Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 241 : Bertemu Dewa Penempa


__ADS_3

Proses peleburan berhasil dilakukan. Zhang Yu berhasil memisahkan komponen pedang semesta kemudian tak berpikir lama segera mengeluarkan batu besi hitam dan mengolahnya secara bersama-sama.


Ledakan energi berdentum keras saat keduanya disatukan. Kening Zhang Yu berkeringat saat ledakan itu menyambar tangannya. Namun keinginan Zhang Yu untuk menyelesaikan proses penempaan lebih besar dari rasa sakit itu.


Zhang Yu semakin fokus dan setelah berusaha keras selama berjam-jam, dia pun berhasil membentuk kembali pedang semesta dengan aura yang lebih kuat dari sebelumnya.


Long Shen tercengang. Matanya hampir tak berkedip saat menyaksikan Zhang Yu benar-benar mampu meningkatkan kualitas pedangnya. Sekarang pedang semesta bukan kelas atas biasa, tapi kelas atas yang langka.


"Benar-benar tidak sia-sia menggunakan batu besi hitam sebagai bahan latihan," kekeh Zhang Yu dengan puas.


Setelah membersihkan ruangan itu dia memutuskan untuk keluar. Dia berniat mempersiapkan diri untuk pergi ke Kekaisaran Long.


Tetapi langkah kakinya terhenti di tempat saat melihat dua sosok pria yang duduk di ruang tamu.


"Guru?"


Wang Chen dan Gu Bo serentak berdiri. Gu Bo menelisik Zhang Yu dari atas ke bawah dan tertawa dengan nyaring.


"Anak muda, apa kau masih mengingatku?"


Zhang Yu tertegun. Pria tua ini adalah orang yang bertemu dengannya dalam perjalanan menuju hutan beku. Dia pria yang dikatakan Long Shen bukan orang biasa.


Berbeda dengan Zhang Yu, Wang Chen hanya bisa menatap heran Gu Bo. "Kalian sudah pernah bertemu?"


Gu Bo tertawa. "Hahahaha! Ini menarik. Wang Chen, pemuda inilah yang aku bicarakan denganmu."


Wang Chen langsung mengingat cerita Gu Bo di di kedai saat itu tentang ada sosok pemuda yang menarik perhatiannya karena memiliki kekuatan jiwa yang tinggi.


"Tidak disangka jika dia adalah muridmu," ucap Gu Bo sambil tertawa. Dia benar-benar merasa dunia sangat sempit karena bisa bertemu dengan Zhang Yu untuk kedua kalinya dalam rentan waktu yang singkat.


Zhang Yu masih menatap soak Gu Bo. Menilai dari caranya berbicara dengan gurunya, itu menunjukkan jika mereka sudah sangat akrab. Tapi Zhang Yu baru tahu jika gurunya memiliki kenalan lain di luar Kekaisaran Xuan selain Tuan Besar Liu.


Seolah mengetahui apa yang ada dalam kepala Zhang Yu, Wang Chen segera memperkenalkan Gu Bo. Tapi sebelum selesai dia membuka mulutnya, Gu Bo dengan cepat menyambar laku memperkenalkan dirinya sendiri.


"Karena kau adalah murid sahabatku, kau juga bisa memanggilku guru," ucapnya.


"Namaku Gu Bo. Jika kau pergi Kekaisaran Long, kau akan mudah menemukanku karena tidak ada yang tidak mengenalku di sana."


Kekaisaran Long?


Zhang Yu melirik sang guru. Wang Chen pun menjelaskan. "Dia adalah ketua asosiasi pandai senjata. Meski aku tidak rela mengatakan ini, tapi tidak ada yang bisa menandinginya dalam membuat senjata."


Oh..


Zhang Yu mengangguk biasa. Gu Bo tidak tahu apakah ini reaksi yang pantas saat seseorang bertemu dengannya?


Sekali lagi, dia adalah ketua asosiasi pandai senjata. Sebagian besar senjata di Kekaisaran Long dibuat di tempatnya. Dia juga terkenal sebagai dewa penempa.


Ehem...

__ADS_1


Gu Bo berdehem nyaring untuk mengatur raut wajahnya. Dia kemudian melirik ke ruang rahasia dan bertanya, "Bukankah kau baru saja menempa senjata? Bisa kau tunjukkan hasilnya padaku? Aku akan membantumu menilainya."


Zhang Yu mengeluarkan pedang semesta dari cincin penyimpanan. Ketika Gu Bo melihatnya, dia tercengang karena perang itu sangat luar biasa.


