Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 200 : Menemukan Xuan Yin


__ADS_3

Di perbatasan selatan Kota Xue He.


"Sepertinya sudah cukup kita melakukan pengamatan di sini. Tidak ada yang aneh ataupun mencurigakan. Sepertinya informasi yang diterima kakak pertama saat itu tidak terlalu akurat." Xuan Wu menata pelana bersiap memulai perjalanan kembali.


Xuan San juga melakukan hal serupa sementara Xuan Yin baru saja menarik keluar kuda dari kandangnya.


"Saudara Ketiga, Saudara Kelima, apa kalian tidak merasakan sesuatu?" Xuan Yin berjalan mendekati kedua saudaranya. Matanya terus berpendar dari satu sisi ke sisi yang lain karena merasakan adanya tanda-tanda bahaya.


Namun tidak satu pun dari kedua saudaranya yang merasakan hal sama.


"Saudara Ketujuh. Ini seperti bukan dirimu. Baru kali ini aku melihatmu gelisah dalam tugas mengawasi perbatasan," ucap Xuan Wu. Dia melompat naik ke atas kuda lalu memacu kuda ke hadapan saudara ketujuhnya.


"Ayo cepat. Aku tidak sabar ingin kembali ke akademi."


"Saudara Kelima, kenapa kau jadi begitu bersemangat? Ini seperti bukan dirimu yang biasanya," lontar Xuan San menirukan nada bicara Xuan Wu sebelumnya.


Xuan Wu sontak memicingkan mata lalu mendengus tidak senang. Tapi hal itu hanya berlangsung sesaat karena detik berikutnya Xuan Wu kembali mengukir senyum di wajahnya. "Itu karena aku mendengar Zhang Yu telah kembali ke akademi."


Xuan Yin yang juga mendengarnya sontak mengangkat wajahnya lebih bersemangat. Tapi dia berusaha tak menunjukkannya terlalu berlebihan.


"Saudara Ketiga, ayo kita bergegas. Saudara Kelima seperti sudah sangat tidak sabar untuk kembali ke akademi," kata Xuan Yin. Gadis itu segera melompat ke atas kuda sebelum menghentak kakinya membuat kudanya berlari cukup kencang.


Mereka pergi meninggalkan benteng selatan berpikir akan segera kembali ke akademi. Tetapi siapa yang mengira ketika baru beberapa kilometer seorang pria berpakaian hitam tiba-tiba muncul di hadapan mereka sambil menghantam permukaan tanah dengan tinjunya.


Blam!


Permukaan tanah naik seperti ombak. Kuda yang sedang berlari cukup kencang langsung kehilangan keseimbangan dan jatuh terguling.


Xuan Yin, Xuan San dan Xuan Wu sempat melompat sehingga berhasil menghindari serangan itu.


"Keterlaluan!" raung marah Xuan Wu sambil menatap pria bertubuh gempal di hadapannya.


"Kau siapa?!" tanyanya.


Namun alih-alih menjawab pertanyaan tersebut, Yu Dha, pria berjubah hitam itu mengalirkan Qi ke tangannya.


"Itu adalah jubah Istana Roh. Apa mungkin dia bagian dari Istana Roh?" gumam Xuan Yin dalam benaknya.


Hyat!


Suaranya sangat kencang. Dia kembali menghantamkan tangannya ke tanah sehingga tanah di depannya seketika terbelah.


Xuan Yin, Xuan Wu dan Xuan San menghindar. Tapi tidak ada yang menduga jika itu adalah yang diinginkan sang lawan.


Begitu mereka menghindar dengan melompat, Yu Dha menggunakan serangan meriam telapak tangan.


Boom!

__ADS_1


Udara berbentuk telapak tangan dengan cepat menggantam Xuan Wu dan Xuan San hingga terpental.


Mereka berdua masih sanggup berdiri. Tapi datang serangan kedua yang membuat mereka untuk yang kedua kalinya terhempas.


Xuan Yin yang menyaksikan berusaha menolong. Tapi pada waktu itu Yu Dha mulai beralih padanya.


"Bagaimana ini? Tingkatannya terlalu tinggi untukku yang hanya tingkat senior."


Sementara di sisi lain. Zhang Yu memacu kudanya dari pagi hingga siang untuk mencapai benteng selatan. Dia semakin bersemangat ketika jarak hanya tinggal beberapa kilometer. Dengan begitu tak lama lagi dirinya akan bertemu Xuan Yin, pikirnya.


Sungguh disayangkan hal buruk telah terjadi. Pada detik ini Zhang Yu melihat tiga kuda yang tergeletak tak bernyawa di antara bongkahan tanah.


Awalnya Zhang Yu tak berpikir kuda ini adalah milik Xuan Yin dan kedua pangeran. Tapi melihat ada gelang kaki khusus yang digunakan keluarga kekaisaran pada kaki kuda tersebut membuat Zhang Yu menahan nafas untuk beberapa saat.


Dia mengernyitkan kening ketika mendengar suara rintihan. Perlahan dia menolehkan wajahnya ke arah kanan untuk mencari sumber suara itu.


"..."


"Pangeran Kelima!"


Alangkah terkejutnya Zhang Yu melihat Xuan Wu yang terbaring dengan tubuh bersimbah darah. Zhang Yu memeriksa kondisinya, tanpa banyak bicara langsung mengalirkan Qi untuk membantunya memulihkan diri.


