Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (32. Yura)


__ADS_3

Yura lama kelamaan merasa bosan karena terus saja diam tanpa ada percakapan di antara mereka, mau menyusul Divia pun tidak mungkin. Ia tidak mau melewati Kim dan wanita itu.


"Hmmm!?" Yura mencoba memancing pembicaraan dengan Lee, ia tahu pria itu pasti tidak kalah dinginnya dengan Mr Kim.


Tapi setelah mendengar cerita Divia bahwa Mr Kim sudah menyatakan cintanya pada Divia, ia juga berpikir jika Lee jelas bukan pria yang belok.


Apalagi saat ini ia melihat sendiri istri Mr Kim, ya walaupun itu masih dalam pikirannya saja.


"Jika akan batuk, sebaiknya tadi tidak usah keluar rumah, virusnya pasti akan menyebar dan itu berbahaya buat nona Vi!"


Hahhhhh ......


Yura benar-benar tercengang dengan apa yang di katakan oleh pria di sampingnya yang tengah fokus pada layar datarnya.


Memang aku pembawa virus apa?


Yura yang sudah mau berbaik hati hendak mengajaknya bicara menjadi malas, ia pun memilih meninggalkan pria itu dan dengan sedikit sungkan melewati dua orang itu untuk menghampiri Divia.


"Vi!?" panggilnya membuat Divia menoleh padanya. Ia segera duduk di samping Divia dan mengawasi Dee yang sedang asik bermain.


Terlihat sesekali Divia melambaikan tangannya saat Dee memanggilnya dan sesekali Dee juga akan menghampirinya hanya untuk memeluk sebentar lalu kembali lagi bermain.


"Vi, kamu tidak cemburu?" pertanyaan Yura benar-benar berhasil membuat mata Divia melotot sempurna,


"Kamu tanya apaan sih, Yura!?"


"Bohong deh kayaknya kalau kamu nggak cemburu, mereka terlihat begitu dekat begitu walaupun sudah menjadi mantan, dan Mr Kim sudah menyatakan perasaannya padamu tapi kenapa saat wanita itu datang ia seolah tidak punya perasaan apa-apa terhadapmu?"


Benar juga apa yang di katakan Yura, apa mungkin yang di katakan Kim kemarin malam hanya karena dia sedang dekat denganku bukan karena dia benar-benar mencintaiku?


Divia menatap mereka kembali dan saat yang bersamaan ternyata Kim juga tengah mencuri pandang terhadapnya, dengan cepat Divia mengalihkan tatapannya agar tidak ketahuan jika dia tengah mencuri pandang pada pria itu,


Apa aku Tidka salah lihat, sepertinya tadi Kim menatap ke arahku ...., Divia pura-pura mengusap pelipisnya dan sedikit memeringkat wajahnya.


"Kamu kenapa Vi?"


"Coba deh kamu lihat ke sana, apa benar Kim sedang melihat ke arahku?"


Yura pun melakukan hal yang di perintahkan oleh Divia dan ternyata benar Kim masih terus melihat ke arahnya bahkan wanita yang tengah bersamanya juga menatap ke arah Divia,


"Bukan hanya Mr Kim saja Vi, tapi wanita itu juga!"


"Benarkah?"


"Iya!"


"Kira-kira apa ya yang sedang mereka bicarakan?"

__ADS_1


"Kamu tadi kan bersama mereka, kenapa malah pergi? Kan jadi nggak tahu yang mereka bicarakan!"


"Ya bagaimana, mereka pasti ingin membicarakan hal yang bersikap pribadi, sedangkan aku! Siapa aku? Aku bahkan bukan bagian dari keluarga mereka."


"Hehhhh, benar juga!"


Kedua gadis itu sekarang malah terlihat frustasi. Sama-sama ingin mendengar apa yang di bicarakan dua orang itu tapi nyatanya tidak tahu caranya.


Akhirnya setalah cukup lama, Kim dan wanita itu memanggil mereka, mengajak Dee untuk pulang.


"Sampai jumpa sayang, Moms pergi dulu ya!"


"Iya Moms!"


"Baik-baik sama eomma, nenek sama Kim!"


"Iya Moms!"


Dee benar-benar penurut dengan wanita itu, terlihat wanita itu terus melambaikan tangannya meskipun mobil mereka sudah berlalu pergi.


