Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 125 : Bantuan Dewa Naga


__ADS_3

Setelah mengambil kristal inti ular es tingkat kelima Zhang Yu melihat di dekat sana juga terdapat gua yang dapat dijadikan tempat berkultivasi.


Dia masuk ke dalam setelah menempatkan Sun di luar. Dia mulai berkultivasi dan menyerap energi yang ada dalam kristal inti ular es tersebut.


Dewa naga dari tempat Sun memperhatikan Zhang Yu yang menggunakan metode bagian pertama kitab budidaya tubuh. Mata bulatnya yang berwarna merah terus menatap dengan heran karena energi itu hanya berkumpul dalam dentian.


"Aku tahu metode kultivasi ini. Harusnya seluruh energi akan terbagi rata ke seluruh tubuhnya. Tapi kenapa dia tak bisa melakukannya?"


Pertanyaan ini terus mengganggu dewa naga yang agung. Dia mencoba mengabaikannya lalu beralih pada Sun yang duduk di sampingnya.


Satu bulan pun sudah berlalu. Pancaran energi yang sangat kuat menyelimuti tubuh Zhang Yu. Dari tingkat master bintang sembilan dia menerobos ke tingkat grand master bintang satu.


Namun dewa naga masih bingung memikirkan pertanyaannya yang bertahan sejak satu bulan yang lalu.


"Karena tak bisa menyebarkannya ke anggota tubuh lain, enam puluh persen energi dari kristal inti hanya mengendap menebalkan dinding dentian."


"Bocah ceroboh ini! Apa dia tidak tahu konsekuensi hal ini jika dibiarkan?" Dewa naga berjalan mendekat ke tempat Zhang Yu. Perlahan dia naik ke pundaknya dan menggigit lehernya. Di saat yang sama juga menyuntikkan jiwa murni naga ke darahnya.


Zhang Yu menyadari ada yang mendekat ke posisinya. Namun dian tak melakukan apapun karena tak merasakan ancaman darinya.


Terlebih setelah sesuatu menusuk lehernya, dia merasakan darahnya mengalir semakin lancar. Begitu nyaman dan menyegarkan.


Dewa naga kembali ke tempat Sun setelah membantu Zhang Yu mengolah sisa endapan energi yang terbuang sia-sia. Dia juga tidak tahu sejak kapan hal itu berlangsung karena endapan energi sudah sangat banyak dan membentuk karang di dinding dentiannya.


Kondisi dewa naga agak lemah setelah memberikan sebagian jiwa murninya. "Aku melakukan ini karena aku belum mau mati. Anggap saja kau beruntung!" dengus naga kecil itu lalu tertidur mengembalikan tenaganya.


Meski dewa naga telah mencapai tingkat abadi tapi jiwanya sudah terikat dengan gelang naga yang membuat hidup dan matinya berkaitan erat dengan Zhang Yu, pemilik yang diakui oleh gelang naga.


Dengan kata lain jika Zhang Yu mati dia juga akan mati. Tentu saja dia tidak rela karena dewa naga masih ingin membentuk tubuh fisiknya dan kembali menjadi penguasa dunia binatang spiritual.


Waktu pun kembali berlalu. Zhang Yu dalam posisi berkultivasi merasakan peningkatan yang tak masuk akal dalam tubuhnya. Namun dia tak mau berhenti. Dia ingin lagi dan lagi.


Total tiga bulan berlalu. Zhang Yu membuka matanya dan tak bisa menahan keterkejutan ketika dirinya sekarang berada di tingkat grand master bintang lima.


Dari tingkat grand master bintang satu dia naik menjadi tingkat grand master bintang lima. Siapapun juga tak akan berani bermimpi untuk mendapat keberuntungan sepertinya.


"Kau sudah bangun?"


Zhang Yu menoleh mendengar suara ini. Tapi raut wajahnya bertahap berubah menemukan dewa naga yang agak memudar. Dia yang terlihat sangat jelas terakhir kali sekarang agak samar dan transparan.

__ADS_1


"Ada apa ini ...."


Zhang Yu mengingat sesuatu yang menusuknya waktu berkultivasi. Keningnya berkerut, matanya menatap dengan curiga. "Apa kau yang membantuku?"


Dewa naga mendengus. "Tentu saja. Kau menggunakan metode penyerapan kristal inti tapi tak mengolahnya dengan benar. Tidak semua energi dapat dimaksimalkan sehingga membentuk endapan pada dinding dentian."


"Kau akan mati jika aku tidak membantu. Tapi kau tidak perlu berterima kasih atau merasa berutang budi. Aku hanya menyelamatkan diriku sendiri. Salahkan saja karena harus terjebak denganmu."


Zhang Yu agak bingung bagaimana merespon ucapan dewa naga. Dia tahu hidup dewa naga terikat dengannya, tapi apa yang dia maksud metode ku tak benar? Aku mengikuti panduan kitab dan petunjuk guru. Jadi apa aku salah?


Tapi dengan apa yang ia rasakan sebelumnya, tidak satupun yang bertentangan dengan kalimat dewa naga.


"Setelah ini kau tak perlu khawatir saat menggunakan metode yang sama dengan jiwa murni ku kau dapat menyerap energi yang bersumber dari binatang spiritual tanpa halangan."


