
Ersya menatap bingung karena semua orang meninggalkan ruangan kecuali suaminya, dan yang semakin membuatnya bingung sekretaris Revan mengunci pintunya dari luar,
"Hehhh hehhh, kenapa di kunci?"
Ia berusaha membuka pintu itu tapi tidak bisa, lalu menoleh pada suaminya yang tetap duduk dengan santai di atas kursinya.
"Mas, meetingnya sudah selesai ya?" tanya Ersya sambil berjalan mendekati suaminya, tepat satu langkah di depan suaminya tiba-tiba sang suami menarik tubuhnya hingga membuat tubuhnya terhimpit antara suami dan meja besar di depan suaminya.
"Mas ada apa?" tanya Ersya bingung.
Bukannya menjawab, Div menarik Ersya ke dalam pangkuannya dengan tepat menghadapnya, tangan Div menarik baju Ersya ke atas hingga terlepas dari tubuh istrinya dan melemparnya begitu saja hingga menyisakan bra yang menutupi dadanya.
"Aku menginginkanmu!" bisik Div dengan bibir yang sudah merambah kemana-mana seperti sudah tidak bisa di hentikan. Ersya juga merasakan sesuatu yang keras di bawah bokongnya.
Hanya dengan sekali tarikan, Div sudah bisa melepas bra Ersya hingga kini bagian atas tubuh Ersya tidak tertutup oleh apapun. Tangan Div meremas buah dada Ersya dengan penuh nafsu, sepertinya Div benar-benar sudah tidak mampu untuk menahannya. Bibirnya sudah meninggalkan jejak kepemilikan di bagian atas tubuh Ersya.
Setelah melihat Ersya sudah mulai terbawa dengan permainannya, Div pun mendudukan Ersya di di atas meja yang ada di depannya ia berdiri dan melepaskan kemejanya, menggendong Ersya kembali ala bridal style dan membawanya ke sofa kecil yang ada di sudut ruangan.
Div menanggalkan seluruh pakaian Ersya dan mulai menyalurkan hasratnya.
...🍂🍂🍂...
Ruangan itu menjadi sangat berantakan. Berkas berserakan di mana-mana, Div terlihat merapikan kembali pakaiannya. Ersya masih duduk di atas sofa dengan begitu lemah, dia dengan penampilan yang benar-benar berantakan. Rambutnya tidak rapi lagi apa lagi pakaiannya.
"Mas keterlaluan ah, kenapa coba melakukannya di sini, ini ruang meeting bukan ruangan mas!" protes Div.
Cup s
Sebuah kecupan mendarat di bibir Ersya,
"Kalau suami membutuhkan terus gimana dong!" ucap Div yang tidak mau kalah.
"Kan bisa di tahan dulu, nanti kalau sampai di rumah bisa tuh!"
"Begini saja deh, kamu tetap temani aku meeting, biar aku bisa menahannya!"
"Mana bisa, lihat penampilanku!"
"Itu seksi sayang!"
Ersya terdiam, ia seperti mendengar sesuatu yang asing di telinganya.
__ADS_1
"Coba deh mas, ulangi kata-kata terakhir!"
"Mana bisa di ulang!"
"Bisa mas! Ayo lah mas ulangi lagi, aku janji deh mau nemenin mas sampai selesai meeting!"
"Benarkah?"
"Hmmm!" Ersya menganggukkan kepalanya.
"Sayang!"
"Lagi ...., lagi..., tadi kurang jelas!"
"Ah sudah, jangan seperti anak kecil!" Div segera berdiri meninggalkan Ersya, ia menghubungi sekretaris Revan agar meminta seseorang untuk merapikan kembali ruangan meeting itu.
"Mas ayo dong lagi!" ucap Ersya saat Div sudah mengakhiri panggilannya.
Div menoleh lalu tersenyum,
"Sayang!"
"Yesss, aku siap-siap!"
...🍂🍂🍂...
