
"Lihat, sepertinya ada kelompok lain yang datang." Kalimat beberapa orang di sekitar menarik perhatian kelompok Zhang Yu, tak terkecuali Zhang Yu sendiri.
Satu kelompok yang terdiri dari delapan orang, mengenakan pakaian merah, berjalan begitu angkuh seolah mereka yang paling berkuasa di tempat ini.
"Mereka! Pakaian yang mereka kenakan sama dengan kelompok sebelumnya."
"Ya, mereka dari kelompok yang sama!"
Wu Zetian dan Tang Yue berkata bergantian. Hong Men yang melihat kemarahan di mata mereka pun segera menjelaskan. "Tentang sebelumnya. Ini sungguh kesalahpahaman. Aku mengira kalian adalah bagian dari klan Yan yang mengincar peta pagoda naga dariku. Jadi ketika melihat kalian aku tak bisa menahan diri untuk menyerang."
Wu Zetian terlihat menyatukan dua alisnya. "Keterlaluan! Kau hampir membunuh kami dan bilang itu hanya salah paham?!"
Hong Men menggaruk tengkuk kepala yang tak gatal. "Aku bilang ini salah paham. Jika kalian mengatakan bukan bagian dari Klan Yan, aku juga tidak akan menyerang sembarangan."
"Bedebah! Bagaimana kami bisa tahu apa yang kau pikirkan jika kau datang-datang langsung menyerang!" Wu Zetian masih tidak terima. Dia hampir kehilangan nyawa dan sang pelaku malah mengatakannya sebagai kesalahpahaman.
"Ada hal seperti itu juga? Aku benar-benar minta maaf atas nama temanku." Hong Shen terlihat sangat santun. Dia hati-hati dan penuh kelembutan. Tapi tetap saja, aura tubuhnya terasa mencekam.
Wu Zetian diam sejenak sambil menatap mata Hong Shen. Dia mengalihkannya karena merasa tertekan. "Ka-karena temanmu sudah meminta maaf juga, bagaimana mungkin aku masih mengungkitnya. Aku memaafkanmu."
Hong Shen kembali menarik senyum di wajahnya, dia menatap kelompok Klan Yan dengan tatapan yang tidak mudah diartikan.
__ADS_1
"Portal menuju dunia ini ditemukan di dekat wilayah Klan Yan. Mereka mengirim lebih dari tiga ratus orang untuk masuk ke tempat ini, itulah kenapa mereka sangat arogan dan merasa mereka adalah penguasa."
"Tapi aku tidak mengira ternyata sebelum portal di wilayah Klan Yan itu muncul, ternyata sudah ada portal lain yang lebih lama terbentuk. Harusnya itu adalah kalian, bukan? Akademi Kekaisaran?"
"Ini adalah pertama kali aku masuk ke tempat ini. Tapi memang penjelajah ke dunia ini sudah ada cukup lama," jawab Zhang Yu.
Hong Shen menganggukkan kepala, lalu melirik jam pasir yang akan habis. "Sepertinya pintu pagoda naga akan segera terbuka. Kami perlu bersiap, kalian harus berhati-hati."
"Selain Klan Yan, Klan Wei juga harus kalian waspadai. Mereka memiliki cukup banyak orang. Meski tidak se angkuh Klan Yan, tapi mereka tak segan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalan mencapai tujuan." Setelah berkata dia membalikkan badan lalu melangkah kembali ke kelompoknya yang ada di dekat jam pasir.
Zhang Yu dan kelompok diam terpaku, perhatian mereka tertuju pada beberapa kelompok berpakaian kuning yang ada di sekitar.
"Aku baru sadar jumlah kita di sini hanya seperempat dari mereka. Ternyata tidak begitu banyak murid akademi yang berhasil sampai di tempat ini." Wu Zetian memperhatikan dengan serius. Menghitung sambil memperkirakan dengan cermat
"Mungkin juga mereka ingin datang tapi tanpa sengaja berhadapan dengan beberapa masalah."
Tang Yue dan He Jiao menyahut secara bergantian. Pandangan mereka bertiga kemudian fokus pada tujuh pria yang berdiri begitu perkasa mengenakan pakaian murid Akademi Kekaisaran.
"Pangeran Ketujuh, meski dia yang paling muda tapi dia paling tampan di antara ketujuh pangeran. Wajahnya, kulitnya ... Bahkan aku yang seorang wanita pun merasa minder ketika melihatnya." Tang Yue mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan. Matanya yang bulat jelas sekali menunjukkan kekaguman.
Wu Zetian dapat melihatnya. Dia mendengus dongkol dengan perasaan marah. "Apa bagusnya kulit semulus itu? Dia terlihat seperti wanita. Benar tidak, Zhang Yu?"
__ADS_1
Zhang Yu tak mengatakan apapun. Matanya fokus menatap Xuan Yin yang kini juga diam-diam menatap ke tempatnya.
Untuk waktu yang lama mereka hanya saling melempar kontak mata tanpa bicara. Semakin dalam dan semakin dalam, sampai cahaya merah menyeruak dari celah pintu pagoda yang perlahan terbuka.
"Sudah saatnya! Jam pasir sudah habis, pintu akan terbuka!"
Seruan bersemangat beberapa orang menjadi akhir tatapan di antara mereka. Di waktu yang sama pintu hitam besar itu perlahan terbuka, hampir tidak ada yang tidak berlari masuk ke sana berlomba menjadi yang pertama.
"Saudara Ketujuh, apa yang kau tunggu? Ayo kita juga masuk."
Xuan Yin mengangkat wajahnya menatap saudara pertamanya. Mereka bertujuh kemudian mengikuti ratusan orang lainnya untuk masuk ke dalam pagoda. Dia sengaja berhenti ketika berpapasan dengan Zhang Yu di antara pintu.
"Kau harus berhati-hati dengan kelompok Klan Yan. Mereka sedang mencari orang dan ciri-cirinya sangat mirip denganmu."
Zhang Yu terdiam ketika mendengar hal ini. Dia menoleh ke samping untuk bertanya tapi Xuan Yin sudah masuk bersama keenam saudaranya.
"Apa maksudnya? Klan Yan mengincar ku?"
Tidak dipungkiri dirinya memang terlibat masalah dengan Klan Yan. Bahkan tidak hanya sekali dua kali. Namun pada setiap kesempatan dia tak pernah sekalipun melepaskan orang-orang Klan Yan. Selalu membunuhnya.
Jadi bagaimana mereka tahu tentangnya?
__ADS_1
"Zhang Yu, apa kau tidak ingin masuk? Hampir semua sudah masuk ke dalam, kita harus cepat agar kesempatan mendapatkan warisan lebih terbuka."
Zhang Yu berdehem pelan lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam. "Kau benar. Jangan sampai kita ketinggalan."