"A-apa kau sungguh yang menempa nya?" tanya Gu Bo seakan tak percaya.


"Benar, apa senior memiliki pendapat?"


Gu Bo manggut-manggut sambil mengelus janggutnya. Kenyataan bahwa dia menemukan tanda pedang ini baru dibuat membuatnya tak bisa lagi meragukan jawaban Zhang Yu.


Sudah jelas pedang ini dibuat olehnya. Namun, bagaimana seorang pemuda dua puluhan tahun bisa membuat pedang kelas atas kategori langka. Ini benar-benar di luar nalar.


"Bukankah ini pedang semesta?" tanya Wang Chen.


Zhang Yu tersenyum canggung. "Maaf, Guru. Aku ...."


Ketika Zhang Yu ingin meminta maaf Wang Chen malah tertawa. "Tidak perlu meminta maaf. Kau justru membuat gurumu ini sangat bangga. Perang semesta yang awalnya di kelas atas biasa sekarang menjadi kelas atas kategori langka. Guru tidak mungkin mempermasalahkan kecil karena kau melakukan suatu yang luar biasa."


"Tapi sayangnya kau tidak menggunakan kristal inti api saat menggunakan batu besi hitam. Itu membuat sifat alami batu besi hitam yang dominan sedikit mengurangi potensi pedang ini untuk mencapai puncaknya."


Penjelasan Gu Bo membuat Zhang Yu menyadari betapa tinggi kemampuan pria tua ini dalam bidang pandai senjata. Hanya dari melihat sekilas saja sudah mengetahui bahan yang ia gunakan untuk meningkatkan kualitas pedang semesta. Bahkan juga dapat melihat kekurangan yang ada dalam pedang tersebut.


"Apa senior memiliki saran agar pedangku lebih sempurna?" tanya Zhang Yu lebih berharap.


Gu Bo terkekeh lalu menggelengkan kepala. "Kau ini sangat serakah. Pedangmu sudah sangat bagus, jadi tidak perlu meningkatkannya lagi."


"Tentu saja Senior. Aku tidak akan menyangkalnya. Tapi lebih dari pada itu, aku lebih berkeinginan untuk mengasah kemampuanku dalam menempa."


"Kristal inti api, batu biru langit dan batu delima. Ketiga bahan ini amat sangat langka. Tapi jika kau berhasil mendapatkannya, kau akan dapat menyempurnakan pedangmu."


"Itu memang jenis bahan-bahan yang langka. Semua yang dikatakannya juga benar. Dia sungguh memiliki kemampuan," ucap Long Shen memuji pemahaman Gu Bo tentang menempa.


Zhang Yu menyimpan catatan itu dan tak lupa berterima kasih padanya. Kemudian dia pamit pada mereka.


...


Di pelataran dalam.


"Tang Yue, kapan kau akan selesai? Apakah butuh waktu lama untuk memilih pakaian?" seru Wu Zetian dari luar.


Tang Yue pun membuka pintu kediaman dengan kesal. "Aku tidak memintamu untuk menunggu. Pergilah dahulu jika kau begitu tidak sabaran."


Pada saat itu He Jiao datang. "Apa kalian berdua akan pergi ke tangga naga?"


"Ya. Kami akan ke sana. Bukankah kau juga, bagaimana jika kita pergi bersama?"


Mereka bertiga pun menuju tangga naga untuk mencari tahu sudah sampai sejauh mana kemampuan mereka dalam mendaki lebih tinggi.


"Wu Zetian, aku harap kau bisa mencapai lantai kelima bulan ini. Kau sudah berada di lantai sempat dalam setahun ini. Kau benar-benar payah!" ejek Tang Yue.

__ADS_1


Wu Zetian yang dikatai seperti itu langsung berdecak kesal. "Lihat saja. Aku tidak akan tertahan di lantai empat. Aku akan sampai di lantai kelima dan mengalahkanmu."


Mereka bertiga hanya fokus dengan jalan sampai tak menyadari begitu banyak murid yang berkumpul di wilayah tangga naga. Mereka baru sadar saat jarak semakin dekat dan mereka tidak bisa masuk ke area tangga naga.


"Ada apa ini? Kenapa semua berada di sini?" keluh Wu Zetian.


He Jiao mendatangi seorang murid di dekatnya, lalu bertanya padanya. "Kenapa kalian berkumpul di sini? Apa kalian juga akan naik tangga naga?"


