
...Kadang apa yang kita duga tidak sama dengan apa yang sebenarnya, memilih diam dan memikirkannya tanpa bertanya, itu bukan keputusan yang tepat. ...
...🌺🌺🌺...
Divia segera bangun dari duduknya, ia meletakkan begitu saja gelas minum nya,
"Vi mau ke mana?" Yura segera menahan tangan Divia agar tidak gegabah.
"Ya temui Dee, seharusnya Lee ada bersamanya kan!"
"Iya kalau ada, kalau enggak?"
"Maksudnya?"
"Ya mereka itu bukan keluarga yang biasa, aku takutnya seseorang telah membela Dee ke sini tanpa sepengetahuan tuan Lee, bagaimana kalau kamu telpon tuan Lee dulu, siapa tahu benar!"
Benar juga .....
Seharusnya ini bukan hal yang asing lagi bagi dirinya, ia bahkan kerap menjadi sasaran orang-orang yang ingin menghancurkan Daddy nya dengan menjebak dirinya dan mungkin saja itu juga terjadi pada Dee. Keluarga mereka tidak jauh beda.
"Benar juga kamu bilang, kalau gitu biar aku telpon Lee dulu!"
Divia pun segera menghubungi Lee, dan benar dugaan Yura. Lee tidak sedang bersamanya.
Setalah telpon terputus, Divia kembali melihat ke arah Dee dan ternyata seorang wanita cantik sedang bercanda dengan Dee.
Dia siapa?
Divia tidak sabar ingin menghampiri Dee, tapi Yura masih berusaha untuk menahan tangannya.
"Vi, kamu serius mau deketin Dee?"
"Hmmm, aku harus tahu Dee sama siapa!"
Divia pun berjalan perlahan menghampiri Dee, ia berdiri di luar pagar tempat bermain anak itu tapi ternyata Dee menyadari kedatangannya.
"Eomma!?"
Karena teriakan Dee membuat wanita itu berdiri dan membalik badannya, melihat ke arah yang sama dengan yang di lihat Dee,
Dee segera melepaskan genggaman tangan wanita itu dan berlari menghampiri Divia.
"Eomma!?" panggilnya manja pada Divia dan memeluknya yang sudah berjongkok tapi tatapan Divia tetap tertuju pada wanita cantik yang saat ini berjalan mendekati mereka.
"Dee, kamu sama siapa?" tanya Divia pelan tanpa mengalihkan tatapannya pada wanita itu, Divia menatap wanita cantik itu dengan penuh kecurigaan.
Dee pun segara melepaskan pelukan Divia dan menoleh pada wanita yang berdiri tidak jauh dari mereka, jarak antara Dee dan Divia dengan wanita itu sama dengan jarak antara Divia dengan Yura yang berada di belakangnya.
Wanita itu memilih menghentikan langkahnya dengan jarak aman.
"Dia Moms Dee!"
__ADS_1
"Moms?" Divia mengerutkan keningnya,
Apa maksudnya dia mantan istri Kim?
Divia mencoba menerka-nerka siapa wanita yang sebenarnya tengah berdiri di sana.
Divia pun kembali berdiri, ia menatap wanita itu. Rasanya ada perasaan tidak rela atau apalah itu, yang jelas dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia tidak suka Dee dekat dengan wanita itu, atau mungkin bukan Dee, ia memikirkan bagaimana bisa Kim meninggalkan wanita secantik ini?
"Maaf aku mengambil Dee tanpa ijin dulu dengan kalian!"
Hahhh dia bisa sesantai itu, atau mungkin dia tidak tahu tentang hubunganku dengan Kim? Tapi memang apa hubunganku dengan Kim? Memang kita punya hubungan?
Divia bahkan merasa bingun sendiri terhadap hubungannya dengan pria itu.
"Kenalkan aku Yee Ri, mommy nya Dee!" wanita cantik itu mengulurkan tangannya pada Divia, walaupun ragu Divia pun menerima uluran tangan Yee Ri.
"Aku Divia!"
"Dee banyak cerita tentang kamu!"
Bagaimana kalau Dee juga menceritakan tentang itu? Divia sudah membayangkan bagaimana perasaan wanita di depannya jika tahu Kim sudah tidak setia padanya.
"Bisa kita bicara sebentar?" tanyanya lagi dan Divia hanya bisa mengangukkan kepalanya.
