
"Sekarang kau bisa katakan apa alasanmu datang ke sini kan? Aku yakin kau datang ke sini tidak mungkin hanya mengembalikan surat ini." Liu Mengqi sudah melihat isi gulungan tersebut yang merupakan laporan keuangan dari beberapa cabang.
Harusnya ini berada di tangan pamannya. Tapi entah kenapa bisa ada di tangan Zhang Yu.
Zhang Yu berjalan dengan santai, melihat tatapan penuh selidik yang ditunjukkan Liu Mengqi dia pun mengatakan niatnya. "Aku datang untuk mendapatkan kuota peserta pertarungan surga."
Sontak langkah kaki Liu Mengqi terhenti mendengar ucapan Zhang Yu. "Pertarungan surga? Apa aku tidak salah dengar?"
"Nona Liu memiliki telinga yang tajam. Itu seperti yang aku katakan. Aku datang ke sini untuk mendapatkan kuota peserta."
Liu Mengqi tertawa sambil menggelengkan kepala tak berdaya. "Apa kau pikir semudah itu untuk mendapatkan kuota peserta?"
Tepat pada saat ini seorang pria datang dengan arogan. "Siapa yang bermimpi mendapatkan kuota peserta untuk Saturnus? Tidak tahu kah kuota tersebut sudah menjadi milik orang lain?"
"Long Guaye!" Liu Mengqi tidak menyadari sejak kapan pria ini ada di sekitar mereka. Muncul tiba-tiba membuat orang terkejut saja.
"Salam Nona Muda!" sapa Long Guaye sebelum kembali menatap Zhang Yu.
Zhang Yu sendiri juga membalas dengan tatapannya. Menelisik pria yang kemungkinan berusia tiga puluh tahun dan memiliki kultivasi tingkat grand master.
"Nona Liu, bagaimana keputusanmu? Bukankah kau akan membantuku mendapatkan kuota peserta itu?"
Apa?!
Liu Mengqi hampir tersedak karena tak percaya. Sejak kapan dia berkata seperti itu. Tidak ada, tidak pernah. Pria ini hanya mengada-ngada!
Long Guaye yang mendengar seketika wajahnya menjadi merah. Dia mengeluarkan auranya yang berada di tingkat grand master bintang satu dan berusaha menekan Zhang Yu. "Bedebah! Apa kau benar-benar berani mengambil kuota yang sudah ada di tanganku?! Mari kita bertarung jika kau berani!"
"Hentikan sekarang Long Guaye!" Liu Mengqi berusaha menghentikan perseteruan ini.
Namun Long Guaye yang berpikir akan kehilangan kuota pesertanya bagaimana mungkin tidak marah. Dia mengeluarkan pedangnya dan berkata penuh kekesalan. "Nona Muda! Dalam unsur mana kau menilai bocah ini lebih baik dariku? Apa karena parasnya? Aku sudah mengabdi untuk Saturnus selama enam tahun, kuota peserta ini sejak awal sudah menjadi milikku, orang lain tidak boleh mengambilnya!"
"Mau bertaruh?" tantang Zhang Yu bersikap begitu tenang.
Long Guaye menggertakkan gigi. Matanya yang hitam memancarkan aura mencekam. "Bagaimana jika kau kalah? Apa yang aku dapatkan?"
"Semua yang ada dalam cincin penyimpanan ini akan menjadi milikmu," kata Zhang Yu setelah mengeluarkan satu buah cincin dari cincinnya penyimpanannya. Meski tidak dapat dibandingkan dengan isi cincin penyimpanannya sendiri, tapi dalam cincin itu ada beberapa jenis sumber daya cukup langka dan puluhan ribu koin emas.
Ketika Long Guaye memeriksa isinya, mata hitamnya semakin berhasrat.
"Jika kau kalah, kuota peserta itu akan jadi milikku."
Long Guaye mendengus. "Aku tidak akan kalah darimu!"
__ADS_1
Zhang Yu mengabaikan ucapan Ling Guaye dan berjalan ke arah Liu Mengqi. "Nona Liu, aku tidak akan mengecewakanmu."
Liu Mengqi yang tidak tahu apa-apa ingin mengatakan sesuatu pun tertahan di tenggorokannya. Dia menggigit ujung bibirnya dan menatap Zhang Yu dengan kesal.
"Keterlaluan! Dia memanfaatkanku untuk memprovokasi Long Guaye. Sekarang aku terlihat sangat buruk sebagai wakil pimpinan," batin gadis itu.
Namun Liu Mengqi sendiri juga penasaran bagaimana hasil pertarungan ini. Apakah Ling Guaye dapat mengalahkan Zhang Yu, atau Zhang Yu berhasil merebut kuota itu darinya?
"Keponakan, apa yang kau lakukan di sini?"
"Paman?" Liu Mengqi yang hendak menyusul dia orang yang akan bertarung itu pun mendadak berhenti ketika Liu Cang menghampirinya.
"Eh ... Gulungan ini ternyata ada padamu. Paman mencarinya sejak tadi dan Paman berpikir telah menghilangkannya." Liu Cang mengambil gulungan itu dan melihat isinya. Setelah memastikan tidak ada yang salah, dia pun menyimpannya.
"Kau akan pergi kemana? Terlihat terburu-buru," tanya Liu Cang penasaran.
"Aku ...."
