Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 221 : Anugerah Surga


__ADS_3

Zhang Yu kembali pindah ke penginapan lain setelah pertarungan malam itu. Tetapi ada satu hal yang cukup menarik perhatiannya tentang Kedai Bulan Merah. Yakni tentang adanya dualisme yang terjadi dalam kepengurusannya.


Pemimpin Kedai Bulan Merah baru saja diangkat beberapa bulan yang lalu. Sayangnya pemimpin lama tidak terima hal itu dan mulai mempengaruhi anggota Kedai Bulan Merah yang setia padanya untuk tak mengakui keberadaan pemimpin baru.


Zhang Yu menghubungkan masalah ini dengan sikap pria bertopeng. Sikapnya yang seperti tidak peduli dengan kematian rekannya. Kemungkinan disebabkan perbedaan kepercayaan pada pemimpin Kedai Bulan Merah.


"Yu Gege, apa maksud kalimat ini? Aku sudah berkali-kali membacanya tapi masih tidak mengerti." Di tengah makan siang, Song Yixue tiba-tiba menunjukkan gulungan di tangannya. Itu adalah gulungan teknik yang baru saja dibelinya pagi ini di salah satu toko sumber daya. Sangat cocok dengan karakternya tapi ada beberapa bagian yang sulit dipelajari.


"Kau hanya perlu lebih santai. Biarkan pedang bergerak sesuai irama seperti air yang mengisi setiap ruang kosong yang dilaluinya."


"Santai?" gumam Song Yixue menangkap saran Zhang Yu. Gadis tujuh belas tahun berambut merah itu tersenyum saat mendapat pencerahan. Dia segera meninggalkan lantai pertama penginapan dan kembali ke ruangannya.


Zhang Yu sendiri masih di sana. Dia mencoba mengumpulkan lebih banyak informasi di sana. Tak peduli tentang apa itu, dia mendengar semua yang orang-orang perbincangkan. Tentu saja harapan utama adalah informasi tentang kakeknya dan informasi tentang Kedai Bulan Merah yang sampai detik ini masih menyebar sketsa wajahnya.


"Tuan, mau arak lagi?" tanya pelayan yang menyadari arak di gelas sudah kosong.


Tetapi alih-alih menjawabnya, Zhang Yu terdiam ketika merasakan Qi dalam tubuhnya tiba-tiba bergerak begitu kacau.


Bagai pusaran air yang berputar dalam kolam. Setiap beberapa saat tubuhnya bergetar karena energi kekuatan yang tidak terkendali.


"Kau kenapa?" tanya Long Shen.


"Entahlah. Tapi tubuhku sangat aneh. Menurutmu apa yang terjadi padaku?" balas Zhang Yu bertanya.


Bagaimana Long Shen tak bingung melihat Zhang Yu seperti orang tersiksa. Tidak ada tanda-tanda serangan atau luka yang terlihat olehnya. Seratus persen bukan luka atau suatu yang disebabkan oleh serangan.


Pada saat Long Shen masih berpikir, empat kumisnya tiba-tiba bergerak secara teratur.

__ADS_1


"Ah, mungkin ini ...." Long Shen tak melanjutkan kalimatnya dan segera meminta Zhang Yu meninggalkan penginapan.


Zhang Yu yang sama sekali tidak mengerti pun bertanya-tanya kenapa dirinya harus pergi. Tapi Long Shen terus mendesak agar dirinya tak banyak bicara.


"Cepat pergi dari sini. Semakin lama kau di sini, kau mungkin akan menjadi incaran banyak orang."


Terdengar cukup buruk saat Long Shen mengatakannya. Zhang Yu beranjak bangkit dari tempatnya lalu pergi tanpa menghiraukan pelayan yang masih menunggu.


Bahkan pelayan itu tertegun karena Zhang Yu tiba-tiba pergi saat dirinya bertanya seperti itu. "Apa aku salah bicara?" gumamnya.


Setelah meninggalkan penginapan Zhang Yu menuju ke jalur pegunungan yang ada di belakang penginapan. Dia melesat lurus dan sampai di wilayah yang sangat sepi. Sebuah lembah dengan danau yang cukup luas terbentang di dalamnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi padaku?" tanya Zhang Yu.


