Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 137 : Mendapatkan Token Peserta


__ADS_3

"Apa sekarang kau sudah menyerah?" tanya Zhang Yu. Entah sudah berapa kali Long Guaye maju menerjang dengan kekuatannya, tapi sebanyak apapun ia mencoba selalu berakhir dengan dirinya terpental dan hampir jatuh dari arena.


Dia tidak mau menyerah karena tidak ingin orang-orang yang menyaksikan di sekitar menganggapnya lemah. Namun sungguh dia tidak menyadari perbedaan kekuatan di antara dirinya dan Zhang Yu.


Bahkan orang-orang yang menyaksikan pun tahu apa yang terjadi di atas arena. Semakin lama Long Guaye di atas arena, dia hanya mempermalukan diri sendiri.


Long Guaye benar-benar merasa terhina dengan tatapan mereka. Dia mencengkeram pedangnya dan menatap Zhang Yu tajam. Dia menyalahkan semua yang terjadi terhadapnya disebabkan oleh Zhang Yu, jadi kali ini bahkan jika harus menderita juga tidak akan membiarkan Zhang Yu baik-baik saja.


"Putra kegelapan, petir sembilan warna!"


Begitu Long Guaye mengangkat pedangnya sembilan jenis petir menyambar dari pedangnya menujunkebarah Zhang Yu. Bersatu dan berputar seperti naga dengan mulut terbuka.


Zhang Yu dapat merasakan tekanan yang cukup kuat dari serangan ini. Dia tak mau memandangnya remeh, kemudian mengeluarkan ngefans semesta dan menghadapinya dengan setengah teknik tinju batu.


Siluet tinju berwarna emas cukup besar menerjang dari atas.


Blar!


Gabungan sembilan petir memang kuat, tapi tinju batu milik Zhang Yu lebih kuat. Begitu siluet naga itu hancur, tinju emas masih bergerak ke arah berlawanan.


Long Guaye meneguk ludah dengan kasar. Dalam pikirannya hanya ada waktu untuk menghindar. Namun sayang sekali kecepatannya tak cukup cepat untuk menghindari serangan tersebut.


Tubuhnya terhempas hingga ke pojok arena. Dia benar-benar akan jatuh jika tidak berpegangan.


Di kejauhan, seorang pria tua menyaksikan pertarungan ini dari awal. Awalnya tidak ingin ikut campur, tapi melihat sebuah pedang di tangan pemuda itu membuatnya menahan nafas beberapa saat.


"Pedang itu ...." Pria tua masih berusaha mengingat tentang ledang di tangan Zhang Yu. Namun si bodoh Long Guaye yang tak sadar kemampuan sendiri itu dengan keras kepala ingin menyerang lagi.


"Cukup!"

__ADS_1


Suara menggema cukup keras. Semua mata langsung menatap ke arahnya, raut wajah mereka dengan segera berubah ketika mengetahui jika itu adalah dirinya.


"Kepala Keluarga!"


Pria tua mengabaikan tatapan semua orang dan berjalan ke atas arena memaksa pertama berhenti.


Hal ini bukan hanya mengejutkan orang-orang yang menyaksikan. Bahkan Liu Mengqi dan Liu Cang yang ada di tengah-tengah mereka.


"Paman, apa kau yang memberitahu Ayah?" tanya Liu Mengqi pada Liu Cang.


Pria setengah baya itu dengan cepat menyangkalnya. "Bagaimana mungkin itu Paman. Ayahmu pasti juga mendengar keributan ini. Dengan sifatnya yang seperti itu, tak heran dia langsung keluar dari pengasingannya."


Di atas arena, Long Guaye yang melihat kedatangan Liu Bei pun segera bangkit dan menghampirinya. Dia tak menghiraukan luka yang ada pada tubuhnya dan mencari Liu Bei untuk mendapat dukungan darinya.


"Kepala keluarga, aku ...."


"Kau kalah, jadi kuota peserta itu menjadi miliknya," ucapnya tegas sambil menunjuk Zhang Yu.


Long Guaye tercengang dengan jawaban Liu Bei. Dia mengarahkan telunjuk kepada Zhang Yu dan matanya terlihat kecewa. "Kepala Keluarga, bagaimana kau bisa mengambil keputusan seperti itu? Dia bahkan baru saja datang ke sini dan kau menyerahkan kuota itu padanya?"


Liu Bei mengangkat alisnya dengan acuh tak acuh.


"Long Guaye, kau sendiri yang mengatakan akan menyerahkan kuota itu jika kalah dalam pertarungan." Bukan Liu Bei, tapi Liu Mengqi yang ikut bicara.


Long Guaye pun terdiam karena tak bisa menyangkal. Namun dia masih begitu percaya diri untuk menentang hal itu. "Sejak kapan aku kalah? Aku masih di atas arena, juga belum menyerah. Pertarungan ini berhenti karena Kepala Keluarga datang."


Beberapa orang di sana mengangguk kepala. "Masuk akal. Memang Long Guaye belum menyerah, jadi dia tidak terhitung kalah kan?"


Mendengar percakapan mereka Long Guaye sangat puas. Dia mengangkat wajahnya ingin mengejek Zhang Yu, tapi secara tidak terduga Zhang Yu tiba-tiba muncul di depannya dalam jarak satu langkah dan menendangnya hingga terjungkal.

__ADS_1


"Kurang ajar! Beraninya kau!" Dia meraung marah.


Namun Zhang Yu hanya tersenyum mencibir. "Sekarang sudah di bawah arena. Kau kalah!"


Apa?!


Long Guaye baru sadar dirinya berada di luar arena. "Bedebah! Beraninya kau ...."


"Long Guaye, hari ini aku memutuskan untuk menarik hakmu sebagai perwakilan Saturnus dalam pertarungan surga." Mengiringi kalimat Liu Bei, sesuatu melayang keluar dari balik pakaian Long Guaye dan berpindah ke tangan Zhang Yu.


"Token peserta," ejah Zhang Yu pelan dalam benaknya. Dia tersenyum puas karena tujuannya telah tercapai. Sungguh tidak sia-sia usaha yang telah dia lakukan.


"Anak muda, bisa ikut dengan ku?"


Eh...


"Baik,"


Zhang Yu segera menyimpan token itu dan turun dari arena mengikuti Liu Bei. Masih menjadi tanda tanya kenapa Kepala Keluarga Liu ini mengundangnya. Apa karena dirinya sekarang yahh akan mewakili Saturnus dalam pertarungan surga? Tapi sepertinya bukan hal itu.


Tak lama, Zhang Yu sudah berada di ruangan Liu Bei. Ruangan utama yang ada di lantai empat dengan wilayah yang cukup luas.


"Tuan Besar Liu, ...."


"Duduk dulu, ada yang ingin aku tanyakan padamu."


Zhang Yu duduk dengan segan. Tentu saja juga menyimpan kewaspadaan untuk berjaga-jaga.


"Silakan Tuan Besar Liu menanyakannya," ucap Zhang Yu.

__ADS_1


Namun bukannya langsung pada inti topiknya, Liu Bei mengeluarkan satu kendi arak dari cincin penyimpanannya. "Tidak perlu terburu-buru, mari kita bicara lebih santai."


Zhang Yu malah semakin penasaran dengan pertanyaan Liu Bei. Tidak mungkin kan jika Liu Bei ingin mengambil kembali token peserta itu darinya?


__ADS_2