
Div masih berdiri di
depan pintu, ia melihat Ersya sudah turun dari tempat tidur dan hendak
meninggalkan kamar itu.
“Kenapa pintunya di
kunci lagi?” tanya Ersya saat sudah berda di dekat Div.
“Memang siapa yang
mengijinkanmu untuk turun dari tempat tidur?!”
“Ya aku sendiri dong! Sudah
minggir!”
“Sesuatu yang sudah di
mulai, harus di selesaikan!”
“Hah?”
Div tiba-tiba menarik
pinggang Ersya hingga tubuh mereka saling berhimpitan.
“Div …!” keluh Ersya.
“Sya, kamu sudah memancing, jadi saat umpan itu sudah mulai di makan maka sayang kalau
tidak di ambil ikannya!”
“A-apaan sih!”
Srekkkk
Tiba-tiba tubuhnya
melayang begitu saja, Div mengangkatnya seperti mengangkat karung dengan kepala
di belakang punggungnya dan tangan Div memegang paha Ersya.
“Div lepasin, Divia
sebentar lagi bangun! Aku harus menyiapkan semuanya!”
“Pelayan yang akan
mengurus semua urusan Divia!”
Brukkkkk
Div menjatuhkan tubuh Ersya ke atas tempat
tidur, dan segera menindihnya. Bibirnya dengan rakus kembali ******* bibir
Ersya.
Srekkkkk
Div menarik baju Ersya
hingga kancing baju itu berserakan di lantai. Kini tubuh Ersya kembali terbuka,
bra yang menutupi tubuhnya juga sudah terlepas. Tangannya kembali sibuk
memberikan sentuhan ke sekujur tubuh Ersya. Bahkan tangan itu sudah menyusup ke
daerah sensitif Ersya, memainkan jarinya di sana.
Tampak Ersya hanya bisa
pasrah dan menikmati apa yang di lakukan oleh Div. ini bukan yang pertama
baginya, jadi dia sudah bisa mengimbangi apa yang di lakukan oleh Div, bahkan
tangan Ersya kini sudah menarik kaos yang di kenakan oleh Div ke atas hingga terlepas
dari tubuhnya.
Div segera melepas
celananya begitupun dengan celana Ersya, ia sudah merasakan sesuatu yang basah
di sana. Ia tahu jika sekarang Ersya sudah siap,
__ADS_1
“Aku lakukan sekarang
ya?’ tanya Div pada Ersya. Ersya yang memang sudah sangat merindukan sentuhan
itu hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Div pun bersiap-siap,
ia mendekatkannya dengan perlahan agar tidak menyakiti Ersya. Ini untuk
pertama kalinya ia begitu lembut dengan seorang wanita, bahkan dulu dengan
Davina pun ia melakukannya dengan begitu kasar.
Setelah berdiam cukup
lama di dalam sana, akhirnya Div kembali menariknya dan barulah ia mulai dengan
irama yang teratur dan semakin lama semakin di percepat. Sekarang yang terdengar hanya suara ******* yang
saling bersahutan dari mereka berdua, peluh pun mulai bercampur. Benar-benar
olah raga pagi yang efektif.
Setelah bergelut dengan
peluh dan ******* yang saling bersahutan. Akhirnya mereka mencapai puncaknya.
Div segera mengecup bibir dan kening Ersya lalu memeluknya sebentar dan
melepaskan tubuh Ersya. Ia tidur terlentang di samping Ersya dengan masih tanpa
busana.
Walaupun ini bukan
pengalaman pertama bagi Ersya, ia sudah lama sekali tidak melakukannya, sudah
setengah tahun semenjak saat itu. ia seperti kehilangan tenaganya.
Setelah sedikit
beristirahat, Div segera bangun dan memakai kembali celana boksernya. Ia kembali
menghampiri Ersya yang sudah menutup tubuh telanjangnya dengan selimut.
biar Divia saya yang urus ya!” ucap Div sambil mengusap puncak kelapa Ersya,
dan wanita itu menganggukkan kepalanya.
