
"Apa?!"
Zhang Long seperti tidak mampu mendengar dengan benar apa yang disampaikan istrinya. Dia menatap mata Xiao Mei yang agak memerah lalu memintanya mengulang kembali kalimatnya.
"Yin'er hamil."
"..."
Tidak ada yang dapat dikatakan Zhang Long pada situasi ini. Apa dia harus senang karena akan mendapat cucu? Atau harus sedih karena putranya terjebak dalam turbulensi ruang dan tidak diketahui nasibnya.
"Yang lebih membuatku menyesal adalah Zhang Yu tidak mengetahui kondisi Yin'er. Aku sudah memintanya kembali karena ingin memberinya kejutan. Tapi ...." Suara Xiao Mei sedikit serak saat mengatakannya. Dia memeluk Zhang Long dan kembali menangis memikirkan masih ayah serta putranya.
...
Di tempat lain yang menyerupai bidang kosong tak berpenghuni, Zhang Yu dan Xiao Nie perlahan bangkit setelah pingsan untuk beberapa saat.
"Kakek, apa kau baik-baik saja?"
"Zhang Yu, bagaimana keadaanmu?"
Mereka bertanya satu sama lain secara bersamaan.
"Aku baik-baik saja," jawab Zhang Yu. Dia mengusap noda darah di sudut bibirnya lalu berusaha berdiri dengan tegap.
"Sepertinya kita terjebak dalam dimensi gelap setelah terhisap masuk turbulensi ruang. Arg ....!" Xiao Nie memegang dadanya dan memuntahkan seteguk darah segar saat baru saja berdiri.
Zhang Yu segera memapahnya. "Kakek, kau terluka."
__ADS_1
Xiao Nie mengeluarkan ramuan pembeku darah dari cincin penyimpanannya. Dia langsung meminumnya dalam sekali tegukan dan perlahan kondisinya menjadi lebih baik.
"Zhang Yu!"
Gelang di tangan Zhang Yu bersinar. Itu adalah suara Long Shen yang mencoba berkomunikasi.
"Kau harus segera pergi dari tempat ini. Semakin lama kau di sini, kau tidak akan pernah bisa keluar."
Tubuh Zhang Yu menegang mendengar ucapan Long Shen. Dia mengangkat wajahnya, "Kakek, kita harus keluar dari dimensi gelap ini secepatnya."
"Ya. Tapi bagaimana kita bisa keluar?" Xiao Nie mengedarkan pandangannya. Tetapi selain ruang hampa dia tak menemukan sesuatu yang lain.
"Satu-satunya cara yakni melalui retakan dimensi. Kalian harus menemukannya," kata Long Shen.
Zhang Yu memberitahu kakeknya apa yang dikatakan Long Shen. Mereka pun berjalan menelusuri ruang hampa itu dan mencari retakan dimensi yang menjadi harapan keluar dari tempat ini.
Tidak ada yang tahu berapa lama mereka akan berjalan. Satu hari, satu minggu, bahkan satu bulan. Bahkan pada detik ini Zhang Yu dan Xiao Nie sedikit merasakan frustrasi karena tak kunjung menemukan jalan keluar. Mereka seolah jalan di tempat dan tak berpindah meski telah melangkah ribuan kilometer.
"Bahkan jika kakek melarang, aku tidak akan pergi dari sana. Itu tidak akan merubah keadaan," kata Zhang Yu.
Xiao Nie hanya menghembuskan nafas. Tidak dipungkiri turbulensi ruang dapat dihentikan karena mereka menggabungkan kekuatan. Tanpa bantuan Zhang Yu, turbulensi ruang itu sudah pasti akan semakin besar dan melahap semuanya.
"Kakek!"
Zhang Yu menahan langkah kakinya sambil memperingatkan kakeknya. Tentu saja Xiao Nie spontan berhenti kemudian secara bertahap mengangkat wajahnya memandang ke depan.
Tepat di depan mereka tampak gumpalan bayangan hitam besar yang setiap permukaannya diselimuti petir.
__ADS_1
Anehnya bayangan hitam ini memiliki mata dan mulut seperti binatang. Tapi tak memiliki aura layaknya makhluk hidup pada umumnya.
"Makhluk dimensi!"
Suara Long Shen terdengar lirih tapi Zhang Yu mendengarnya cukup jelas.
"Apa itu makhluk dimensi?" tanyanya.
"Makhluk yang tinggal di dimensi gelap. Tidak memiliki aura ataupun Qi, tapi makhluk ini sangat kuat. Bahkan dalam sejarah di alam naga, kekuatan makhluk bayangan ada yang di atas tingkat abadi."
Sulit bagi Zhang Yu percaya dengan ucapan Long Shen. Namun, tidak ada alasan bagi dewa naga untuk mengarang cerita yang jelas tidak berhubungan sama sekali dengannya. Terlebih Zhang Yu tahu tingkat kekuatan dewa naga dahulu berada di tingkat abadi.
"Zhang Yu, makhluk ini memiliki hasrat membunuh yang kuat. Sepertinya dia memandang kita sebagai makanan." Xiao Nie mengeluarkan pedang. Matanya tak bisa lepas dari makhluk dimensi yang penampakan wujudnya mirip dengan paus pembunuh.
Pada saat yang sama Zhang Yu juga membentangkan pedangnya. Seperti mengerti jika sang lawan telah bersiap, makhluk dimensi bergerak cepat untuk menerjang.
Benar-benar kuat. Serangan gabungan teknik mata pedang evolusi terakhir pun mampu dihancurkan. Sontak hal itu membuat Zhang Yu dan Xiao Nie menjaga jarak.
Berbagai upaya dan cara dilakukan untuk mengalahkan makhluk dimensi. Namun seolah tidak memiliki celah, makhluk dimensi terlalu sulit dikalahkan. Terlebih medan pertarungan yang dikenali nya, makhluk dimensi jelas lebih unggul dalam berbagai aspek jika dibandingkan dengan Zhang Yu dan Xiao Nie.
Sungguh kerja keras bagi mereka untuk bertahan sampai detik ini. Paling tidak ada lima serangan fatal yang berhasil mereka hindari. Meski tidak bisa memberi serangan balasan, tapi dengan bertahan makhluk dimensi terlihat mulai bosan.
Makhluk dimensi diam tak bergerak setelah menyerang dengan gombang suara. Detik berikutnya secara bertahap wujudnya memudar dan seketika menghilang seolah tidak pernah muncul di sana.
"Tetap waspada! Mungkin makhluk dimensi itu masih bersembunyi dan mencintai kita untuk menyerang." Xiao Nie berputar tiga ratus enam puluh derajat untuk memeriksa.
"Ini aneh karena makhluk dimensi tiba-tiba mundur. Tidak mungkin kan dia kehabisan tenaga lalu melarikan diri dari pertarungan?" gumam Xiao Nie.
__ADS_1
Zhang Yu yang penasaran pun terlihat mengerutkan keningnya. Dia menatap lurus ke depan berusaha menjangkau jarak yang lebih jauh untuk memastikan.
Satu detik kemudian matanya terbuka sepenuhnya menatap satu fenomena jauh di depan sana. "Ka-Kakek, mungkin hal inilah yang membuat makhluk dimensi melarikan diri."