Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 264


__ADS_3

Satu minggu berlalu setelah Zhang Yu menciptakan pembatas di kawasan pantai. Meski keberadaan tirai samar itu benar-benar baru dan pertama kali, tetapi perlahan penduduk yang tinggal di wilayah itu mulai terbiasa dengan keberadaannya.


Sekarang, Zhang Yu berada di kediaman bersama sang bibi yang baru mempelajari teknik bertarung dengan pedang kelas menengah pemberiannya.


Pakaian coklatnya yang memanjang terlihat mengibas dan tampak berapi-api saat dia mulai mengayunkan pedangnya.


"Zhang Yu, bagaimana menurutmu perkembangan Bibi? Apa sudah lebih baik?" tanya Zhang Bing.


"Ya. Sudah lebih baik. Bibi hanya perlu mengasahnya lagi dan teknik pedang itu akan menjadi lebih bernyawa."


Zhang Bing tersenyum puas mendengar jawaban Zhang Yu. Dia menyimpan pedangnya, kemudian duduk di sana sambil mengeluarkan minuman.


"Masih ada banyak waktu untuk melanjutkannya. Bibi ingin beristirahat sejenak," ucapnya.


Sambil menenggak minuman Zhang Bing terus memperhatikan Zhang Yu. Dia menjadi penasaran saat melihat keponakannya itu mulai berdiri dari tempatnya dan berniat pergi.


"Kau akan kemana?"


"Bibi lanjutkan saja latihannya. Aku harus pergi sebentar." Tidak membuang lebih banyak waktu Zhang Yu segera meninggalkan halaman kediamannya. Dia terus berjalan hingga tak lama kemudian sampai di gerbang klan.


"Kenapa? Apa kau merasakan sesuatu dari pembatas itu?" tanya Long Shen. Dia tahu jika pembatas itu dapat memberikan rangsangan khusus terhadap penciptanya. Karena Zhang Yu yang menciptakannya, Zhang Yu dapat segera mendeteksinya jika terjadi sesuatu pada pembatas tersebut.


"Aku tidak yakin. Tapi sepertinya ada energi kekuatan yang cukup besar mendekati pembatas."


Zhang Yu segera berlari dari klan ke pantai untuk melihat keadaan di sana. Ketika dia sampai, matanya yang bulat tak bisa lepas dari bayangan kapal yang ada di bagian luar pembatas dengan bendera warna hitam di puncak layarnya.


"Menara Iblis!" gumam Zhang Yu membaca tulisan putih pada bendera itu.


"Mereka datang begitu cepat," ucap Long Shen.


Baik Zhang Yu ataupun dirinya sudah menduga jika Menara Iblis akan datang. Tetapi sungguh tidak satu pun dari mereka yang mengira akan secepat ini.

__ADS_1


"Zhang Yu, apa rencanamu?" tanya Long Shen tiba-tiba menjadi tertarik.


Bukan karena ingin melihat Zhang Yu dalam masalah. Tapi ingin melihat bagaimana Zhang Yu akan menghadapi masalah ini.


"Menurut informasi yang diberikan Shin waktu itu, jelas Menara Iblis memiliki paling sedikit lima kapal berukuran besar. Namun yang datang kali ini hanya satu kapal berukuran sedang. Apa itu tanda jika mereka tidak semua sampai ke Daratan Zhen Yang?" Ketika memikirkan ini Zhang Yu terus mengamati dari kejauhan bagaimana beberapa orang Menara Iblis yang ada di kapal mulai mengeluarkan pedang kemudian secara serentak mencoba menghancurkan pembatas.


Berbagai macam serangan, mulai dari api sampai air, bergantian menerjang pembatas samar yang membentang sepanjang garis tepi pantai laut timur Kota Qian Gu.


"Tak disangka, ternyata di tempat ini memiliki orang yang cukup berkemampuan. Pembatas seperti ini bahkan sudah masuk dalam teknik formasi tingkat tinggi di Pulau Naga," kata pria yang berdiri di depan kapal sambil meletakkan tangannya bersedekap di depan dada.


