Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda
Liburan


__ADS_3

Hari


ini Divta sudah bersiap siap dengan koper kecilnya, ia berencana mengajak Divia


ke sebuah resort yang ada di tepi pantai sekalian untuk bekerja. Selain


mengajak sekretaris Revan, Divta juga mengajak Rangga karena Divia lebih dekat


dnegan rangga di banding dengan Revan.


“bagaimana


Iyya sayang …, kamu sudah siap?” tanya Divta, dan dengan semangat gadis kecil


itu membawa tas kecilnya.


“Iyya


cudah ciap, dad …! Nanti di cama ada mam Iyya nggak?” tanya Divia saat ebrada


di gendongan daddy nya itu.


“:Kamu


tahu …, mammy nya Iyya itu ada di manapun, nanti pas malam kita bisa lihat


bintang di langit, lihat mom nya Iyya di antrara bintang itu!”


“Yeyyyyy


…., Iyya mau!”


“Ya


sudah …, kita berangkat ya …!”


Sekretaris


Revan dan Rangga sudah menunggu di depan rumah, saat Divta dan Iyya datang,


sekretaris Revan pun membukakan pintu untuk mereka.


Setelahmemastikan


semuanya sudah masuk, mobil pun mulai melaju meninggalkan rumah divta. Rangga


duduk di balik kursi kemudi dan sekretaris Revan duduk di sebelahnya. Divta dan


Iyya duduk di belakang.


Butuh


waktu hampir dua jam untuk sampai di lokasi, kedatangan mereka langsung di


sambut oleh para pengelola resort.


Sampai


di lokasi, Iyya tertidur pulas di gendongan daddynya, Divta segera membawa Iyya


ke kamar mereka.


“Tolong


kamu jagain Iyya ya …, biar saya dan sekretaris Revan saja yang menemui klien!”


ucap Divta pada Rangga.


“baik


pak!”


Akhirnya


Divta meninggalkan Iyya yang sedang tertidur dengan Rangga. Jendela kamar itu


langsung terhubung dengan pantai yang ada di belakang, Rangga pun tertarik


untuk melihat pantai itu, udaranya begitu sejuk, angina sepoi-sepoi menerpa


kelambu , Rangga pun menutup sedikit jendela kaca itu, tapi tangannya tergenti


saat melihat seseorang yang ebgitu ia kenal sedang main kejar-kejaran di pantai


itu.


“Fe


….!” Gumamnya, hatinya begitu sakit saat melihat Felic begitu mesra dengan


suaminya, ia benar-benar belum bisa move on dengan perasaannya.


“Apa


cintamu masih milikku Fe …?”


Rangga


pun memilih untuk menutup jendela itu dan menghampiri Iyya, ia tidak mau sampai


terbawa perasaan.


***


Setelah


urusan penyambutannya dengan klien selesai, Divta pun kembali ke kamarnya. Ia

__ADS_1


melihat Dibia sudah bangun dan sedang bermain dnegan Rangga.


“Dad


…, dali mana aja?” tanya Iyya saat melihat Divta datang.


‘Maaf


ya sayang …, tadi daddy kkerja sebentar, kamu tidak bosan kan?” tanya Divta, ia


mengusap kepala putrinya itu dan mencium keningnya.


“Ada


om Langga …!”


“Baiklah


…, terimakasih ya Rangga! Kamu boleh istirahat sekarang!” ucap Divta.


“baik


pak!”


 Rangga pun meninggalkan Divta dan Iyya. Divta


pun duduk di samping Iyya dan melihat apa yang sedang di mainkan oleh putrinya


itu, ternyata putriya itu sedang menggambar.


“Lagi


gambar apa sayang?”


“Iyya


bambal bidadali Iyya!”


“Bidadari?”


“Iya


dad …, ini gambal Iyya, telus bambal daddy dan ini gambal bidadali!” ucap Iyya


sambil menunjuk gambar itu.


