Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Mengenal Wilson


__ADS_3

VOP Ersya


Obrolan kami terhenti ketika tiba-tiba seseorang menyapa kami, orang itu adalah suami


Felic, kami menyeka air mata masing-masing.


Suami Felic terlihat begitu panik, aku tahu pasti pengawal pribadi Felic sudah


melaporkan sesuatu padanya.


“Kalian tidak pa pa kan, tidak terjadi apa-apa kan? Mereka tidak menyakitimu kan?”


tanyanya pada Felic, melihat kekhawatiran dan kepanikan di mata suami Felic


membuatku geli, sungguh ironi. Hubungan yang awalnya tidak di dasari cinta


malah menumbuhkan cinta yang begitu kuat sedangkan hubungan yang di dasarkan


oleh cinta, kenapa malah hancur hanya kareena alasan yang tidak masuk akal.


“Aku tidak pa pa …, apa-apaan sih, jangan berlebihan deh ..!” protes Felic, dia memang tidak biasa di perhatikan seperti itu, aku tahu bagaimana Felic. Kami


tumbuh bersama, dia cuek tapi sebenarnya hatinya baik.


“Ya udah kita pulang sekarang, biar Wilson yang mengantar Ersya pulang!” ucap suami


Felic, aku hanya menggelengkan kepala karena jelas aku tidak mau, aku bawa


mobil sendiri, kenapa harus di antar.


“Ya udah aku duluan ya Sya …, sampai jumpa lagi!” ucap felic saat suaminya sudah


menarik tangannya.


Kini di tempat itu hanya tinggal aku dan pengawal pribadi Felic, namanya Wilson.


Kata Felic, pria di depanku itu walaupun penampilannya serius dan sedikit seram


kadang orangnya polos kebangetan. Felic sering mengerjainya.


“Apa kau akan tetap di sini?” tanyaku saat dia sama sekali tidak bergerak dari


tempatnya.


“Saya di minta tuan dokter untuk mengantar anda!”


Ihhhh benar kan dia begitu kaku tapi juga polos, lebih tepatnya penurut banget sama suaminya Felic.


“Aku bawa mobil sendiri, jadi nggak usah di antar segala!”


“Maaf mbak Ersya, tapi mobil anda mungkin sudah sampai di rumah!”


Ucapan Wilson tentu membuatku terkejut hal pertama yang aku lakukan adalah mencari

__ADS_1


kunci mobilku di dalam tas dan di atas meja, tapi aku tidak menemukannya.


Grodakkkkk


Aku menggeser kursi ku dengan sangat kasar dan berlari ke halaman depan kafe, mencari mobilku diantara beberapa mobil yang terparkir, tapi ternyata tidak ada.


“Hahhhhhh…., astaga …., mobil gue ke mana?!”


Aku hanya bisa memegangi kepalaku tidak percaya hingga membuat rambutku tertarik ke belakang semuanya.


Hal selanjutnya yang aku lakukan adalah berbalik pada pria yang telah mengikuti ku itu.


“Wilson …..!”


“Apa mbak Ersya?”


“Lo serius mobil gue udah ada di rumah?”


Tanyaku dan pria itu hanya menganggukkan kepalanya.


“Lo yang ngambil kunci mobil gue?” tanyaku lagi dan lagi lagi Wilson hanya mengganggukan kepalanya.


“Tapi kenapa gue tidak menyadarinya?” tanyaku dan kali ini dia tidak hanya menjawab ku dengan menganggukkan kepalanya.


“Mungkin anda terlalu fokus pada masalah yang lain, jadi anda tidak memperhatikan yang


lainnya lagi!” ucap Wilson aku hanya bisa menghela nafas, dari mana dia bisa belajar ilmu mengambil barang orang lain tanpa di ketahui …, benar-benar


Kadang aku melihat pria itu terlalu naïf, padahal dari penampilannya saja dia itu sangat tegas, tapi ia juga bisa sepolos itu.


“Baiklah …, antar gue pulang aja deh …!”


Aku menyerah, aku membiarkannya mengantar ku dengan mobilnya. Ia berjalan lebih


dulu, berbicara dengan aerophone nya dan saat kami sampai di depan kafe, mobilnya sudah berada di depan pintu keluar.


“Silahkan masuk mbak!” ucapnya sambil membukakan pintu mobil bagian belakang.


“Gue di depan aja sama lo! Lo kan bukan sopir gue, anggap aja kita jalan dengan sesama teman, lagi pula gue butuh temen curhat!”


Aku memilih membuka sendiri pintu mobil depan di samping kemudi sebelum pria itu menjawab ucapan ku.


Setelah aku masuk ke dalam mobil, pria itu tampak berlari mengitari mobil dan duduk di


samping ku di balik kemudi itu.


Mobil pun mulai melaju memecah ramainya jalan raya. Aku masih sibuk mengamati sekitar. Aku sebenarnya hanya ingin tahu apa pria di sampingku itu benar-benar


tahu rumahku.


“Pengen ke klub, temani gue dong!” ucap ku, aku memang sudah berencana ingin ke tempat


itu. Kata orang-orang tempat itu cukup nyaman untuk menghindar dari masalah. Tapi aku belum punya keberanian karena tidak ada temannya, aku juga tidak

__ADS_1


mungkin mengajak Felic, bisa-bisa di sembelih aku sama suaminya.


“Maaf mbak …, tapi saya tidak pernah pergi ke tempat seperti itu!”


Aku cukup terkejut, mana mungkin pria sepertinya tidak pernah ke tempat seperti itu. Sebagian beras rekan kerja prianya sudah punya pengalaman ke tempat itu, bahkan beberapa dari mereka ada yang rutin datang hanya untuk menghabiskan waktu malam


minggunya di tempat itu.


“Lo becanda ya …., muka sudah kayak tukang pukul gitu masak nggak pernah ke sana sih


…!”


“Sebaiknya kita langsung pulang saja mbak!”


“Terserah lo aja sihhh …!”


Akhirnya setelah mengalami sekian banyak perdebatan dengan pria dingin sekaligus kocak


pengawal pribadi Felic itu akhirnya kami sampai juga di depan rumahku.


“Lo kok bisa tahu sih rumah gue? Lo mata-matai gue ya?” tanya ku penasaran.


“Maaf mbak, tapi saya melakukan semua demi nyonya Felic, saya harus tahu siapa saja yang di kenal oleh nyonya Felic dan memastikan semuanya aman untuk di jadikan teman!”


Ternyata Wilson ikut turun denganku, “Kenapa lo turun?”


Bukannya menjawab pertanyaan ku tapi dia malah berjalan masuk dan ternyata mobil ku sudah terparkir di halaman depan rumah ku dengan seorang pria di samping mobil itu.


Aku pun berjalan mengikuti Wilson, dan pria yang berdiri di samping mobil ku menyerahkan sebuah kunci pada Wilson.


“Kalau begitu saya permisi!” ucap Pria itu lalu meninggalkan kami.


Kini giliran Wilson yang menatap ku, dia mengacungkan kunci mobilku yang ada di tangannya.


“Ini kunci mobil mbak Ersya, saya permisi!” ucap Wilson sambil menyerahkan kunci mobil itu padaku, aku hafal dengan kunci itu. Itu memang kunci mobil ku.


"Terimakasih, untuk mobil dan tumpangannya!" ucap ku.


Spesial visual Ersya



Bersambung


...Jangankan untuk mengukur laut, mengukur dalamnya hati kamu aja aku tidak sanggup, atau memang hatimu tidak sedalam itu...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2