Yura di antar Lee untuk pulang ke rumahnya, sedangkan di dalam mobil itu hanya ada tiga orang.


Tidak ada percakapan di dalam mobil selain terdengar celotehan Dee di bangku belakang.


Hingga akhirnya Kim mulai bicara,


Divia sedang fokus dengan ponselnya segera mengalihkan perhatiannya dan menatap Kim,


"Maksudnya?"


"Ya tentang Yee Ri misalnya!"


Divia menggelengkan kepalanya, walaupun dia sangat penasaran tapi rasanya tidak sepatutnya jika dia yang banyak bertanya.


Seharusnya dia yang punya inisiatif untuk mengatakannya kan ....


Melihat Divia yang tidak penasaran, Kim pun kembali fokus pada jalanan.


Di tempat lain terlihat dua orang itu masih sangat kaku, tapi ada yang berbeda dari sebelumnya, pria dingin itu terlihat memakai masker.


Yura bergerak dengan spontan menatap Lee,


"Stop, jangan dekat-dekat!" Lee terlihat begitu menjauh.


"Kamu kenapa sih, memang apa yang salah sama aku? Aku tidak bau!" Yura sampai mencium kedua ketiaknya untuk memastikan jika saat ini tubuhnya tidak bau. "Dan kenapa juga pakek masker?"


"Saya harus melayani Mr Kim, dia harus steril termasuk seluruh yang berhubungan dengan Mr Kim, dan itu tidak terkecuali nona Vi, jika sedang sakit sebaiknya jangan dekat-dekat dengan nona Vi dulu, karena itu berbahaya!"

__ADS_1


"Sakit?" Yura benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar, "Aku tidak sakit!"


"Tapi tadi sepertinya anda sedikit batuk!"


Hahhhhh, nih orang kayaknya memang perlu di kerjai sedikit-sedikit ya .....


Yura pun mulai menampakkan senyum jahilnya, ia mendekatkan wajahnya pada Lee membuat Lee begitu panik,


"Apa yang anda lakukan?"


"Tidak ada, kebetulan saya memiliki virus yang sangat mematikan dan rasanya tidak adil jika virus ini saya simpan sendiri, bagaimana kalau kita berbagi saja?"


Lee pun dengan cepat menepikan mobilnya, tangannya hampir saja menekan handle pintu mobil siap-siap untuk kabur jika benar gadis di sampingnya memiliki virus yang mematikan.


"Anda jangan macam-macam, anda bisa terkena pasal!"


"Memang pasal apa yang bisa menjeratku, pasal cinta iya!?" ucapnya dengan enteng tapi sayangnya tangannya yang seharusnya bertumpu pada kursi malah terpeleset kebawah hingga tubuhnya ambruk dan jatuh tepat di pangkuan Lee.


Seakan waktu berhenti berputar beberapa saat, saat mata mereka saling bertemu tapi dengan cepat Yura mengedipkan matanya,


"Maaf, maaf!" dengan cepat ia beranjak dari Lee.


"Kamu keterlaluan!" Lee mengibas-kibaskan tangannya untuk membersihkan jas dan kemajanya berharap virus atau kuman tidak menempel di sana.


" Dasar Mr clean!?" ucap Yura dengan kesal tapi sepertinya Lee sedang tidak ingin berdebat jadi ia membiarkan saja Yura berkata apapun. Ia secara menjalankan lagi mobilnya, baginya semakin cepat dia mengantar gadis di sampingnya akan semakin baik.


Hingga akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Yura, ibu Yura sudah menunggunya di luar.


"Ya ampun Yura, kamu di antar siapa? Wahhh mobilnya bagus sekali!" ibu Yura begitu terkesima dengan mobil yang di bawa Lee. Ia sampai mengitari mobil itu.


"Nak, kita makan malam bersama ya, hari ini ibu masak spesial!"


"Tapi bu_!"


"Ayolah, jangan sungkan!" ibu Yura segera menarik tangan Lee.


Lee yang awalnya turun hanya untuk membantu Yura mengeluarkan barang-barang belanjaan yang di belikan oleh Divia akhirnya ia terpaksa ikut makan malam bersama keluarga sederhana itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2