Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 142 : Pertarungan Surga


__ADS_3

Termasuk hari ini adalah hari ketiga Zhang Yu berada di puncak gunung Tiankong. Suasana semakin ramai, semakin meriah dengan banyak kelompok yang datang.


Pertarungan surga semakin dekat. Namun alih-alih fokus dengan pertarungan itu Zhang Yu berpindah dari satu ke kedai lainnya berusaha mengorek informasi tentang ibunya dan Klan Xiao.


Usahanya tidak sia-sia. Dari beberapa orang yang berpapasan dengannya, Zhang Yu mendapat beberapa informasi lagi tentang Klan Xiao. Itu tidak lain tentang pernikahan Xiao Yuze yang akan dilaksanakan selepas pertarungan surga.


"Zhang Yu! Kau kah itu?"


Zhang Yu menikmati teh di mejanya sambil mendengar beberapa pembicaraan kelompok di sekitarnya. Tiba-tiba dari arah samping terdengar suara yang akrab menyerukan namanya.


Hong Men! Zhang Yu segera mengenalinya. Pakaian hijaunya yang bersinar sangat kontras dengan pengunjung lainnya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Hong Men. Tanpa segan dia duduk di kursi kosong yang ada di dekat Zhang Yu lalu memesan minuman.


"Apa kau datang jauh-jauh hanya untuk menyaksikan pertarungan surga?" tanya Hong Men lagi tanpa memberi kesempatan Zhang Yu menjawabnya.


"Aku akan berpartisipasi dalam pertarungan surga," kata Zhang Yu dengan jelas.


Namun Hong Men hanya manggut-manggut karena tidak menyadari ucapannya. Dua detik kemudian senyum di wajahnya membeku dan berubah menjadi terkejut.


"Apa?! Aku tidak salah dengar kan?" lontar nya tak percaya.


Akan tetapi ekspresi Zhang Yu yang tak berubah membuatnya menelan ludah. "Jadi itu sungguhan. Kau akan ikut dalam pertarungan surga? Tapi di pihak siapa kau akan berdiri?"


"Kelompok dagang Saturnus."


Oh...


Hong Men mengangguk sekali. "Aku tahu siapa Saturnus. Kelompok ini berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan menguasai jalur perdagangan hampir seluruh daratan Kekaisaran Yang."


"Aku penasaran bagaimana kau bisa meyakinkan mereka untuk mengambil kuota peserta. Apa kau punya kenalan orang dalam?" tanya Hong Men dengan menggerakkan alisnya.


Zhang Yu tak menjawabnya. Dia mengambil cangkir tehnya lalu menatap ke sekitar memperhatikan beberapa kelompok yang sedang bicara. Mereka membicarakan pernikahan Xiao Yuze. Begitu antusias dan heboh.


"Kau tahu tentang pernikahan itu?" tanya Zhang Yu tiba-tiba menatap Hong Men dengan serius.


"Pernikahan Xiao Yuze? Aku mengetahuinya sedikit. Kata beberapa tetua, pernikahan itu akan dilaksanakan setelah pertarungan surga. Ini cukup mengejutkan karena berita ini datang begitu tiba-tiba."


"Bagaimana dengan pengantin wanita?" tanya Zhang Yu.


"Aku tidak tahu secara pasti. Tapi dengar dengar dia berasal dari Kekaisaran Xuan." Hong Men diam sejenak, lalu kembali bicara. "Kau juga berasal dari Kekaisaran Xuan, apa kau mengenal calon pengantinnya?"


Raut wajah Zhang Yu menjadi suram. Tatapannya tajam sedingin malam. Ada emosi yang tak bisa dijelaskan menyeruak nyata dari tubuhnya.


"Kau baik-baik saja?" Tangan Hong Men bergetar ketika menyentuh pundak Zhang Yu. Padahal dia yakin saat di Alam Zhen Yang kekuatan mereka tidak jauh berbeda. Namun sekarang, dia merasa Zhang Yu adalah langit yang tak mungkin digapainya.


"Aku masih ada urusan, aku pergi dulu."