"Aku akan kembali istirahat, jangan bangunkan aku sampai aku bangun sendiri." Setelah itu dewa naga masuk ke dalam saku pakaian. Dalam sekejap dia sudah terlelap.


"Dia benar-benar membantuku. Semua energi itu adalah energi dari kristal inti yang aku serap selama ini." Zhang Yu tersenyum. Dia berjalan ke arah Sun lalu keluar dari gua itu.


Dua tahun di hutan bersama gurunya dia menyerap banyak sekali kristal inti. Lalu setelah keluar juga masih menyerap banyak kristal ini. Energi dari kristal inti dalam jumlah banyak itu ternyata tidak sepenuhnya diserap tubuhnya. Mengendap di dinding dentian dan hampir mengancam nyawanya.


Berkat dewa naga, dia bukan hanya selamat dari ancaman kematian, tapi juga berhasil menerobos ke tingkat grand master bintang lima. Dirinya mungkin bukan orang suci, tapi dia masih tahu cara mengingat balas budi.


...


Zhang Yu berdiri di depan gerbang bersama antrean orang yang juga akan memasuki wilayah Kekaisaran Yang.


Puluhan penjaga berjaga di luar mengatur semua agar tak ada keributan. Zhang Yu melangkah dengan hati-hati sambil membawa kristal inti tingkat empat yang baru ditemukannya sebelum keluar dari wilayah pegunungan es.


Dia benar-benar beruntung. Seolah ada yang telah menyiapkan sumber daya untuknya berkultivasi.


"Benar-benar aneh! Ini sudah terjadi dua kali."


"Terjadi lagi? Maka ini memang bukan kebetulan. Ada yang sengaja mencari masalah di pegunungan es."


Karena pembicaraan orang-orang ini cukup keras Zhang Yu tak bisa untuk tidak mendengarnya.


"Tiga bulan yang lalu ular es tingkat lima di wilayah inti pegunungan es. Sekarang rubah emas tingkat empat di wilayah luar pegunungan es. Kami sudah susah payah menjebak kedua binatang spiritual ini, tapi setelah berhasil menangkapnya uang kami dapatkan hanya jasadnya. Sementara kristal intinya menghilang."


"Andai aku bertemu dengan orang yang mengambil kristal inti kami, aku akan mencabik cabiknya hingga tak bersisa! Berani sekali mengambil jerih payah orang lain!" kata pria beralis tebal itu dengan marah.

__ADS_1


Zhang Yu yang sebelumnya masih melempar lempar kristal inti berwarna emas itu langsung memegangnya dengan erat. Raut wajahnya menjadi rumit dan senyumnya agak dipaksakan.


"Celaka! Jadi dua mayat binatang spiritual itu bukan mati tanpa sengaja? Mereka yang menjebak kedua binatang spiritual itu hingga meninggal?"


"Bocah, kau pencuri yang handal!" Suara dewa naga cukup keras. Tapi karena tak semua orang dapat melihat dan mendengarnya, tidak ada yang menoleh atau bereaksi atas ucapannya.


"Benar-benar tak masuk akal! Bagaimana mereka bisa meninggalkan binatang spiritual yang berhasil dijebak? Bukankah ini membuat orang lain salah paham?" Zhang Yu terus berbicara dengan lirih.


Dewa naga terus mengoloknya.


"Hei, teman."


Zhang Yu menoleh ketika seseorang memanggilnya. Ternyata itu adalah pria beralis tebal. "Apa di tanganmu itu adalah kristal inti tingkat keempat?"


Kelompok pria beralis tebal yang terdiri dari sembilan orang langsung menatap ke arah Zhang Yu semua.


Zhang Yu secara reflek mengangkat tangannya. "Ini? Ya, ha-ha-ha ... Ini kristal inti tingkat empat. Apa kalian menginginkannya?"


"..." Pria beralis tebal menggelengkan kepala. "Tidak tidak. Kau salah paham. Hanya saja aku merasa itu kristal inti milik rubah emas tingkat empat yang kami temukan. Tapi sepertinya bukan, rubah emas yang kami dapatkan cukup besar, jadi harusnya ukuran kristal intinya agak besar juga."


"Maaf karena telah mengganggumu." Pria beralis tebal melambaikan tangan sebelum masuk ke dalam gerbang.


Zhang Yu tertegun. Dia berpikir kejadian ini benar-benar konyol dan kebetulan.


"Aku sudah seperti pencuri," gumamnya.


"Kau memang pencuri," balas dewa naga yang masih ada di waku bagian depan.


Ak...


Bahkan Sun yang biasanya mendukungnya kali ini seperti ikut mengoloknya dan berdiri di sisi dewa naga.


"Aku sungguh tidak berniat mencurinya. Terlebih mereka cukup ramah, aku semakin tidak enak."


"Jika begitu kembalikan saja. Kenapa kau begitu repot?" dengus dewa naga.


Zhang Yu pun kembali menatap kristal inti itu. "Tapi sayang sekali jika dikembalikan."


"..."

__ADS_1


Cih!


"Berputar-putar! Katakan saja tidak mau mengembalikannya."


__ADS_2