
Bahkan pria dingin itu tidak berkata apapun dan langsung merangkak ke arah tempat tidur, menutup tubuhnya dengan selimut sampai sebatas pinggang. Ia mulai mengamati kamar yang sederhana itu.
"Apa ini tempat tidurmu?" tanyanya setelah puas mengamati kamar sederhana berukuran tiga kali tiga meter itu, di dalamnya hanya berisi lemari, rak buku dan meja belajar juga sebuah kasur lantai yang akan di lipat jika tidak di gunakan.
"Hmm!"
"Lumayan!"
Maksudnya lumayan sempit ...., keluh Yura dalam hati. Dia benar-benar pandai menghina orang ...., batin Yura kesal melihat tatapan meremehkan pria dingin itu.
Yura kembali menatap Lee, ia sudah tidak lagi ke kamar mandi walaupun wajahnya masih terlihat pucat, mungkin karena ia sudah mengeluarkan seluruh isi perutnya.
"Apa perut Mr Lee sudah lebih baik?" tanyanya kemudian membuat Lee mengalihkan tatapannya dari kamar itu ke wajah Yura.
"Sedikit!" jawabnya dingin, lalu kembali mengamati kamar itu. Begitu kecil jika di bandingkan dengan kamarnya.
"Bukankah ibumu meminta mu untuk membuatkannya sebuah ramuan?" tanyanya kemudian setelah mengingat ucapan ibu Yura.
Ingat aja dia ....
Walaupun kesal akhirnya Yura pun beranjak dari tempatnya,
"Baiklah, saya akan membuatkannya!"
Yura pun kembali ke dapur, membuatkan larutan oralit, ia mencampurkan garam dapur dan gula ke dalam air hangat.
"Begini anak TK juga bisa, eomma ada-ada aja!" gerutunya karena ibunya terus saja memaksanya untuk melayani Lee.
Hanya butuh waktu lima menit dan Yura sudah kembali, Ia duduk di samping Lee dan menyodorkan segelas larutan yang baru saja di buatnya,
"Minumlah!"
Lee tidak langsung menerimanya, ia menatap ke arah Yura dan bergantian ke arah gelas yang berisi larutan oralit itu,
"Apa kamu yakin?"
"Saya tidak akan berani meracuni Mr Lee, memang Mr Lee pikir saya punya nyali!"
Jangankan melakukannya, berpikir saja sudah takut. Apalagi jika melihat bagaimana banyaknya pengawal yang di miliki ...., batin Yura takut. Kejadian ini saja sudah membuat hatinya was-was. Jika sampai besok pria dingin di depannya tidak juga sembuh mungkin akan menjadi masalah besar bagi keluarganya.
Lee pun akhirnya percaya dan mengambil gelas itu, walaupun dengan ragu ia mulai meminumnya,
"Rasanya aneh!?"
"Memang garam sama gula!" ucap Yura kesal, ia sudah ingin merebahkan tubuhnya tapi pria di depannya itu terus saja memberi perintah.
__ADS_1
"Kamu membohongi saya ya?"
"Dari jaman nenek moyang kalau sakit perut karena mencret itu selalu di kasih minuman seperti itu, memang Mr Lee tidak pernah?"
"Kalau sakit perut ya di kasih obat, bukan seperti ini!"
"Issstttt!"
Minuman itu masih sisa setengahnya dan di berikan lagi pada Yura.
"Baiklah minum saja obat!" Yura kembali beranjak dan menghampiri rak kecil di sisi dinding, ia mengambil sebuah obat.
"Minum saja ini!" Yura menyerahkan obat yang sudah di keluarkan dari bungkusnya dan juga segelas air putih.
"Kamu yakin obat ini bisa di percaya?"
Ribet banget sih jadi orang .....
"Ya kalau besok Mr Lee tidak sembuh juga, Mr Lee bisa tuh meminta pertanggung jawaban pabrik obatnya, itu bungkusnya masih ada!"