Namanya adalah Mo Yasha. Pemimpin kapal tingkat kedua yang bertugas menangkap orang-orang Suku Niao yang melarikan diri dari pulau.


Perjalanan panjang membawanya sampai ke daratan Zhen Yang.


"Senior, kami tak bisa menghancurkan pembatas ini!" seru bawahan Mo Yasha.


Pria setengah baya dengan rambut putihnya yang panjang itu menatap ke sekeliling sebelum menarik tangannya yang bersedekap di dada.


"Teratai api!"


Pada saat itu pedangnya yang berwarna merah memancarkan cahaya yang menyilaukan. Teratai api yang berukuran sangat besar melayang di atas kapal sambil berputar pelan.


Energi yang dikeluarkan sangat hebat. Laut yang semula terlihat tenang, sekarang bergejolak dengan gelombang-gelombang besar.


"Senior, apakah menurutmu ini akan berhasil?"


Mo Yasha tertawa percaya diri mendengar ucapan salah satu bawahannya. Dia berkata, "Tentu saja. Ini akan mudah."


Bersama dengan kalimatnya, teratai api yang sangat besar itu bergerak ke arah pembatas dengan kecepatan yang luar biasa.


Shut...

__ADS_1


Blar!


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi. Suaranya yang menggema hingga membuat telinga berdengung seketika. Bahkan jika diperhatikan, air laut yang berada tepat di titik serangan benar-benar terangkat seperti ada yang mengendalikan.


Puluhan orang di atas kapal bersorak karena tirai pembatas tak lagi tampak di depan mereka. Semua orang beranggapan setangan itu benar-benar telah berhasil menghancurkannya.


Namun, Mo Yasha menyadari ada sesuatu yang janggal dalam situasinya saat ini. Pria itu menatap ke depan. Menatap kepulan asap yang masih bergumul di jarak ratusan meter di depannya.


"Aneh," gumamnya.


Mo Yasha menatap jangkauan serangan teratai api miliknya. Tempat ledakannya jelas berada terlalu jauh dari garis pembatas berada. Jika pembatas itu hancur karena serangannya, seharusnya teratai api itu hancur tepat di garis pembatas. Atau setidaknya berada tidak terlalu jauh.


"Senior benar-benar hebat. Bahkan pembatas sekuat itu pun dapat dengan mudah dihancurkan."


Mo Yasha menyipitkan mata. Perlahan dia melirik bawahannya yang baru saja memujinya. "Tidak. Sepertinya pembatas itu hilang bukan karena serangan teratai api."


"Apa?" Bawahan yang ada di sekitar sontak terkejut dan tak percaya. Mereka mulai beranggapan jika Mo Yasha berusaha merendah dengan kemampuannya.


Tetapi Mo Yasha tidak mungkin menjelaskan masalah ini secara gamblang pada puluhan orang di kapal. Dia fokus mencari ke beberapa titik di sekitar tempat ledakan berharap menemukan sosok di balik pembatas tersebut.


Kebetulan pada saat itu kepulan asap perlahan menghilang. Zhang Yu berdiri di tempat di mana ia menciptakan pembatas sebelumnya, dia berdiri di sana sambil menatap Mo Yasha yang juga sedang melihat ke arahnya.


"Ternyata kau orangnya!" ucap Mo Yasha sambil masih berusaha menelisik sosok di hadapannya.


Tetapi Zhang Yu bahkan tak gentar ketika di tatapan dengan lekat seperti itu. Dia meletakkan batu kapur merah yang sudah dinonaktifkan lalu mengeluarkan pedang semesta.


"Pria yang ada di tengah sepertinya memiliki kekuatan yang tidak rendah. Dia juga memiliki tingkat kekuatan jiwa yang lumayan. Dia akan jadi lawan yang merepotkan."


Zhang Yu mengangguk samar. "Aku tahu. Dia dapat mengeluarkan serangan seperti itu saja sudah menunjukkan tingkatannya yang berada di tingkat setengah abadi."


"Beruntung aku segera menonaktifkan segel pembatas itu sehingga tak rusak oleh serangannya," tambahnya.

__ADS_1


__ADS_2