Mereka memilih duduk di tempat tunggu dengan meja berbetuk lingkaran dengan kursi kecil-kecil yang berada di sekelilingnya.
Tapi belum sampai wanita bernama Yee Ri itu berbicara, terlihat dua pria tengah berlari menghampiri mereka dengan nafas yang terengah-engah. Sepertinya mereka memang baru saja berlari maraton.
"Kapan kamu kembali?" Kim segera memberondongnya dengan pertanyaan.
"Bisa peluk dulu!?"
Tanpa menolak ataupun apa, Mr Kim pun langsung memeluk wanita itu dan Divia hanya tercengang di tempatnya.
Memang aku seakan tidak ada ya, lalu apa gunanya ucapannya kemarin malam? entah kenapa Divia merasa begitu kesal dengan pemandangan ini.
Setalah cukup lama saling berpelukan, Yee Ri pun mempersilahkan Kim untuk ikut duduk, seakan dunia hanya milik mereka berdua bahkan keberadaan Divia tidak di perhatikan di sana.
Lee dan Yura berdiri tidak jauh dari Meraka karena memang mereka merasa tidak ada hubungannya dengan ke empat orang itu.
Walaupun berada di posisi yang begitu dekat terlihat Yura dan Lee saling canggung untuk memulai percakapan.
Mereka pun memilih asik dengan ponselnya masing-masing, sedangkan di sisi lain terlihat wajah tegang dari Divia, berbeda sekali dengan Kim yang terlihat sumringah.
Aku harus berbuat sesuatu ....
Akhirnya setelah berpikir begitu lama, Divia menemukan cara agar bisa terbebas dari mereka berdua.
"Dee, bukankah sebaiknya kita bermain?" Divia mencoba membujuk Dee agar mau menjauh dari mereka.
"Iya eomma!" Dee pun kembali beralih pada Kim dan Yee Ri, "Moms, Kim, Dee ke sana dulu sama eomma!"
__ADS_1
"Iya!"
Akhirnya ....., seakan terlepas dari beban yang begitu berat dan Divia pun segara mengajak Dee ke tempat bermain yang tadi.
Meskipun kini Divia tengah bermain dengan Dee tapi perhatiannya tetap ke arah Kim dan wanita itu. Walaupun begitu tetap saja ia tidak bisa mendengarkan percakapan mereka.
"Apa semuanya sudah selesai?" tanya Kim untuk memulai percakapan.
Dan Yee Ri pun mengangukkan kepalanya, wanita dengan tubuh tinggi dan ramping itu benar-benar seperti member SNSD.
"Tapi ada yang ingin aku bicarakan serius sama kamu?"
"Apa?"
"Aku mendapatkan tawaran pekerjaan di sana, tapi kamu tahu kan dia tahun yang aku lalui tempat Dee itu begitu berat!"
"Lalu?"
"Aku berencana membawa Dee ke sana!"
"Maksudnya!?" Kim terlihat begitu terkejut, ia sampai berdiri dari duduknya.
"Kim, Singapure bukan tempat yang sangat jauh, jika kamu merindukan Dee kamu bisa datang ke sana!"
"Lalu bagaimana dengan nenek?"
"Aku hanya bisa mengandalkan mu untuk itu, aku mohon! Hidupku Sudah cukup berat dengan perginya Jim, aku tidak mungkin berpisah dengan Dee terlalu lama, Kim!"
Melihat wajah tidak berdaya Yee Ri benar-benar membuatnya tidak tega. Tapi berada cukup jauh dari Dee juga hal yang sangat berat. Dengan adanya Dee di sisinya ia masih bisa merasakan kehadiran Jim dalam hidupnya. Tapi akan sangat tidak adil bagi Yee Ri jika memisahkan Dee darinya.
Yee Ri juga berhak atas Dee, bagaimanapun dia ibu Dee.
"Baiklah, aku akan mencoba untuk membujuk nenek!"
"Terimakasih Kim, aku tahu kamu sangat baik! Gadis itu juga sangat baik, kalian cocok!?"
"Isttt!?" Kim hanya bisa mendesis.
"Dee sudah menceritakan semuanya dan aku setuju dengan Dee!"
"Dia memang selalu memerasku!" walaupun kesal tapi terlihat menggemaskan sikap yang di tunjukkan oleh Kim saat ini.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1