__ADS_1


Hong Men tidak berani menghentikan Zhang Yu. Dia hanya menatapnya dalam diam hingga punggungnya benar-benar menghilang.


"Dia semakin kuat. Aku mendadak yakin dia akan memberi kejutan dalam pertarungan surga."


"Siapa yang akan memberi kejutan?" Dua suara datang dari balik punggungnya. Hong Men memutar kepalanya. "Kakak Hong Shen, Kakak Hong Xiu? Kalian sejak kapan ada di sini?"


Hong Shen mendengus. "Memangnya aneh melihat kami ada di sini? Kau pikir kami tidak boleh bersenang-senang sebelum pertarungan?"


"Bukan begitu, hanya saja ...."


"Siapa yang kau maksud sebelumnya? Apa kau bertemu dengan seorang kenalanmu?" tanya Hong Xiu. Gadis berusia dua puluh tujuh tahun itu adalah adik Hong Shen. Namun meski begitu dalam segi kekuatan dia lebih berbakat dari kakaknya dan sekarang berada di tingkat grand master bintang tiga.


"Ya, aku bertemu dengan seorang kenalan yang akan berpartisipasi dalam pertarungan surga. Kakak Hong Shen juga mengenalnya."


"Aku mengenalnya? Siapa?" tanya Hong Shen penasaran. Ada banyak kenalan yang akan berpartisipasi dalam pertarungan ini. Tapi melihat tutur kata Hong Men, dia yakin bukan seperti yang dipikirkan.


"Zhang Yu,"


"Ha?" Hong Shen tertegun beberapa saat. Dia menatap Hong Men dan berkata dengan suara pelan. "Kau yakin itu dia? Bukankah dia terjebak dalam pagoda naga? Saat di Alam Zhen Yang?"


Hong Men mengedikkan bahu. "Aku juga penasaran bagaimana dia akhirnya bisa selamat. Tapi yang lebih membuatku penasaran adalah perkembangannya yang tak masuk akal."


"Jika boleh mengatakan sekarang mungkin dia tidak lebih lemah dari Kakak Hong Xiu," tambah Hong Men membuat dua orang di depannya diam membeku.


"Tidak mungkin! Dua tahun lalu dia masih berada di tingkat master. Bagaimana mungkin dia sudah melampauiku yang sekarang di tingkat grand master bintang tiga. Apa kau pikir aku begitu lemah hingga dilewati dengan mudah?"


Hong Xiu duduk di sana, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk satu lengkungan senyum yang samar. "Menarik! Aku ingin bertemu dengannya. Juga ingin membuktikan sehebat apa dirinya."


...


Di sisi lain, Zhang Yu kembali ke penginapan untuk menenangkan diri. Dia hampir tidak bisa mengendalikan diri karena setiap mengingat nama Klan Xiao selalu muncul bayangan ibunya yang dikurung serta Xuan Yin yang dipaksa menikah oleh Klan Xiao.


Tidak terasa Zhang Yu sudah mengurung diri dalam kamar dua hari dua malam. Sekarang dia keluar dengan penampilan baru, mengenakan pakaian putih bermotif perak yang terlihat sangat elegan.


Liu Mengqi yang bertugas menjemputnya sempat tertegun ketika pertama kali melihatnya. Dia berdehem satu kali lalu menyampaikan pesan ayahnya. "Segeralah turun karena semua orang sudah menunggu."


"Aku sudah selesai, ayo turun."


"Ka-kau duluan saja. Aku akan menyusul," ucap Liu Mengqi.


Zhang Yu mengedikkan bahu lalu turun ke lantai pertama. Di sana Liu Bei dan beberapa tetua sudah siap berangkat ke tempat pertarungan surga.


"Di mana Liu Mengqi?" tanya Liu Bei tak melihat putrinya datang bersama Zhang Yu.


"Aku di sini Ayah. Ayo berangkat," Liu Mengqi baru saja turun. Dia berjalan dengan anggun ke tempat ayahnya lalu pergi bersama-sama ke tempat pertarungan surga.


