Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 (81. Dia tidak mengantar)


__ADS_3

Kini saatnya dimana Divia kembali ke. Indonesia, ia di antara Yura dan juga Lee tapi Kim malah sama sekali tidak terlihat di sana.


"Lee, apa Kim tidak ke sini?" tanyanya pada Lee.


"Maaf nona, Mr Kim sedang ada urusan!"


Urusan apa yang jauh lebih penting dariku? Dia benar-benar egois.


Vi benar-benar merasa kecewa karena Kim tidak ikut mengantarnya saat ini.


"Vi, ayo! Pesawatnya sudah akan berangkat!"


"Iya sebentar!"


Vi pun kembali mendekati Yura, sahabatnya itu tampak sedih mengantar kepulangannya.


"Yura!"


"Vi, apa kamu akan melupakan aku?"


"Jangan seperti ini, aku tidak mungkin melupakanmu!"


"Baiklah, berjanjilah padaku kamu akan kembali!"


"Pasti, kamu jangan khawatir. Jaga dirimu. Kalau bisa Pepet terus si Lee, dia pria yang baik!"


"Apaan sih kamu Vi!" tampak Yura tersipu malu karena ucapan Vi. Walaupun ia tahu sangat sulit menaklukkan pria dingin itu, tapi akhir-akhir ini sikapnya sedikit hangat.


"Aku pergi!"


Akhirnya Vi benar-benar pergi dan Kim juga benar-benar tidak mengantar kepergiannya. Satu bulan memang bukan waktu yang lama, tapi satu bulan bagi orang yang di Landa rindu rasanya bagaikan satu tahun.


...***...


Pria yang tengah di tunggu oleh Vi itu ternyata kini sudah berada di Jakarta, ia sudah sangat siap untuk menemui keluarga Vi untuk meminta ijin.


Kedatangannya ke rumah besar itu tentu berhasil membuat seluruh keluarga terkejut, terutama Daddy Div. Apa yang di rencanakan ternyata datang lebih cepat.

__ADS_1


"Jadi anda yang bernama Kim Tae Yong?"


"Iya, saya sendiri. Maaf jika kedatangan saya membuat anda terkejut!"


"Saya sudah menduganya!"


"Maafkan saya karena sudah lancang menjalin hubungan dengan putri anda, saya benar-benar serius dan siap menikah dengan putri anda kapan saja!"


"Masalah ini, saya tidak bisa menentukannya sendiri, sebaiknya anda datang nanti malam di acara ulang tahun putra saya! Semua keluarga di sana!"


"Baik, saya setuju!"


Vi memang sengaja tidak langsung pulang ke rumah, ini merupakan salah satu kejutan yang akan ia berikan pada adik laki-lakinya. Gara sengaja membawa Vi ke hotel dan memasukkannya ke dalam kardus besar yang nanti akan di buka oleh Atha.


Tapi sepertinya kali ini yang akan terkejut bukan Atha tapi vi sendiri.


"Sudah siap Vi?" tanya Gara yang sudah siap dengan jas rapi. Begitu juga dengan Vi, dia tampak begitu cantik dengan gaun yang ia kenakan saat ini.


"Masak aku harus masuk sekarang sih? Bagaimana kalau rambutku rusak?"


"Baiklah, aku menyerah!"


Seorang bellboy membantu Gara dan Abimanyu mendorong kardus besar yang berisi Divia ke aula pesta.


Semua keluarga sudah berkumpul dan yang mencolok adalah kehadiran Kim, ia sudah menemui semua keluarga di sana.


Tapi ia belum menemui Divia, sekarang hanya tinggal bagaimana Divia. Apakah dia akan setuju menikah dengannya. Karena saat ini Oma Ratih pun memberikan persetujuannya.


Acara sudah di mulai, terlihat Atha tengah berdiri di depan kue besar dan di temani oleh Daddy dan mommynya, begitu juga dengan adik-adiknya.


Lagi selamat ulang tahu sudah di lantunkan, berlanjut ke lagu potong kue. Tepat saat acara potong kue, Gara membawa kardus yang berisi Vi untuk masuk.


"Coba lihat, kado apa yang kakak bawa!"


"Kak Gara!" Atha benar-benar tertarik dengan kardus besar yang di bawa oleh Gara, ia segera berjalan mendekat.


"Bukalah!"

__ADS_1


"Yakin ini untukku?"


"Menurutmu, siapa yang ulang tahu hari ini?"


"Baiklah, aku akan membukanya!"


Satu persatu pita di buka oleh Atha dan kardus pun terbuka, Divia keluar dari kardus itu.


"Selamat ulang tahun!" ucap Vi sambil berdiri dan merentangkan tangannya.


"Kak Vi!"


"Apa kamu suka dengan surprise ini?"


"Iya, aku suka!"


"Kalau suka, sekarang peluk aku!"


Atha pun segera memeluk Vi, ia benar-benar merindukan saudarinya itu. Terlihat saudara-saudaranya yang lain juga berlari mendekat, mereka saling berpelukan.


Hingga mata Vi yang mulai berkeliling menangkap sosok yang tidak asing baginya,


Beberapa kali ia mengerjapkan matanya, memastikan jika apa yang tengah ia lihat sekarang benar nyata.


Nggak deh, kayaknya ini hanya ilusi, ini nggak mungkin jika Kim ...., Kim di Korea, lalu dia siapa? Apa jangan-jangan Kim punya saudara kembar? Tapi kalau iya, kenapa dia tidak pernah cerita?


Divia pun melepaskan pelukannya, ia memastikan sekali lagi jika itu benar-benar Kim, dan benar saja pria mirip Kim itu tersenyum dan melambaikan tangan padanya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2