Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Season 2 ( 5. Di putuskan)


__ADS_3

Suara sepatu pantofel menggema di lorong sebuah Kedung pencakar langit, sepatu itu berbenturan dengan lantai yang bahkan ia bisa melihat pantulan dirinya sendiri dari lantai itu.


Setiap orang yang berpapasan dengannya selalu memberi hormat dan baru berlalu setelah pria itu berlalu, tapi pria berwajah tampan dan dingin itu sama sekali tidak tertarik untuk mengerakkan bibirnya sekedar membalas sapaan mereka.


Pria itu bernama Kim nam Joon, biasa orang-orang di sekitarnya memanggilnya Mr Kim. Pria berusia dua puluh lima tahun itu sudah memiliki segudang prestasi.


Pemilik serta CEO di perusahaannya sendiri itu begitu misterius. Bahkan ia tidak pernah mengumbar kehidupan pribadinya di depan publik.


Para pencari berita begitu antusias untuk mendapatkan berita dirinya dan keluarganya,


Walaupun begitu ia juga mempunya pacar seorang model cantik terkenal di Korea, namanya Lyla. Tapi seperti yang sudah di ceritakan, bahkan mereka tidak pernah mengumbar hubungannya di publik.


Seperti biasa asisten pribadinya selalu mengikutinya dan memberinya laporan kegiatan yang harus di lakukan seharian ini.


"Selamat pagi Mr.Kim!"


"Pagi, apa jadwalku hari ini?" dia bahkan bicara tanpa berhenti berjalan seolah-olah jika dia berhenti sejenak saja makan ia akan kehilangan banyak kesempatan.


"Jam delapan Mr ada meeting dengan klien dari perusahaan H, jam sebelas ada peluncuran desain terbaru, jam satu ada pertemuan dengan para pengembang, jam lima nyonya ingin bertemu!"


Mereka sudah keluar dari pintu lift dan masuk ke dalam ruangan khusus miliknya. Pria itu segera duduk dan tangannya begitu cekatan membuka berkas yang menumpuk di depannya, berkas-berkas yang siap untuk di tanda tangani olehnya.


"Di luar itu?" tanyanya lagi bahkan tanpa beralih dari menatap berkas-berkas di depannya dengan tangan yang terus bergerak membubuhkan tanda tangan.


"Sebenarnya nona Lyla ingin bertemu!"


Mr Kim mendongakkan kepalanya, saat tangannya ingin membubuhkan tanda tangan ke berkas yang sudah ada di depannya ia urungkan.


"Ada apa?"


"Katanya penting! Dan Mr Kim harus datang!"


"Baiklah, batalkan beberapa jadwal dan saya akan menemuinya lebih awal!"


"Baik Mr! Kalau begitu saya permisi!"


...***...


Siang ini, pria dengan wajah dingin itu sudah menunggu di sebuah taman. Ia melihat gadis yang tengah ia tunggu baru datang.


"Hallo Kim!"


"Hai!"


Pria itu segera memeluk kekasihnya tapi langsung di tepis oleh wanita cantik itu,


"Ada apa sayang?"


"Aku ingin kita putus!"


Ucapan gadis itu seperti badai di tengah hari yang terik ini. Pria itu langsung menarik kedua bahu wanita yang baru saja mengatakan putus padanya, mereka sudah menjalin hubungan selama lima tahun. Lima tahun bukan waktu yang sedikit. Bahkan Mr Kim sudah menyiapkan kejutan untuk melamar wanita itu di hari ulang tahunnya beberapa Minggu lagi, tapi karena kata itu semuanya seakan hilang.


"Sayang, kamu berkata bohong kan? Coba jelaskan padaku apa alasannya agar aku bisa merubahnya!"


"Pertama, kamu terlalu kaku sebagai seorang pasangan, aku butuh ke kehangatan bukan hanya materi, aku juga ingin kita jalan-jalan ke mall, nonton film kesukaan, atau kita bisa bermain bersama di taman bermain, hanya sesederhana itu dan kamu tidak memberikannya!"


"Aku bisa melakukan semua itu, tapi rubah keputusanmu!"


"Tidak, keputusan aku sudah bulat. Lagi pula aku sudah mendapatkan pengganti yang lebih baik dari dirimu! Aku pergi!"

__ADS_1


"Sayang ...!" Mr Kim menarik tangannya tapi wanita itu mengibaskannya dan berlalu begitu saja.


Mr Kim kembali duduk, ia merogoh sesuatu dari dalam saku jasnya. Sebuah kotak bludru berwarna merah, isinya sepasang cincin yang akan dia sematkan di jari manis wanita yang baru saja membuatnya patah hati.


"Ahhhhhh!"


Dengan cepat ia melemparnya ke semak-semak dengan asal.


"Aughhhhh!"