Tempat pertarungan surga sendiri berada tepat di tengah puncak Gunung Tiankong. Berada di area yang cukup luas dengan satu arena besar yang mirip dengan tempat gladiator.

__ADS_1


Saat rombongan Keluarga Liu sampai, mereka langsung mengarahkan ke tempat duduk yang telah ditandai. Hal itu karena Saturnus atau Keluarga Liu termasuk dalam dua puluh kekuatan besar di Kekaisaran Yang. Mereka memiliki tempat sendiri yang sedikit lebih hormat di banding kelompok kelompok lain yang tidak memiliki jatah kuota peserta.


"Zhang Yu, aku tidak akan menaruh harapan yang terlalu besar untukmu. Tapi setidaknya kau harus sampai ke babak kedua."


Zhang Yu mengangguk mendengar ucapan Liu Bei. Dia menoleh sekilas lalu kembali memandang kelompok orang berpakaian coklat di seberang. Dengan lambang bendera Xiao berkibar di salah satu sudut, jajaran wajah-wajah yang begitu tenang dan berbahagia di sini, mengabaikan kondisi ibunya dan Xuan Yin di sana.


"Klan Xiao,"


...


"Ayah, kenapa kau terlihat gelisah?" tanya Xiao Lang, patriark Klan Xiao saat ini pada Xiao Nie, patriark Klan Xiao terdahulu.


"Entahlah, aku tidak tahu kenapa tiba-tiba merasa tidak nyaman. Seolah ada kebencian yang begitu besar mengincar dari belakang kepala kita."


Xiao Lang hanya tertawa lirih mendengar kekhawatiran Xiao Nie. "Itu pasti karena kau baru saja keluar dari pengasingan. Hingga belum membiasakan kembali dengan situasi banyak orang."


Xiao Nie menyipitkan mata. "Mungkin benar begitu,"


"Xiao Yuze, Xiao Yuwen, apa kalian sudah siap?" tanya Xiao Nie pada dua perwakilan Klan Xiao.


"Aku selalu siap Kakek,"


"Aku juga siap Patriark,"


"Bagus. Jangan kecewakan harapan yang ada di pundak kalian. Kalian harus tunjukkan Klan Xiao yang sebenarnya!"


Di waktu yang sama seorang pria berpakaian zirah perang muncul di atas arena. Wajahnya yang galak tapi penuh wibawa sedikitnya telah menjelaskan siapa dirinya.


Dia adalah Jendral Ji Han. Perwakilan kekaisaran yang bertugas sebagai pengadil.


"Setiap perwakilan silakan turun ke arena." Suara Jendral Ji Han menggema ke berbagai penjuru.


Satu persatu perwakilan dari dua puluh kekuatan besar maju. Klan Hong, Klan Guang, Klan Xiao, Klan Yan, Keluarga Tong dan masih ada beberapa lagi termasuk Keluarga Liu.


"Zhang Yu, majulah. Buktikan aku tidak salah memilihmu!" seru Liu Bei kemudian menepuk punggung Zhang Yu dengan perhatian.


Zhang Yu melompat dari tempat Keluarga Liu dan mendarat di tempat para peserta berkumpul.


Beberapa pasang mata terlihat memperhatikannya. Terkejut, sangat menantikan, dan ada yang menyimpan dendam.


Zhang Yu menatap mereka satu persatu. Pada saat itu Yan Xou yang menjadi perwakilan Klan Yan berjalan menghampirinya. "Tidak kusangka dapat bertemu denganmu di sini. Kau tidak mungkin lupa denganku kan?"


"Bagaimana mungkin aku lupa dengan orang yang berniat membunuhku. Mungkin ini waktu yang tepat menghitung masalah lama dan baru di antara kita," kata Zhang Yu sangat tenang.


Yan Xou mendengus. "Kau pikir dirimu layak menjadi lawanku? Huh! Berharap saja tidak bertemu denganku dalam pertarungan ini, atau kau akan habis di tanganku."


Zhang Yu menaikkan sudut bibirnya. "Aku malah menantikan pertarungan itu."

__ADS_1


__ADS_2