Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 97 : Mulutnya Sangat Berbisa


__ADS_3

"Kami, tiga klan kuno tinggal di dunia tersembunyi masing-masing. Klan Hong berada di utara, Klan Guang berada di barat, sedang klan Xiao berada di wilayah selatan. Aku akan bicara jujur, sejak sembilan belas tahun yang lalu entah karena apa Klan Xiao tiba-tiba menutup diri dari dunia luar sehingga tak seorang tahu di mana mereka sampai sekarang."


"Beberapa tetua dari klan Hong percaya Klan Xiao masih di wilayah selatan. Namun itu hanya dugaan yang belum dapat dipastikan."


Belum dapat dipastikan? Sembilan belas tahun yang lalu?


"Zhang Yu, seberapa jauh kita akan melakukan perjalanan ini? Setidaknya beritahu kita perkiraan lokasinya."


Suara Wu Zetian yang lantang menyadarkan Zhang Yu dari lamunan. Dia memandang ke depan lalu tiba-tiba berhenti ketika menyadari tidak lagi melihat gunung di sebelah kanan.


"Sepertinya kita bergerak terlalu jauh."


"Apa?!"


Wu Zetian dan Tang Yue kompak membelalakkan mata. "Zhang Yu, kau bercanda? Kita sudah berjalan begitu jauh dan kau tidak memperhatikan jalan dengan benar?"


"Sudah terlewat juga bisa kembali. Jadi tidak perlu berdebat," kata Xuan Yin.


Hem...


"Setelah dipikirkan kembali, aku setuju dengan pendapat Senior Yin," ucap Wu Zetian sambil manggut-manggut.


Tang Yue yang berada di sebelahnya langsung memukul punggung nya. "Kau ini sangat plin-plan. Tidak berpendirian!"


"Masa bodoh! Aku setuju dengan semua yang dikatakan Senior Yin." Wu Zetian baru saja menutup bibirnya, perasaan dingin yang sangat kental terasa tepat di sampingnya.


"Sial! Aku lupa dengannya ...."


"Kita tidak perlu kembali. Kita hanya perlu mengambil jalan sering ke kanan."


"Anggap saja ini jalan memutar," tambahnya.


"Baik. Ayo cepat bergerak. Aku sudah tidak sabar untuk sampai di pagoda naga." Wu Zetian berlari secepat kilat. Setelah agak jauh fia menarik nafas dalam sambil melirik ke arah Zhang Yu.


Benar-benar menakutkan. Dia berjanji itu adalah kali terakhir dia melakukannya. Tidak lagi ada kesempatan berikutnya.


"Hei, tunggu aku. Ayo He Jiao!" Tang Yue tepat di belakang. He Jiao pun mengikuti mereka.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Xuan Yin.

__ADS_1


Zhang Yu menaikkan alisnya dan menatapnya heran. Detik berikutnya dia tersenyum. "Sepertinya putri ketujuh sangat mengkhawatirkanku. Aku benar-benar merasa tersanjung."


Xuan Yin segera memalingkan wajahnya. "Lupakan saja, aku hanya bertanya."


Setelah mengatakan itu Xuan Yin menyusul tiga orang yang bergerak lebih dulu. Dalam hati mulai merutuki pikirannya yang telah mengkhawatirkan Zhang Yu. Sungguh sia-sia!


...


"Zhang Yu, kita bergerak cukup jauh. Apa kau yakin tidak salah menafsirkan arah?" tanya Wu Zetian.


"Kita berada di jalur yang benar. Hanya saja jaraknya memang jauh, jadi jangan banyak mengeluh."


Wu Zetian berdecak. "Aku tidak mengeluh. Aku hanya ingin memastikan kau tidak melewatkan tanda untuk kedua kalinya hingga membuat kita lebih jauh dari tujuan."


"Tidak kusangka, selain makanan ternyata dalam kepalamu penuh dengan khayalan," dengus Tang Yue.