Namun murid itu menggelengkan kepala. "Tidak. Aku tidak berniat untuk melakukannya. Sebagian besar dari kami datang hanya untuk melihat murid yang mencapai lantai ke tujuh."


"..."


Mata He Jiao menyipit mendengar penuturan murid tersebut. Dia hampir tak percaya dengan ucapannya, tapi ketika melihat ke dalam daftar peringkat, ada satu nama yang ada di posisi paling atas dengan keterangan lantai ke tujuh di samping namanya


"Zhang Yu!"


Bukan hanya He Jiao. Tapi juga Tang Yu dan Wu Zetian yang terkejut melihat nama di papan peringkat.


"Apa itu sungguh Zhang Yu?" gumam Tang Yue. Tapi memang tidak ada nama yang mirip dengannya. Jadi itu kemungkinan memang Zhang Yu yang mereka kenal. Tapi bukankah dia sudah tidak kembali bertahun-tahun? Kapan dia kembali?


Wu Zetian bersungut-sungut dan menatap dengan kesal. "Keterlaluan! Dia benar-benar keterlaluan! Apa dia masih menganggapku sebagai temannya? Pergi tanpa bicara, datang pun tak memberitahu."


"Tapi Zhang Yu benar-benar bisa naik ke lantai tujuh. He Jiao, menurutmu setinggi apa tingkat kultivasinya sekarang?"


He Jiao bergeming mendengar pertanyaan Tang Yue. Dia sungguh tidak tahu seberapa hebat Zhang Yu saat ini. Terakhir kali, jarak mereka sudah sangat jauh. Sekarang mungkin sudah bagaikan langit dan bumi yang tak mungkin menyamai ketinggiannya.


"Itu Zhang Yu! Dia turun!" seru beberapa murid yang seketika membuat kumpulan murid ini bergemuruh.


Bagaimana tidak, selama ini belum ada yang bisa mencapai lantai ketujuh. Tapi Zhang Yu benar-benar berhasil melakukannya. Dia membuat rekor yang sangat sulit untuk dilakukan orang lain.


Zhang Yu tidak menyangka apa yang ia lakukan akan membuat heboh seperti ini. Ratusan murid dari pelataran dalam dan luar berkumpul hanya untuk melihatnya. Apakah ini tidak berlebihan? pikir Zhang Yu.


Semua ini jelas karena papan peringkat yang ditayangkan secara umum. Padahal niatnya mencoba naik tangga naga adalah untuk melihat apa yang ada di puncak lantai ketujuh. Sungguh membuatnya kecewa karena di lantai ketujuh tidak ada apapun dan sangat bersih.


Zhang Yu sampai di anak tangga terakhir. Dia sekarang bingung bagaimana harus lewat karena setiap penjuru dikuasai para murid yang ingin melihatnya.


Sampai satu waktu tiba-tiba datang seseorang bertubuh gemuk melompat dari atas dan mendarat di depannya.


"Temanku, apa kau masih ingat denganku?" Wu Zetian tersenyum sambil mengedipkan mata. Dia kemudian membentangkan tangannya di hadapan ratusan murid lalu berkata pada mereka, "Aku adalah Wu Zetian, Zhang Yu adalah temanku. Jadi, jika kalian ingin bertanya sesuatu tentangnya, hanyalah padaku karena aku mengetahui semua tentangnya."


"Benarkah? Kau tidak terlihat seperti teman yang pantas untuk Zhang Yu," seru para murid itu.


Wu Zetian menggertakkan gigi. "Kurang ajar! Apa kalian pikir aku tidak pantas! Asal kalian tahu, aku pernah tidur satu ruangan dengannya."


Sebelum menyelesaikan kalimatnya, para murid itu sekarang berteriak "hu" Pada Wu Zetian. Menyebutnya pembohong dan mulai menariknya hingga terjatuh.


"Menyingkirlah! Kami tak ingin bicara denganmu. Kamu hanya ingin bicara dengan Senior Zhang Yu," seru murid-murid.


Suasana yang masih terkendali pun menjadi ricuh. Zhang Yu memanfaatkan situasi ini untuk pergi dari sana. Mengorbankan Wu Zetian untuk menghadapi para murid yang menggila.

__ADS_1


"Aku tak memintanya untuk bertindak seperti itu. Jadi ini bukan salahku kan jika dia babak belur?" gumam Zhang Yu melirik ke tempat Wu Zetian.


__ADS_2