Mendengar keluhan seseorang Mr Kim segera berdiri kembali, ternyata ada seseorang di sana.


Mr Kim segera mendekati semak-semak dan mendapati seorang gadis tengah bersembunyi di sana.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Mr Kim menarik kerah belakang baju gadis itu.


Asisten pribadinya segera mendekat begitu tahu ada orang lain di taman itu,


"Katanya kamu sudah mensterilkan tempat ini, tapi_!"


"Maaf Mr, tapi saya sudah melakukan seperti yang Mr perintahkan!"


Mr Kim kembali menatap menatap gadis yang tengah memohon untuk di lepaskan.


"Sungguh saya tidak sengaja tadi di sini, dan mendengarkan semuanya. Lagi pula ini juga tempat umum, bukan salah saya kan jika mendengarkan pertengkaran kalian!?"


"Lee, periksa dia, ambil ponsel dan apapun itu yang berbahaya!"


"Baik Mr!"


Gadis itu adalah Divia, dia sebenarnya tidak sengaja berada di tempat itu. Ia sengaja mencari tempat di balik semak agar nyaman untuk mencari inspirasi. Ia tidak tahu jika ada pengumuman untuk mengosongkan tempat itu sampai dua jam ke depan. Bahkan petugas tidak menyadari keberadaannya.


"Eitttssss, tunggu jangan main periksa-periksa aja ya. Nggak sopan lihat-lihat barang orang!"


"Maaf nona, tapi saya harus melakukannya!" ucap Lee.


"Sudah jangan banyak bicara, cepat lakukan!"


"Baik Mr!"


Pria yang bernama Lee itu segera mengambil ponsel dan laptopnya.


"Ehhhh, ehhh mau di bawa ke mana ponsel sama laptop aku?" teriak Divia saat kedua pria itu membawa pergi begitu saja dua barang berharga miliknya.


"Kami akan menyitanya!"


"Menyita!?"


Kedua pria itu berlalu begitu saja meninggalkan Divia yang masih bingung, ia segera mengejar saat tersadar tapi terlambat kedua pria itu sudah berlalu dengan mobilnya.


"Ahhh tidak, sial!"


Divia tidak membawa apapun kecuali kotak cincin yang masih berada di tangannya.


"Ini, ahhhh gara-gara ini!" Divia hampir saja melemparnya, tapi dengan ia melemparnya kemungkinan untuk bisa menemukan dua benda berharganya itu akan hilang.


"Nggak, aku harus gunain benda ini buat menuin ponsel dan laptop aku!"


Kedua pria itu tengah di dalam mobil, terlihat Mr Kim hanya diam. Ia tidak tahu harus melakukan apa hari ini. Hatinya sedang kacau, kalau dia bekerja pasti juga tidak akan fokus.

__ADS_1


"Apa yang harus saya lakukan selanjutnya, Mr?"


"Selidiki siapa pria itu!"


"Baik Mr!"


"Sekarang antar saya pulang saja!"


"Baik!"


Tidak berapa lama mereka sampai di sebuah rumah mewah, Lee mengikuti Mr Kim masuk dan di tangannya masih membawa dua benda milik Divia.


"Apa yang harus saya lakukan dengan benda ini Mr?"


"Letakkan saja di kamar saya!"


"Baik!"


Lee berlalu sedangkan Mr Kim memilih untuk menuju ke dapur. Ia mengambil air dan meneguknya hingga habis.


"Kim, kamu pulang?" suara anak kecil itu berhasil membuat Mr Kim menoleh padanya.


"Iya, kamu di rumah?"


"Hari ini aku bosan, aku tidak bisa pergi ke taman bermain!"


Mr Kim pun berjongkok di depan anak laki-laki itu dan menggenggam kedua tangannya.


"Dee, Kamu harus pergi ke sekolah biar kamu punya banyak teman!"


"Kim, kamu terlalu sibuk, aku malas ke sana sendiri!"


Dee, anak kecil itu tiba-tiba meninggalkan Mr Kim begitu saja dengan wajah kesalnya.


Lee melihat hal itu dari kejauhan, ia pun segera mendekati Mr Kim,


"Apa kamu sudah menemukan seseorang untuk merawatnya?"


"Sejauh ini belum menemukan yang cocok Mr, Dee selalu saja menolak kepada setiap yang datang!"


"Temukan yang cocok secepatnya!"


"Baik Mr!"


Dee adalah keponakannya, ia sudah merawat anak itu semenjak kecil. Ia juga sudah menganggapnya sebagai putranya sendiri. Kakak laki-lakinya meninggal di sebuah kecelakaan sedangkan istri kakaknya memilih pergi karena suatu hal.


Dee tumbuh menjadi anak yang tertutup, ia tidak pernah mau bicara kecuali dengan Kim.


Hal itu membuatnya kesulitan menemukan baby sitter untuk Dee.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2