"Kau bisa mengatakannya khayalan. Tapi bagaimana jika benar-benar datang makhluk besar dari dalam tanah lalu menerkam hidup-hidup? Kau pasti sangat ketakutan, bukan?" balas Wu Zetian.


"Itu tidak akan terjadi!"


"Bagaimana jika benar. Kita ...."


Semakin lama getaran di tanah semakin terasa. Hingga pada akhirnya sosok yang besar muncul dari tanah. Serangga dengan bentuk tubuh seperti kutu laut tapi memiliki panjang lima meter dengan lingkar tubuh separuh dari panjangnya.


Zhang Yu dan yang lain tercengang.


"Wu Zetian babi busuk! Lihat apa yang kau katakan? Mulutmu benar-benar berbisa, sekarang sungguh muncul binatang spiritual tingkat empat. Kau sangat senang bukan?" Tang Yue berseru sambil menatap Wu Zetian tajam.


Wu Zetian sendiri tidak tahu harus senang atau sedih. Tidak ada yang mengira ucapan spontannya sekarang malah menjadi kenyataan.


"Jika tahu ucapanku akan dijawab begitu cepat, aku harusnya meminta menjadi tampan. Benar-benar keterlaluan!"


"Jangan panik. Serangga ini masih di tingkat ketiga."


Seluruh mata tertuju pada Zhang Yu. Wu Zetian bicara, "Bahkan jika berada di tingkat ketiga, kekuatannya setidaknya sudah di tingkat master bintang delapan atau bahkan sembilan. Kita tidak mungkin mengalahkannya."


"Tidak ada yang tidak mungkin."


"Zhang Yu, kau gila?! Jangan-jangan kau berpikir kita harus menghadapinya,"

__ADS_1


Zhang Yu menganggukkan kepala yang seketika membuat wajah Wu Zetian pucat.


"Tanpa menghadapinya kita tidak akan bisa pergi dari sini."


"Apa? Kenapa ...."


Sebelum Wu Zetian menyelesaikan kalimatnya, serangga besar itu tiba-tiba masuk ke dalam tanah. Dia menghilang, tapi hanya dalam beberapa detik muncul tepat di bawah kaki mereka.


"Menyingkir!"


Seruan Zhang Yu menjadi pengingat bagi yang lain. Wu Zetian, Tang Yue, He Jiao dan Xuan Yin cepat-cepat berpencar menghindar.


Blar!


Tanah terangkat. Serangga besar itu kembali muncul dan tatapan matanya terlihat ganas.


"Sepertinya kau benar. Kita tidak akan bisa pergi tanpa menghadapinya." Wu Zetian mengalirkan Qi ke pedangnya dan mengeluarkan aura kekuatannya yang berada di tingkat ahli bintang enam


Tang Yue masih ragu, tapi melihat yang lain sudah siap bertarung dia tak mungkin hanya diam di belakang.


Ketika serangga besar itu kembali masuk ke dalam tanah, mereka sangat waspada dan saling mengingatkan.


"Tang Yue di bawahmu!"


Tang Yue segera melompat menghindar. Tepat setelah itu permukaan tanah meledak dengan suara yang cukup kencang.


Lagi-lagi serangga besar itu masuk ke dalam tanah. Dia kembali muncul setelah berusaha menyerang Zhang Yu tapi masih bisa dihindari olehnya.


Untuk ketiga kalinya serangga raksasa masuk ke dalam tanah. Tapi sekarang dia tidak menggali terlalu dalam. Mungkin hanya setengah meter dari permukaan.


Hal ini mengakibatkan tanah bergerak seperti ombak.


Wu Zetian melihatnya dan mencoba menahan. Tapi dia lupa dengan kekuatan serangga raksasa ini jauh di atasnya.


Bukannya berhasil tubuhnya malah terpelanting.


"Gendut, kau baik-baik saja?" tanya Tang Yue yang segera mendekat sambil mengulurkan tangan.


"Aku baik-baik saja. Tapi serangga jelek ini sangat kuat!" Wu Zetian mengusap darah segar di sudut bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2