sampingnya itu akan
berteriak-teriak saat ia kehilangan konsentrasinya lagi.
“Yang itu tadi mertua
kamu ya?”
“Bukan, mereka mertua
Rendi dan Agra!”
Ersya mengerutkan
keningnya, karena jelas mereka memperlakukan Div seperti seorang menantu,
“Kalau bukan, lalu
mertua kamu siapa?”
“Belum punya mertua,
mungkin nanti kalau aku sudah menikah dengan kamu, aku jadi punya mertua!”
Jelas itu tidak mungkin
karena Ersya sudah kehilangan semua orang tuanya,
“Orang tuaku kan sudah
meninggal!”
“Berarti aku nggak akan
merasakan punya mertua!”
Sepertinya Ersya masih
kurang mengerti, ia harus berusaha untuk menjabarkannya lagi agar nantinya dia
tidak bertambah bingung,
“Tapi Iyya kan anak
kamu, cucu mereka, berarti mereka tadi orang tua istri kamu dong?”
“Siapa bilang aku punya
istri?”
“Iyya?”
“Aku belum pernah
menikah!”
“Hahh?” Ersya begitu
terkejut, “Jadi maksudnya Iyya anak diluar nikah dan kamu masih perjaka?”
“Iya!”
“Ini nih yang di maksud
Jaka rasa duda!”
“kenapa bilang gitu?”
“Statusnya aja masih
jaka, tapi udah punya anak nggak punya istri!”
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