Walaupun ragu akhirnya Lee pun meminumnya, ia benar-benar tidak tahan merasakan sakit perutnya.
"Lain kali kalau tidak terbiasa dengan makanan pedas nggak usah repot-repot di makan!"
Mendengar gerutuan dari Yura, Lee hanya menatapnya dengan tatapan tidak suka. Ia sudah terlalu banyak kehabisan tenaga hari ini tidak ada tenaga ekstra untuk kembali berdebat dengan gadis di depannya,
"Baguslah!"
Yura pun segera beranjak dan mematikan lampu kamarnya, ia mengambil selimut dan bantal yang ada di sampingnya lalu bersiap untuk keluar dari kamar,
"Kamu mau ke mana?" tanya Lee sambil mengamati rumah itu.
"Saya akan tidur di luar Mr Lee, apa anda butuh bantuan lagi?" Yura sudah hampir saja kehabisan kesabarannya.
"Apa kamu yakin di kamar ini tidak akan ada yang mengusikku?"
Yura berpikir keras tentang apa yang di maksud Lee,
"Maksudnya pencuri, atau orang jahat begitu? Memang siapa yang akan mencuri di rumah keluarga sederhana seperti kami!?"
"Bukan, yang lainnya!"
"Yang lainnya ya!" Yura kembali berpikir tentang gangguan yang di pikirkan oleh Lee, "Apa semacam kecoak, atau cicak, atau mungkin tikus?"
"Iya!"
__ADS_1
"Kalau ada kecoak, Mr Lee bisa memukulnya dengan pemukul plastik di samping Mr Lee itu!" Yura menunjuk benda yang mirip pemukul kasur saat di jemur, benda berbahan plastik dengan warna biru yang di sandarkan di dinding.
"Jadi maksudnya ada?"
"Iya, sesekali!" jawab Yura dengan entengnya membuat Lee beranjak cepat dari tempat tidurnya.
"Ada apa Mr Lee? Apa ada masalah dengan hewan-hewan itu?"
"Bisakah kamu tidur di sini saja, tidak masalah kita akan berbagi tempat tidur, kamu boleh memberi batas di tengahnya!"
Jadi dia takut kecoak dan teman-temannya ...., aneh penjahat nggak takut sama kecoak malah takut ...., Yura tampak berpikir keras untuk memberikan jawabannya.
Tapi tidur berdua dalam satu kamar dengan pria ini, jika dia benar pemakan sejenis tidak akan bahaya, tapi kalau tidak ...., sambil bergidik ngeri, Yura menyilangkan kedua lengannya di depan dada.
"Jangan berpikir macam-macam, saya juga akan berpikir ribuan kali untuk melakukan itu!" ucap Lee yang sepertinya mengerti arah pikiran Yura.
Jadi benar dia pisang makan pisang ....
Walaupun ragu akhirnya Yura setuju dengan saran Lee. Mereka tidur dalam satu kamar dengan pembatas bantal di tengah mereka.
"Jangan berharap macam-macam dengan saya!" ucap Lee sebelum memejamkan matanya.
"Memang saya akan berharap apa?" tanya Yura, "Anda kan penyuka pisang juga!" ucapnya lagi hal ini berhasil membuat Lee memiringkan tubuhnya dan menatap Yura,
"Maksudnya?"
"Ya seperti yang di beritakan!"
Ohhh jadi dia juga seperti nona Vi, mereka kira kami benar-benar memiliki hubungan ...., Lee tersenyum dan kembali pada posisinya. Berita itu setidaknya sedikit memberi keuntungan baginya saat ini.
Suasana seketika hening membuat Lee kembali menoleh ke sebelahnya dan ternyata gadis itu sudah memejamkan matanya,
"Nona Yura, apa anda sudah tidur?"
"Nona Yura!?"
Beberapa kali Lee memanggilnya tapi tidak ada jawaban membuat Lee dengan cepat memejamkan matanya dan berharap ia tidak akan menjumpai apapun sepanjang malam.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰...