Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 59 : Mengumpulkan Informasi


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan beberapa waktu, Zhang Yu dan kelompok akhirnya sampai di Desa Sura.


Mereka berempat atau berlima dengan Sun berjalan bersama sambil terus memperhatikan sekitar. Penampakan desa yang tak jauh berbeda dengan desa pada umumnya tapi sedikit sepi dan terasa mencekam seperti ada mata yang terus mengintai dari kejauhan.


"Zhang Yu, ke mana kita harus mencari mereka?" Karena gulungan ada di tangan Zhang Yu, tak heran yang lain bertanya padanya.


Zhang Yu membuka gulungan misi, tapi selain keterangan "Desa Sura" tidak ada lagi keterangan tempat yang merujuk pada markas atau semacamnya.


Tang Yue ikut mengintip. Detik berikutnya dia menggelengkan kepala dengan malas. "Sepertinya kita harus mencari tahu sendiri lokasi pasti markas mereka."


"Tapi bagaimana kita melakukannya?" tanya Wu Zetian. Karena merasa lapar dia mengeluarkan satu paket daging kering dan memakannya sambil berjalan.


Zhang Yu memperhatikan paket daging kering di tangan Wu Zetian, tanpa sengaja perhatian juga memperhatikan sebuah rumah makan yang ada di ujung jalan.


"Ikut aku!"


Wu Zetian, Tang Yu dan He Jiao tertegun beberapa saat melihat Zhang Yu yang berjalan begitu cepat.


"Zhang Yu, kau akan kemana?"


Zhang Yu baru menghentikan langkahnya saat sudah berada di depan pintu masuk rumah makan.


"Kita membutuhkan informasi. Ini adalah tempat yang tepat. Ayo masuk!"


Ketiga orang semakin bingung dengan apa yang dimaksud Zhang Yu.


Memangnya apa yang akan didapatkan di sebuah rumah makan?


Sebagai tuan dan nona muda keluarga bangsawan mereka hanya tahu untuk mendapatkan informasi tentu saja dengan mengirim mata-mata atau paling tidak membelinya di sebuah badan organisasi.


Namun meski begitu mereka tetap mengikuti langkah Zhang Yu masuk ke dalam. Tidak disangka begitu masuk ke lantai satu, puluhan orang di berbagai sudut ruangan begitu asyik membicarakan bermacam-macam hal.


Entah itu berita yang sedang hangat atau beberapa berita lain. Semua informasi terbang dari meja ke meja begitu bebas tanpa penyaringan. Mereka bertiga tercengang!


"Aku baru pertama kali masuk rumah makan kelas menengah. Ternyata selain menjadi tempat mengisi perut juga untuk bertukar informasi." Tang Yue mengelus dagunya dan berjalan ke arah Zhang Yu.


Wu Zetian dan He Jiao pun ikut di belakang. Pandangan mereka tertuju pada Zhang Yu yang sudah memesan makanan.


"Zhang Yu, jangan lupa pesan untukku." Wu Zetian duduk dan langsung menambahkan pesanan makanan.


Tang Yue yang sudah duduk di sampingnya berdecak pelan. "Tidak perlu diragukan lagi jika itu urusan makanan dia akan menjadi yang pertama."


Wu Zetian mendengarnya, tapi kali ini dia diam mengabaikannya.

__ADS_1


Zhang Yu sendiri fokus dengan pembicaraan kelompok orang di meja lain.


"Akhir-akhir ini semakin banyak orang yang nekat melewati hutan pinus. Padahal sudah tahu itu adalah tempat yang sangat rawan serangan bandit. Tapi sekian orang seperti menutup telinga tentang berita ini." Pria bercaping meminum tehnya lalu menggelengkan kepala dengan hela nafas yang agak frustrasi.


Pria berpakaian merah di sampingnya menyahut. "Itu karena hutan pinus adalah rute tercepat untuk menuju pusat kota. Sementara jalur lain membutuhkan dua bahkan tiga kali waktu lebih lama."


"Yah, tapi keputusan untuk melewati hutan pinus sangat mengkhawatirkan. Jika itu aku, tidak masalah mengambil jalan memutar daripada berjatuhan korban."


Pembicaraan mereka yang sangat serius membuat Zhang Yu hampir lupa cara untuk berkedip. Dia meremas gulungan misi dan untuk beberapa waktu membacanya.


"Hutan pinus? Sepertinya aku tegur di mana letaknya." Tang Yue berseru setengah menahan suaranya.


Zhang Yu, Wu Zetian dan He Jiao memandangnya.


"Kau sungguh tahu di mana letaknya?" tanya Zhang Yu.


"Aku tahu."


Setelah pesanan datang mereka segera menghabiskannya. Membayar pada pelayan lalu beranjak dari meja.


