
Zhang Yu pergi ke lantai dua untuk melihat apakah masih ada anggota kedai bulan merah yang tersisa. Dan benar-benar sudah habis. Tidak satu orang pun tersisa kecuali mereka berdua.
Di salah satu ruangan Zhang Yu menemukan gulungan yang mirip dengan yang pernah ia temukan sebelumnya. Gulungan berisi struktur organisasi yang kali ini ditulis lebih jelas dari sebelumnya.
"Kedai Bulan Merah berada di bawah kekuasaan Menara Iblis," ucap Xiao Nie.
"Aku tahu," sahut Zhang Yu sembari mengeluarkan gulungan kanvas yang ia simpan dalam cincin penyimpanan.
Xiao Nie tertawa. "Hahaha ... Tentu saja. Kau sudah pernah memusnahkan Bandit Kuda Laut, pasti menemukan gulungan yang sama di sana."
"Tapi Kakek, menurut beberapa kabar yang pernah aku dengar Menara Iblis ini kelompok yang misterius dan tersembunyi. Tidak ada yang tahu jelas kekuatan mereka."
"Tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Di Benua Naga ada semacam peraturan tidak tertulis yang membuat Menara Iblis tidak akan bisa melakukan apapun pada kita. Tujuh kekuatan besar tidak bisa sembarangan memulai pertikaian satu sama lain. Itu juga menjadi alasan kenapa Keluarga Gong tidak bisa bertindak langsung untuk menyerang Kedai Bulan Merah dan meminta Kakek melakukannya."
Zhang Yu sungguh baru mendengar tentang hal ini. Jika memang ada peraturan semacam itu, bukankah ini terlalu mengekang dan rumit? Namun Zhang Yu tidak mengatakan peraturan ini buruk karena dengan adanya peraturan tersebut sekarang dirinya tidak perlu mengkhawatirkan Menara Iblis.
"Kakek, kemana kita akan pergi setelah ini?" tanya Zhang Yu.
Xiao Nie mengelus dagunya dan menatap lurus ke depan. "Kakek sudah meminta bantuan Kepala Keluarga Gong untuk membantu menemukan jalan pergi dari Benua Naga. Mungkin kita harus pergi ke Kota Jinan, ke wilayah Keluarga Gong."
Zhang Yu diam sejenak sebelum menganggukkan kepala. Mereka berdua mengambil sebanyak mungkin yang dapat diambil kemudian kembali ke penginapan menjemput Song Yixue.
"Apa kau benar-benar akan membawanya bersama kita?" tanya Xiao Nie di tengah perjalanan.
Song Yixue berkata akan mengikutinya karena tidak memiliki keluarga. Tapi apakah dia benar-benar akan ikut pergi jika tahu dirinya akan pergi meninggalkan Benua Naga. Walau bagaimanapun Benua Naga adalah tempat kelahirannya.
"Aku akan tanya terlebih dahulu padanya. Jika dia ingin ikut aku akan membawanya."
Xiao Nie menghela nafas. "Kau seperti ini apa istrimu nanti akan baik-baik saja?"
__ADS_1
"Tentu saja baik. Gadis itu akan menjadi istri keduanya. Pria memiliki dia istri masih cukup wajar. Bukan begitu, Zhang Yu?" sahut Long Shen.
Zhang Yu tak menghiraukan ucapan tersebut. Jangankan berpikir menjadikan Song Yixue sebagai istrinya, dia bahkan tak pernah memikirkan akan memiliki dua istri selama hidupnya.
Dia akan mengikuti jejak ayah serta leluhurnya di Klan Zhang yang tidak akan memiliki dua istri dalam hidupnya.
...
Tiga hari kemudian.
Karena situasi yang tidak kondusif akibat berita kehancuran Kedai Bulan Merah, Zhang Yu terpaksa menunda kepergiannya waktu itu pergi ke Kota Jinan.
Sekarang setelah situasi kota lebih tenang, bertiga bersama kakek dan juga Song Yixue melakukan perjalanan di pagi hari. Melewati gurun dan menyebrangi danau, mereka harus naik kapal untuk sampai tujuan.
"Kakek, apa kau akan langsung ke ruanganmu?" tanya Zhang Yu.
Xiao Nie melirik Song Yixue yang berjalan ke arah geladak depan, lalu melambaikan tangan pada Zhang Yu. "Kau pergi lagi terlebih dahulu. Kakek nanti saja."
"Zhang Yu pastinya sudah memberitahumu. Tapi apa kau benar-benar sudah memutuskan untuk ikut bersama kami?" tanyanya.