Wahhh gawat nih, Iyya udah mulai


bahas tentang Bidadari lagi …, nyesel ngomong kalau wanita itu bidadari ….,


orang kasar kayak gitu kok bidadari ….


“Gimana


kalau gini Iyya, Iyya mandi dulu ya, trus makan dan nanti kita liat bintang di


pantai, mau?”


dong dad….!” Ucap Iyya.


Divta


pun segera membawa Iyya ke kamar mandi, memandikan Iyya dan mengganti bajunya.


Divta begitu telaten mengurus Iyya, seandainya ia tidak punya pekerjaan di


kantor mungkin waktu Divta akan di habiskan hanya untuk merawat Iyya. Tapi ia


memang punya tanggung jawab lain sebagai CEO perusahaan besar.


Setelah


selesai memandikan Iyya dan mengganti bajunya, Divta pun segera mengajak Iyya


makan malam di pinggir pantai sambil memandangi langit.


“makan


yang rapi sayang!” ucap Divta saat Divia terus saja bergerak.


“Iya


dad!” Iyya pun kembali tenang di bangkunya.


Setelah


menghambiskan makanannya, mereka tidak berpindah dari tempat itu karena


udaranya di sana tidak terlalu dingin jadi masih baik untuk Iyya. Divta sudah


memakaikan jaket dan juga penutup kepala untuk melindungi Iyya dari hawa


dingin.


Sekaramng


divta sudah memangku Iyya, mereka memandangi binta-bintang di langit, melihat


keiandahan langit malam itu.


“Dad


…!”


“Hemmm


…!”

__ADS_1


“Itu


uncle doktel …!” ucap Divia sambil menunjuk kea rah lantai dua yang ada di


seberang tempatnya duduk.


“Mana?”


tanya Divta.


“Itu


Dad …!”


“Hutss


…, jangan di lihat!” ucap Divta sambil menutup mata Divia dengan telapak


tangannya saat melihat dokter Frans dan Felic sedang berciuman di sana.


“Kenapa


Dad …?” tanya Iyya sambil berusaha untuk membuka penutup matanya.


“Pokoknya


nggak boleh sayang, Iyya lihat bintang saja ya …!”


Dunia memang


sempit ya …., bisa-bisanya di temoat yang


jauh dari rumah aja bisa ketemu sama dia …., batin Divta sambil terus


mengalihkan mata iyya ke tempat lain.


***


Pagi


ini Rangga berencana untuk jalan-jalan melihat matahari terbit, sebenarnya


kemarin Iyya minta di bangunkan untuk melihat matahari terbit, ternyata saat di


bangunkan, Iyya tidak mau bangun. Rangga pun memutuskan untuk melihat matahari


terbit sendiri.


Ia


begitu terkejut saat melihat ada seseorang yang sedang ia kenal sedang berdiri


sendiri di tepi pantai. Rangga pun segera menghampirinya.


“Pagi


Fe …!” sapa rangga membuat Feliuc begitu terkejut, ia pun menoleh ke belakang


dan menatap rangga.


“Ga


…., ngapain di sini?” tanya Felic.


“kebetulan


sekali ya, atau aku tahu jika saat ini kamu membutuhkan aku!”


“Ga


…!”


“Fe


…!” rangga mengulang kata Felic, ia tidak suka ucapannya di potong.


“Gue


tanya serius Ga!”


“Gue


juga ngomong serius Fe!”


Terlihat


Felic marah pada Rangga, ia memilih memalingkan wajahnya, ia tidak mau membuat


kesalah pahaman lagi.


“Aku


sedang ada perjalanan bisnis bersama pak Divta! Semalam aku melihat mu di sini,


aku kira aku sedang berhalusinasi tapi ternyata pagi ini aku benar-benar


bertemu denganmu!”


Bersambung


 


 


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dnegan memeberikan like dan komnetarnyanya kasih vote juga yang banya ya


Follow ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


happy Reading


__ADS_2