"Cepat cepat! Jangan sampai ketinggalan, aku dengar Long Guaye akan bertarung di arena pertarungan."
Beberapa orang berlarian menuju arena pertarungan yang ada di lantai kedua. Liu Cang yang tidak tahu hanya menyipitkan mata dengan bingung. "Siapa lagi yang bertarung dengannya? Bukankah sudah waktunya dia mengasingkan diri sebelum pertarungan surga?"
"Paman, ayo kita ke sana," ajak Liu Mengqi yang menjadi lebih tidak sabar.
Sesampainya di arena yang ada di lantai dua, Liu Cang mencari keberadaan Long Guaye di antara beberapa arena yang tersedia di sana. Perhatiannya tertuju pada arena nomor tiga yang terlihat di sana Long Guaye yang sudah menggenggam pedangnya.
"Aku penasaran siapa yang menjadi lawannya kali ini." Bertahap tapi pasti Liu Cang membelah kerumunan dan berdiri paling depan dalam barisan.
Ketika melihat Zhang Yu, raut wajahnya yang tenang menjadi rumit.
"Paman, apa kau mengenalnya?" tanya Liu Mengqi.
Liu Cang pun menstabilkan ekspresinya kemudian menganggukkan kepala dua kali. "Bisa dibilang begitu. Paman sebelumnya bertemu dengannya. Dia menolong Paman saat berhadapan dengan dua penjahat tingkat grand master bintang satu dan mengalahkan mereka hanya dengan satu serangan."
Apa?!
Nafas Liu Mengqi tercekat. "Paman, kau tidak salah orang bukan? Bagaimana mungkin hal itu dapat dilakukannya?"
"Untuk apa Paman berbohong? Dia sangat kuat, mungkin berada di tingkat grand master bintang lima atau bahkan enam. Long Guaye tidak akan mampu mengalahkannya."
Liu Mengqi sulit mempercayai ini. Namun juga tak bisa menyangkal karena Liu Cang sendiri telah mengatakannya. "Omong-omong Paman, hubungan ini ditemukan olehnya. Dia membawanya kemari dan menyerahkannya padaku."
Sejenak hal itu membuat Liu Cang terdiam. Kemudian kembali menganggukkan kepala. "Ternyata begitu. Dia pemuda yang baik."
__ADS_1
Di atas arena nomor tiga.
"Apa yang kau tunggu?! Aku sudah memberimu kesempatan untuk menyerang duluan. Apa kau hanya akan diam?" teriak Long Guaye dari tempatnya.
Zhang Yu bahkan belum mengeluarkan pedangnya. Juga tidak berpikir perlu menggunakan pedang untuk mengalahkan lawannya.
"Kau saja yang maju. Aku memberimu kesempatan."
"Tidak tahu diri! Karena kau ingin kalah dengan cepat, aku akan mewujudkannya!" Wajah Long Guaye berubah merah sempurna. Dia mencengkeram kuat pedangnya lalu melesat dengan langkah petir.
Swosh!
Dalam satu detik dia sudah berdiri di belakang Zhang Yu. Senyum di wajahnya langsung mengembang, pedang dialiri Qi berwarna ungu, kemudian menebas dengan seluruh kekuatannya.
"Rasakan ini!"
Whut..
Blar!
Ledakan itu diiringi dengan satu teriakan nyaring.
Awalnya semua berpikir yang berteriak kesakitan adalah Zhang Yu. Tapi begitu asap putih menyebar secara rata, semua sadar siapa pemilik suara itu.
"Long Guaye! Apa yang terjadi? Bukankah dia yang menyerang, apa mungkin dia terkena serangan tekniknya sendiri?"
Zhang Yu masih bergeming di tempat bahkan tidak menggeser kakinya, sementara Long Guaye bersimpuh di pinggir arena dengan pakaian acak-acakan. Pemandangan ini tentu saja membuat semua orang tercengang.
"Selalu ada kesempatan untuk menyerah jika kau menginginkannya," kata Zhang Yu dengan baik hati.
Namun Long Guaye tidak mengindahkan niat baik Zhang Yu dan memaksa tubuhnya untuk kembali berdiri. "Bermimpilah! Aku tidak akan menyerahkan kuota peserta itu padamu bahkan jika Nona Muda memilihmu secara langsung!"
Apa?!
Liu Mengqi yang menyaksikan dengan tenang mendadak salah tingkah ketika semua mata memandangnya karena ucapan Long Guaye.
"Keponakan, apa maksud ucapan Long Guaye? Kau ...."
"Paman, ini tidak seperti itu." Liu Mengqi langsung menjelaskan semua urutan kejadiannya pada Liu Cang.
Ketika mendengar hal ini, Liu Cang manggut-manggut dengan antusias. "Aku rasa bukan hal buruk untuk dia mewakili Saturnus dalam pertarungan surga. Aku yakin dia dapat memberi kejutan yang tidak terduga bagi kita."
"Tapi Paman, ayah sudah memutuskan jika Long Guaye yang akan ikut dalam pertarungan surga. Apakah ini masih bisa dirubah?"
__ADS_1
Liu Cang tertawa. "Tenang saja, Paman yakin ayahmu akan menyetujui. Dan bukankah Long Guaye sendiri yang menyetujui tantangannya? Jika dia kalah, bahkan jika tidak mau juga harus menyerahkan kuota itu padanya."