Song Yixue spontan mengangkat wajahnya menatap Xiao Nie. Setelah diam beberapa saat dia mulai menganggukkan kepala dengan ragu.
Melihat reaksi Xiao Nie yang seperti ini membuat Song Yixue berpikir jika kehadirannya tidak begitu disukai olehnya. Namun ternyata tidak, sedetik kemudian Xiao Nie tersenyum kepadanya.
"Jangan terlalu banyak berpikir. Untuk kedepannya, panggil saja kakek seperti Zhang Yu," ucap Xiao Nie sebelum pergi ke ruangannya.
Song Yixue masih menatap kepergian Xiao Nie. Sungguh dirinya tidak mengerti. Padahal mereka tidak memiliki ikatan darah dengan, tapi kenapa begitu baik bahkan melebihi kerabatnya sendiri.
"Kakek," gumam Song Yixue dengan ekspresi yang bahagia. Dia kembali menatap permukaan air tanpa mengubah senyum di wajahnya. Ini adalah ekspresi seorang yang sangat mendambakan kasih sayang keluarga. Akhirnya, setelah belasan tahun hidup dalam kesendirian, sekarang muncul cahaya yang menjadi harapan dan tujuan baru dalam hidupnya.
__ADS_1
Waktu berlalu dan pagi berubah malam. Pada saat itu kapal baru saja mendarat di dermaga Kota Jinan. Tali diturunkan dan anak tangga di pasang. Zhang Yu, Xiao Nie serta Song Yixue turun mengikuti penumpang lainnya. Mereka memasuki kawasan pasar yang cukup ramai meski langit sudah gelap. Hanya bermodal obor dan lentera, benar-benar tidak mengubah sistem kerja pasar seperti pada umumnya.
"Tuan Xiao Nie?" kata seorang pria berpakaian pelayan menyambut dengan cukup hormat.
Xiao Nie seketika berhenti yang tentu saja membuat Zhang Yu dan Song Yixue ikut berhenti.
"Apa ini perintah dari Tuan Besar Gong?" tanya Xiao Nie.
Pelayan pria itu mengangguk. "Benar. Tuan Besar yang mengutus kami untuk menjemput Tuan."
Ternyata bukan hanya satu, melainkan satu rombongan bahkan menyiapkan kereta kuda khusus untuknya. Xiao Nie benar-benar merasa diperhatikan.
"Terima kasih." Xiao Nie berterima kasih dengan tulus, kemudian melirik pada dua orang di sampingnya. "Ayo Zhang Yu, Yixue,"
Mereka bertiga naik kereta kuda yang diatur khusus oleh Keluarga Gong. Xiao Nie naik pertama, kemudian Song Yixue dan Zhang Yu menjadi orang paling terakhir.
Ketika Zhang Yu baru saja menutup pintu kereta kuda, dia merasa ekspresi pelayan yang menyambut mereka tadi baru saja berubah.
"Kakek, apa kau yakin ini adalah kereta yang diatur oleh Keluarga Gong?" tanya Zhang Yu.
"Iya. Kakek yakin sekali karena mengenali kereta ini. Apa ada masalah?" tanya Xiao Nie kembali.
Zhang Yu menyatukan alisnya tanpa mengatakan apapun. Detik berikutnya dia tersenyum sambil menggelengkan kepala. "Tidak ada. Mungkin aku yang terlalu banyak berpikir," ucapnya.
Setelah itu kereta kuda melaju meninggalkan kawasan pasar. Kurang lebih dua jam baru mereka sampai di kediaman Keluarga Gong yang besar layaknya sebuah istana kekaisaran.
Zhang Yu menghembuskan nafas setelah melihat papan nama Keluarga Gong di gerbang utama. Akhirnya setelah sepanjang perjalanan terus memikirkan kekhawatirannya, dia bisa lega karena mereka sudah sampai di tempat tujuan.
"Apa Tuan Besar Gong berada di ruangannya? Kami akan langsung pergi ke sana." Xiao Nie yang sudah cukup mengenal kediaman Keluarga Gong pun tahu di mana letak ruangan Gong Zihao. Tetapi saat baru melangkah, pelayan yang sebelumnya menyambutnya itu menghalangi langkahnya.
__ADS_1
"Maaf Tuan Xiao Nie, tapi saat ini Tuan Besar masih sibuk. Kami akan mengantarmu ke ruangan lain."
Zhang Yu menatap pelayan yang bicara. Dia adalah pelayan yang sebelumnya menunjukkan ekspresi sinis padanya. Entah apa maksudnya, tapi Zhang Yu merasa ada hal aneh di sini.