Div segera ke kamar
mandi dan membersihkan diri,Ersya masih terpaku di tempatnya. Menatap pintu
kamar mandi yang sudah kembali di tubuh.
“ihhhhhh …., apaan sih
yang aku pikirin?” Ersya menggelengkan kepalanya cepat dan menutup wajahnya
dengan kedua telapak tangannya. Ia begitu malu mengingat apa yang baru saja
mereka lakukan,
“Kenapa aku bisa
melakukan itu sama diktaktor itu sih?” ia benar-benar merasa tidak bisa
menghindar dari pesona pria angkuh itu.
“Aaaaaaaahhhhh!” Ersya
lagi-lagi memukul kepalanya, ingin rasanya menghapus ingatannya dan tidak
mengingat kejadian tadi, “Aku terlihat sekali kalau begitu mendambakan
tubuhnya, malunya akuuuuu!”
Ceklek
Tiba-tiba pintu kamar
mandi itu terbuka, membuat Ersya segera pura-pura menutup matanya. Tapi saat ia
tidak bisa beralih dari tubuh yang begitu banyak tanda merah hasil kreasinya.
Kenapa tubuhnya seksi
__ADS_1
sekali sihhhh …..
Div hanya mengenakan
handuk putih yang melilit sebatas pinggangnya, begitu seksi dengan otot-otot
yang terbentuk. Beberapa tanda merah berada di dada Div.
Pria itu terlihat masuk
ke ruang ganti, ia memilih baju santai. karena entah kenapa hari ini ia hanya
ingin di rumah saja.
Setelah menemukan
sebuah kaos dengan warna hitam dan celana sebatas lutut. Div segera melepas
handuk dan memakai ****** ********. Saat melihat bayangan dirinya di dalam
cermin, ia tersenyum
Tangannya mulai
menyentuh tubuhnya yang penuh dengan tanda merah terutama di bagian dada.
“Benar katanya, janda
memang lebih mantap!” gumamnya sambil terus tersenyum, ia kembali membayangkan
kegilaan yang baru saja mereka lakukan.
“siiiitttt …!” umpatnya
tiba-tiba saat ia merasakan juniornya kembali siap tempur hanya dengan
membayangkan adegan yang baru saja berlangsung.
“Dia benar-benar jadi giat tempur kayak gini!”
umpatnya pada juniornya. Ia pun memutuskan untuk duduk dulu di kursi kayu kecil
yang berada di ruang ganti itu, ia tidak mungkin memaksa Ersya untuk melakukannya
lagi apalagi ini untuk yang pertama bagi mereka berdua.
Setelah merasa
juniornya kembali tidur, di kembali mengambil baju dan mengganti handuknya
dengan baju rumahan. Ia harus segera keluar kamar sebelum kembali khilaf.
Ersya yang masih pura-pura memejamkan matanya,
tapi sedikit membukanya dan mengikuti kemana arah pria itu pergi dan akhirnya
dia keluar juga dari kamar itu. ersya bisa bernafas lega, ia kembali berada
dalam posisi duduk.
“Ahhhh, gimana nanti
bersikap sama dia? Aku jadi bingung!” gumamnya dan kembali mengusap kepalanya
hingga membuat rambutnya hampir memenuhi wajahnya.
Ersya masih enggan
bangun dari tempat tidur karena ia masih merasakan sakit di bagian selangkangannya. Sepertinya mereka tadi begitu bersemangat hingga ia merasakan
nyeri di pangkal pahanya.
Setelah cukup lama terdiam
ia merakan pangkal pahanya sudah tidak begitu nyeri, akhirnya Ersya pun
berjalan perlahan ke kamar mandi dengan hanya melilitkan selimut itu ke depan
pintu kamar mandi dan melepasnya di sana. Ersya segera menguyur tubuhnya dengan air hangat.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