Kini Ersya sudah duduk di samping suaminya, sedangkan sekretaris Revan memilih berdiri di belakang mereka. Ellen dan sekretarisnya juga sudah kembali, mereka melanjutkan meeting yang tertunda.
Wajah Ellen semakin kesal saat melihat beberapa tanda kepemilikan di dada dan leher Ersya yang tidak tertutup dengan jas Div.
Seharusnya aku yang berada di posisi itu ....., batin Ellen kesal. Ia berusaha keras untuk menahannya. Apalagi saat ini tangan Ersya tidak lepas dari genggaman Div, bahkan sesekali bibir Div juga tidak bisa di kondisikan. sesekali bibir itu mengecup bahu Ersya yang tertutup dengan jas tebalnya.
"Jadi ini maksudnya, selain di Indonesia, juga akan di bangun di Perancis?" tanya Div pada salah satu poin.
"Iya, karena menurut saya, kiblat fashion dunia di sana, kenapa kita punya tempat dan juga koneksi di sana dan tidak kita manfaatkan!"
Memang benar apa yang di katakan oleh Ellen, selain tempat di sana mereka juga sudah punya banyak koneksi.
"Tapi tenang saja, di sini kita juga membukanya, kita bisa produksi di sini dan mengirimnya ke sana!"
"Ide bagus, saya setuju!"
__ADS_1
Ellen tersenyum mendengar persetujuan dari Div. Ia sudah maju selangkah, dan menyusun rencana selanjutnya.
Mereka pun mengakhiri meeting hari ini, cukup lancar walaupun harus tertunda selama satu jam.
Kini langit sudah gelap, Ersya sedang duduk di sofa yang ada di ruang kerja Div, ia harus menunggu suaminya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda. Semenjak ada Ersya , Di. jarang membawa pekerjaannya ke rumah. Kalaupun ada itu hanya di hari-hari tertentu saat ia tidak ingin pergi ke kantor. Koki yang bekerja melayani Div saat malam hari pun sekarang sudah berubah fungsi, mereka hanya akan bekerja siang hari. Dan beberapa di antaranya di kirim ke salah satu Restaurant milik Div.
Walaupun masih tetap menjadi bagian Finitygroup, tapi Div juga membangun beberapa usahanya sendiri tanpa campur tangan finitygroup. Hal yang sama juga di lakukan oleh Agra, mereka memang tetap solid mengembangkan finitygroup menjadi kerajaan bisnis yang tidak bisa terkalahkan, tapi juga tidak menutup peluang mereka untuk membangun bisnisnya sendiri.
Bahkan sekarang kafe dan perusahan percetakan milik Agra pun sudah membuka begitu banyak cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Mas, aku lapar!" ucap Ersya, ia memang ke kanti tadi tapi ia bahkan belum memakan separoh dari makanannya dan mereka sudah harus pergi.
Div menghentikan pekerjaannya lalu menoleh pada Ersya,
"Mau makan apa?"
"Masih lama ya?"
"Enggak, tinggal beberapa saja!"
"Nggak usah pesan, kita cari makanan di luar saja! Lagi malas cepet pulang!"
"Kenapa?"
"Nggak ada Divia di rumah!"
Sebenarnya bukan hanya itu alasannya, alasan keduanya ia sedang malas bertemu dengan mama mertuanya. Bukan tidak mungkin Ellen mengadu pada mertuanya tentang kejadian tadi dan dia pasti akan mendapat Omelan mantab dari mertuanya.
"Baiklah, tunggu sebentar ya!"
Div pun bergegas menyelesaikan pekerjaannya yang memang tinggal sedikit.
...Apa yang paling indah dalam sebuah hubungan? Yang paling indah adalah saat ada bumbu yang membuat cinta itu semakin sedap di rasakan. Tak apa kita berdebat tapi setelahnya kita akan menjadi pasangan yang hebat...
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @ tri.ani5249
__ADS_1
...Happy reading 🥰🥰🥰...