Uhuk! Uhuk!


Xuan Wu memuntahkan beberapa teguk darah sebelum menunjuk ke arah kiri. Sontak Zhang Yu mengikuti arah telunjuknya dan melihat Pangeran Ketiga yang pingsan di jauh sana.


"Sa-Saudara Ketujuh ...." ucapnya tertahan. Dia menunjuk ke arah barat laut arah ingin memberitahu Xuan Yin di bawa pergi ke arah sana.


Zhang Yu segera berdiri. Tapi tak lupa dia membantu pangeran ketiga terlebih dahulu sebelum berjalan mengikuti telunjuknya.


"Pangeran Ketiga, Pangeran Kelima, apa kalian bisa bertahan?" tanya Zhang Yu setelah mensejajarkan mereka di dekat kudanya.


"Ka-kami baik-baik saja. Tapi kau harus pergi menyelamatkan Saudara Ketujuh. Dia di bawa oleh seorang pria berjubah hitam."


Zhang Yu mengangkat wajahnya menatap ke arah barat laut. Dia berjalan beberapa langkah lalu berhenti saat melihat manik-manik di tanah.


Manik-manik yang indah. Zhang Yu segera mengambilnya dan memastikan itu benar-benar milik Xuan Yin.


Tidak ada yang tahu Xuan Yin memiliki manik-manik seperti ini. Tapi Zhang Yu mengetahuinya. Xuan Yin selalu mengenakannya di tangan kanannya kemudian ditutup dengan kain sedemikian rupa.


"Zhang Yu, sebaiknya kau berhati-hati. Sepertinya pria yang membawa Xuan Yin adalah satu di antara pemimpin Istana Roh. Terlihat bagaimana serangan dalam jejak pertarungan yang hanya beberapa kali, itu menunjukkan perbedaan kekuatan di antara mereka."


Zhang Yu menganggukkan kepala. "Aku akan selalu berhati-hati. Terima kasih karena telah mempedulikanku."


Cih!


"Aku tidak peduli. Aku hanya tidak ingin berakhir secepat ini. Kau harus selamat karena hidupku bergantung padamu."

__ADS_1


Zhang Yu tak mempedulikan kalimat ini. Dia tahu Long Shen cukup peduli padanya. Hanya saja sifat angkuhnya membuatnya malu untuk mengakuinya.


Setelah mengikuti petunjuk yang ditinggalkan Xuan Yin, Zhang Yu berhasil sampai di sebuah gua yang berada cukup jauh dari tempat pertarungan sebelumnya.


Zhang Yu mengintai dari kejauhan, melihat beberapa orang Istana Roh yang melakukan penjagaan. Zhang Yu semakin yakin Xuan Yin berada di dalam gua saat melihat satu manik terakhir yang ada di mulut gua.


"Zhang Yu, ada yang datang!"


Zhang Yu sontak bersembunyi mendengar peringatan Long Shen. Tak begitu lama dua orang muncul dari satu arah kemudian memasuki gua.


Satu pria berwajah asing, sementara satu pria adalah orang yang cukup dikenalnya.


"Perdana Menteri Song Wejin! Ternyata dia terlibat dalam hal ini. Apa semua informasi itu dia yang memberitahu Istana Roh?" Zhang Yu mengepalkan tangan dan sangat menyayangkan waktu terakhir kali saat dirinya belum memiliki cukup kekuatan untuk membunuhnya.


Pria itu seperti kotoran yang sangat menjijikkan. Harus segera disingkirkan.


"Apa rencanamu sekarang?" tanya Long Shen.


Zhang Yu sejenak menghitung jumlah orang Istana Roh yang berjaga di luar. Setidaknya enam atau tujuh orang dengan tingkat kaisar dan suci.


"Sun, apa kau dapat memancing mereka menjauh dari gua?"


Long Shen menyipitkan mata dan menatap Zhang Yu penasaran. "Kau sungguh ingin membuatnya jadi umpan?"


"Kenapa tidak? Itu bukan seperti aku akan mengorbankan nyawanya. Dan lagi pula dia sudah setuju untuk melakukannya."


Apa?


Long Shen terkejut melihat Sun bergerak cukup cepat menuju ke arah enam penjaga. Enam penjaga yang menyadari kedatangannya pun segera berusaha mengusir. Tapi karena tidak bisa, tiga orang berusaha menangkapnya.


Sayangnya di saat tiga orang itu mengejar, Zhang Yu dengan cepat membunuh mereka.


Bruk!


Bruk!


Bruk!


Tiga orang kehilangan nyawa. Sun kembali memancing tiga orang lainnya. Siapa yang mengira trik yang sama kembali berhasil untuk mereka.


"Kurang ajar! Monyet ini benar-benar mencari masalah! Aku akan membuatnya menjadi menu makan malam hari ini."


"Benarkah? Sepertinya kau tidak punya kesempatan untuk hal itu." Zhang Yu tiba-tiba muncul di belakang tiga orang itu. Saat ketiganya sadar, nyawa tidak lagi berada di tubuh mereka.


Bruk!


Bruk!

__ADS_1


Zhang Yu menyimpan pedangnya sambil melempar kristal sumber daya pada Sun. "Kerja bagus!"


__ADS_2