
"Giliranku?"
Zhang Yu berpikir dirinya akan lolos dari masalah ini. Tapi sepertinya mereka tidak berniat melepaskannya.
Serang!
Ketika kalimat ini diserukan oleh satu dari mereka, kelima pria itu kembali melempar pisau kecil mengincar Zhang Yu.
Mata pisau yang tajam itu melesat dengan sangat cepat. Tidak mudah untuk menahannya, tapi Zhang Yu dengan pedang semesta benar-benar dapat melakukannya.
Trank!
Sepuluh pisau jatuh dalam keadaan bengkok.
Tentu saja hal ini membuat kelimanya menautkan alis dengan rumit.
Tentang kekuatan pisau itu mereka sudah mengetahuinya dengan jelas. Senjata kelas menengah tidak akan bisa menahannya, tapi pedang itu masih baik-baik saja dan bahkan merusak pisau mereka.
"Pantas saja kau sangat percaya diri. Ternyata memiliki senjata yang bagus." Kelimanya tertawa lalu melanjutkan, "Tapi itu tidak akan mengubah hasil pertarungan ini. Kau akan mati!"
Zhang Yu tersenyum sinis. "Kalian adalah kelompok ketiga yang datang dan mengatakan hal itu."
"Apa maksudmu?" tanya kelima pemuda Klan Yan itu dengan marah.
Zhang Yu cukup mengeluarkan token klan Yan yang didapat dari dua pertarungan sebelumnya. "Sebelum kalian, sudah ada dia kelompok yang datang padaku lalu mereka juga berniat membunuhku. Tapi kenyataannya malah mereka yang terbunuh di tanganku."
Kelima pemuda klan Yan menegang mengenali token klan tersebut. Wajah mereka secara bertahap menjadi merah karena marah.
"Kali ini berbeda! Aku pastikan sekarang kau yang akan mati di tangan kami."
Setelah mengatakan kalimat itu mereka mengeluarkan pedang dengan kompak. Kemudian segera menyerang serentak.
__ADS_1
Melihat bagaimana kelima orang ini mendekat, Zhang Yu mulai melebarkan kaki sebelum menarik dirinya ke belakang sembari menghindari serangan.
Mereka menusuk, menebas dan menyabit. Tapi tak satupun berhasil mendarat tepat sasaran.
Zhang Yu berkelit begitu lihai. Bahkan seperti kakinya tidak menapak tanah saking cepatnya dia berpindah.
Raut wajah kelima orang ini menjadi serius. Setelah melempar kontak mata mereka kembali ke posisi awal lalu melesatkan api yang berbentuk pedang.
Meski terlihat biasa tapi tekanan yang keluar dari serangan itu cukup membuat dada terasa sesak.
Zhang Yu menghadapinya dengan teknik pedang pembunuh. Tapi gabungan lima kekuatan ternyata sedikit lebih kuat dari perkiraannya.
Begitu dua serangan bertemu ledakan kuat langsung memicu luapan energi yang kacau. Udara terhempas seperti angin topan sehingga batu dan kerikil berterbangan.
Kelima orang ini lagi-lagi terkejut dengan hasil pertukaran serangan yang masih berimbang. Sudah menyatukan kekuatan tapi masih tidak bisa mengalahkannya? Berada di tingkat apa dia sebenarnya?
Ada perasaan ragu dalam hati mereka. Di waktu yang sama juga mengingat kembali token yang ditunjukkan sebelumnya.
Kelima orang ini diam beberapa waktu untuk mengumpulkan kembali tekad yang sempat memudar. Setelah selesai mereka perlahan mencari keberadaan Zhang Yu tapi sayang tidak berhasil menemukannya.
Eh...
Mereka baru sadar setelah kabut debu menghilang. Zhang Yu tidak lagi berada di tempatnya dan mereka kesulitan menemukan keberadaannya.
"Bukankah dia ada di sana sebelumnya?"
"Kemana dia pergi? Apa mungkin melarikan diri?"
Kelima pria bermarga Yan itu saling memandang. Tepat saat ini suara gemuruh angin benar-benar mencekam dari arah belakang.
"Celaka!"
__ADS_1
Mata mereka terbelalak hebat menyadari bahaya datang tanpa diundang. Tubuh berputar dengan cepat lalu segera melompat pergi dari tempat semula.
Satu kedipan mata, siluet tinju berwarna emas itu menghantam dengan keras.
Mereka yang sudah pergi jauh tidak terdampak apapun. Tapi seorang dari mereka berada di baris paling belakang. Ketika jempol dari tinju itu melesat, punggungnya terserempet lalu terpelanting jauh.
Keempat teman sangat khawatir, segera menghampirinya laku bertanya kondisinya. Tapi naas, bahkan jika hanya terserempet tipis seseorang tanpa pertahanan akan bernasib miris.
Mata keempat teman yang melihat kematian ini menjadi sangat marah. Tapi mereka juga harus waspada karena kekuatan Zhang Yu tidak dapat diremehkan.
Pertarungan yang sempat terhenti kembali bergulir. Empat orang menghadapi Zhang Yu sekuat tenaga tapi kesulitan mengalahkannya. Mereka berhasil memberi luka tapi Zhang Yu membalasnya dengan jumlah tiga kali lipat.
Zhang Yu berkelebat cepat lalu menyepak dada satu orang dari mereka ketika melihat kesempatan. Mengenainya tepat di tengah-tengahnya hingga memuntahkan seteguh darah.
Satu lagi orang terjatuh dan mati. Kini tersisa tiga orang yang semakin tak karuan melihat bagaimana dua teman meregang nyawa.
Ketiganya menguatkan hati, lalu kembali menyerang dengan teknik gabungan. Namun bagaimana kekuatan serangan itu dapat dibanding dengan sebelumnya?
Dengan lima orang mereka masih berimbang. Sekarang hanya tiga orang yang tersisa, apa ini masuk akal untuk berharap lebih banyak?
Ketika Zhang Yu mengeluarkan teknik pedang pembunuh, serangan mereka benar-benar hancur tak bersisa. Bahkan kini bayangan cakar besar itu sedang bergerak ke arah mereka.
Mereka ingin berlari sejauh mungkin, tapi waktu tampak seakan diperlambat.
Pada momentum ini tiba-tiba permukaan tanah di bawah kaki mereka amblas. Secara tidak sengaja itu membantu mereka menghindari serangan. Tapi apakah mereka masih selamat setelah jatuh begitu keras?
Zhang Yu juga tidak menduga hal ini. Serangan tinju batu ternyata menyasar di atas gua bawah tanah. Serangan hebat seperti itu tentu saja membuat permukaan tanah begitu rapuh, dengan beban ketiga orang di atasnya, permukaan tanah langsung amblas.
Ketika melihat bagaimana nasib mereka, Zhang Yu menemukan ketiganya sudah tak bernyawa setelah tertimpa bebatuan.
Entah ini keberuntungan atau kesialan. Bukan mati terkena serangan, tapi mati jatuh dari ketinggian.
__ADS_1