Long Shen menjawab, "Kemungkinan ini adalah tanda kau akan menerima anugerah surga."


"Jangan terlalu senang. Anugerah surga bukan suatu yang dapat kau anggap ringan. Banyak kultivator gagal saat menerima anugerah surga dan berakhir mengenaskan."


Kesenangan Zhang Yu berakhir ketika Long Shen mengatakan hal-hal negatif seperti itu. Bahkan jika memang itu adalah kemungkinan yang dapat terjadi, seharusnya mereka harus positif dan yakin dapat menerima anugerah surga.


Dan Zhang Yu tak memiliki banyak waktu untuk terus memikirkan ucapan Long Shen. Tidak lama kemudian seberkas cahaya muncul di atas langit diikuti dengan suara gemuruh.


Zhang Yu segera mencari tempat paling tinggi sesuai saran Long Shen. Di atas tebing batu yang curam tepat di bibir lembah. Dia duduk bersila lalu menunggu sampai seberkas cahaya di atasnya reda.


Setidaknya lima sampai sepuluh menit kemudian seberkas cahaya itu menghilang. Tampak lubang raksasa di atas yang seperti cincin, berwarna biru keunguan yang diselimuti petir.


"Ini waktunya. Bisa atau tidak semua tergantung pada dirimu sendiri." Setelah itu Long Shen menghilang. Zhang Yu fokus untuk mengatur energi dalam tubuhnya sambil menatap lubang raksasa di atasnya.

__ADS_1


Kemunculan lubang raksasa di langit dan gemuruh petir sebelumnya menarik banyak perhatian orang-orang di Kota Shenyang.


Dari yang berada di timur sampai ke barat, sebagian besar dapat melihat dan merasakan fenomena yang terjadi. Tentu saja mereka tahu pertanda apa situasi ini. Tetapi tidak ada yang tahu siapa sosok yang berusaha menerima anugerah surga.


"Sepertinya ada satu lagi yang naik ke tingkat setengah abadi. Kita Shenyang belakangan ini semakin banyak orang-orang kuat." Seorang pria berpakaian hitam yang berada di balkon menyaksikan fenomena di langit sambil melirik rekannya.


Tetapi pria bertopeng yang mengenakan jubah Kedai Bulan Merah itu hanya menatap dengan datar pada lingkaran besar di langit bagian utara seolah hal ini sama sekali tidak berkaitan dengannya.


Bersama dengan itu seorang pria yang juga mengenakan jubah Kedai Bulan Merah datang menghampiri pria berpakaian hitam dan pria bertopeng.


"Maaf mengganggu waktumu, Pemimpin," sapa pria itu.


Han Wuzhou, pria berpakaian hitam segera mengalihkan perhatiannya. "Ada apa?" tanyanya.


"Kami telah berhasil melacak keberadaan Zhang Yu. Kabar terbaru, beberapa anggota kita melihat wanita yang selalu bersamanya berada di salah satu penginapan di wilayah utara. Kening besar Zhang Yu juga berada di sana."


Seketika kening Han Wuzhou mengerut. "Bukankah itu adalah arah yang sama dengan anugerah surga itu berasal? Atau jangan-jangan ...."


"Cepat! Kumpulkan anggota kita. Ini adalah waktu yang tepat untuk menangkap tikus liar itu. Jangan sampai kelompok Fu Shuang bergerak lebih dulu dan mendapatkan tangkapan besar." Han Wuzhou tersenyum dengan licik. Dia menepuk pria yang membungkuk di hadapannya lalu melangkah masuk ruangan.


Pria bertopeng terlihat masih diam di sana. Ketika dua orang lainnya sudah pergi dia masih di sana mulai menatap lingkaran besar yang ada di langit utara.


Tidak ada kata yang terlontar dari mulutnya. Tetapi seolah ada kata yang ingin dia sampaikan dengan tatapan lekatnya.


"Semua! Berkumpul!"


Teriakan Han Wuzhou menyadarkan pria bertopeng dari lamunan. Dia segera menurunkan pandangannya lalu pergi dari sana dan bergabung dengan kelompok yang sudah terbentuk.

__ADS_1


__ADS_2