Karena Tang Yue tahu lokasi hutan pinus mereka akan ke sana dan memeriksa sesuai apa yang dikatakan dua pria di meja sebelah.


Akan tetapi saat akan meninggalkan pintu, dua pria masuk tanpa melihat jalan di depannya dan menabrak mereka.


Bruk...


"Kurang ajar! Siapa yang mendorong ku?!" Pria pendek meraung marah sambil berusaha berdiri. Teman di sampingnya juga perlahan berdiri dan ikut memberikan tatapan tajam.


Wu Zetian tak gentar. Zhang Yu yang ada di sampingnya pun tak mundur dengan intimidasi dua pria berpakaian coklat.


Dua pria ini datang-datang tanpa mata, tapi seenaknya menyalahkan orang. Enak saja! Ini tidak akan mudah diselesaikan!


Namun sepertinya hal yang sama dipikirkan dua orang itu. Mereka tersenyum meremehkan.


"Sujud di kakiku dan kaki akan melepaskan kalian."


Setelah berkata pria pendek menunjuk Zhang Yu dengan telunjuknya, bahkan dia menekan telunjuk itu beberapa kali ke dada Zhang Yu guna mempertegas ucapannya.


Tapi Zhang Yu langsung menepis tangan yang dengan tidak sopan menyentuhnya.


Plak!


Suara keributan ini menarik perhatian pengunjung rumah makan. Yang awalnya terkejut, kini mereka merasa bersemangat melihat sesuatu yang seru akan dimulai.

__ADS_1


"Sialan! Aku sudah sangat baik hati dengan berniat melepaskan mu, tapi kau sama sekali tidak menghargainya!" Pria pendek melayangkan pukulan tangan kosong. Kepalan tangannya terbang melesat mengincar wajah Zhang Yu.


Phak...


Namun Zhang Yu bukan lawan yang lemah. Melihat tangan melayang ke arahnya, dengan cepat dia mengangkat tangan kirinya.


Kepalan tangan pria pendek berhenti tepat satu jengkal di depan wajahnya dan hanya terhalang oleh cakupan tangan dengan jari melebar layaknya cakar.


Tak sampai di sana, tangan kanan Zhang Yu yang masih menggantung kosong, terangkat dan menghantam telak perut pria pendek.


Bugh!


Bruak!


Pria pendek itu berguling menabrak tiang penyangga teras hingga mau hancur. Teman yang berdiri di samping segera berlari membantunya.


"Kau baik-baik saja?"


"Apa kau buta? Bagaimana bisa kau sebut ini baik-baik saja?!"


Pria pendek menggertakkan gigi. Sejurus kemudian dia mengeluarkan pedang bersiap kembali menyerang.


Tapi kali ini Zhang Yu tidak sendiri. Wu Zetian, Tang Yue bahkan He Jiao bersiap jika terjadi pertarungan.


Dalam pandangan He Jiao, Zhang Yu memang bukan pria baik. Akan tetapi dalam situasi ini Zhang Yu berada di pihak yang sama dengannya. Jadi mau tidak mau dia harus bertindak jika dibutuhkan.


Menyadari kalah jumlah, pria pendek meneguk ludahnya dan menelan semua kata yang ingin dia sampaikan.


Jika itu orang biasa dia masih berani bahkan jika satu lawan sepuluh. Tapi dia merasa empat orang ini memancarkan aura yang tidak biasa. Dia harus mundur selagi ada kesempatan.


"Saudara, ini hanya kesalahpahaman. Mari kita selesaikan ini dan tak saling menyinggung." Pria pendek melihat ekspresi empat orang ini tidak berubah. Dia menjadi penilaian dan segera mengeluarkan beberapa cincin penyimpanan.


"Semua ini adalah hartaku. Anggap saja sebagai permintaan maaf."


Wu Zetian segera mengambilnya. Dia memeriksa isi cincin penyimpanan itu dan ternyata tidak mengecewakan.


"Zhang Yu, bagaimana jika lepaskan saja mereka. Lagi pula kita datang bukan untuk membuat masalah kan?"


Zhang Yu sejenak berpikir. Dia melihat dua pria itu dan menganggukkan kepala samar.


Melihat hal ini pria pendek diam-diam mengulum senyum. "Dasar bodoh! Tunggu sampai aku pergi dari sini. Kalian akan mati dengan mengenaskan di tangan kami, Bandit Hati Merah!"


Pria pendek mengajak temannya berbalik dan pergi secepat mungkin.

__ADS_1


Zhang Yu sudah tak mau mempedulikan mereka. Akan tetapi simbol pada pakaian mereka membuatnya menyipitkan mata. Sebelum bergerak lebih jauh dia berseru memperingatkan mereka.


"Tunggu! Kalian tidak boleh pergi!"


__ADS_2