
Song Wejin bahkan masih tidak bereaksi. Dia tidak menduga Zhang Yu dapat lolos dari serangan tersebut.
Ketika dia masih mencoba menstabilkan raut wajahnya, Zhang Yu tiba-tiba menghilang dari tempatnya lalu muncul beberapa langkah di depannya.
Wush!
"A-apa ...."
Bahkan tidak sempat menyelesaikan ucapannya. Detik berikutnya Zhang Yu mengayunkan pedangnya dengan kekuatan yang cukup besar.
Blam!
Tubuh Song Wejin terhempas menghantam sisi bagian depan gua. Dari sudut bibirnya mengalir darah segar yang berusaha ia usap dengan ujung jempolnya.
"Kurang ajar! Beruntung aku punya artefak pelindung kelas menengah. Jika tidak, serangan itu sudah pasti membuatku terluka lebih parah."
Song Wejin baru saja bangkit kembali saat menyadari hembusan angin terasa sangat mencekam dari arah depan. Dia spontan mengangkat wajahnya lalu melihat Zhang Yu melesat sangat cepat ke arahnya.
"Sial!"
Pada detik itu Song Wejin hampir pasrah menerima serangan Zhang Yu sampai Yu Dha tiba-tiba muncul dengan sarung tangan tanah miliknya.
Tidak cukup sampai di sana. Yu Dha mengayunkan tangannya yang dengan segera memicu serangan tinju udara.
Blam!
Terpaksa Zhang Yu menahan langkahnya sembari menghindari serangan tersebut. Ketika melihat sekilas bagaimana permukaan tanah hancur berantakan dengan serangan itu, Zhang Yu merasa keputusannya sangat tepat untuk tidak menghadapinya secara langsung.
Hahahaha...
Suara tawa menggema dari mulut gua. Sambil menunjukkan ekspresi menghina dan meremehkan, Song Wejin memenatuh tangannya di pinggang dengan arogan.
"Ingin mengincar ku? Kau sungguh percaya diri!" dengusnya.
Zhang Yu mengangkat pedangnya lalu mengeluarkan serangan tinju batu ke arah Song Wejin.
Tentu saja Song Wejin terkejut dengan serangan yang tidak terduga. Song Wejin bersiap mengeluarkan artefak pelindung tingkat menengahnya, tapi seketika menahan tangannya saat sadar serangan itu bahkan tidak sampai ke tempatnya. Hancur ketika menyasar tebing yang ada di samping gua.
__ADS_1
"..."
"Hahahaha ... Dasar bocah!" seru Song Wejin percaya diri.
Long Shen yang ada di pundak Zhang Yu pun tidak menyangka serangan Zhang Yu akan meleset.
"Zhang Yu, apa kau baik-baik saja?" tanya Long Shen. Dia khawatir efek serangan Yu Dha sebelumnya memiliki efek yang lebih serius terhadap kondisi Zhang Yu. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan jadi masalah untuk mereka.
"..."
Zhang Yu baru mengangkat wajahnya setelah mendengar pertanyaan Long Shen. Dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan sesuatu saat Yu Dha tiba-tiba sudah berada di dekatnya.
Blar!
Tanah di bawah kakinya terbelah seolah ingin menelannya hidup-hidup. Zhang Yu melompat menghindar, tapi Yu Dha mengincar dengan serangan keduanya.
"Mati kau!" teriak Yu Dha.
Yu Dha benar-benar petarung yang ahli dalam pertarungan jarak dekat. Zhang Yu menggunakan teknik pedang utara sekalipun tidak mampu mengalahkan Yu Dha saat pria itu terus menggempur nya. Mungkin ini disebabkan pula jarak kekuatan di antara mereka yang membuat Zhang Yu tertinggal.
Tapi cukup baik bagi Zhang Yu karena dia masih bisa bertahan walau harus berakhir dengan tubuh penuh luka.
Entah sudah berapa kali Long Shen mengingatkan Zhang Yu untuk pergi dari tempat ini. Namun Zhang Yu tetap bergeming seolah tidak mendengar peringatannya.
Tentu saja hal ini membuat Long Shen sangat cemas karena hidupnya sampai sekarang bergantung pada Zhang Yu.
"Bocah! Kau berjanji untuk membantu membentuk kembali tubuhku. Apa kau lupa dengan janjimu?" seru Long Shen.
Baru saja Long Shen menyelesaikan ucapannya, Zhang Yu mendapat serangan tinju udara Yu Dha yang membuat tubuhnya terseret belasan langkah.
Yu Dha berjalan dengan senyum yang mengembang. Pria itu mengumpulkan kembali sarung tangannya yang sempat rusak lalu bersiap menghadiahi Zhang Yu dengan serangan pamungkas.
Long Shen yang melihat semua ini hanya bisa menghela nafas dan menunjukkan ekspresi frustrasi.
"Ini sudah berakhir! Ini sudah berakhir!" batinnya.
Song Wejin pun tak ketinggalan untuk bersetu pada Yu Dha dengan semangat. "Pemimpin Yu Dha, hancurkan dia! Jangan biarkan lolos!"
__ADS_1
Yu Dha yang sangat sedikit bicara akhirnya membuka mulutnya. "Kau memiliki bakat yang luar biasa. Sayang sekali kau harus berada di pihak yang berseberangan dengan kami. Maka dari itu kau harus tiada."
Saat Yu Dha terus mendekat ke arah Zhang Yu dengan sarung tangannya yang diselimuti Qi, tiba-tiba muncul lingkaran lingkaran cahaya berbentuk cincin di bawah kakinya.
"A-apa?!"
Yu Dha berusaha menggerakkan kakinya tapi tetap tidak bisa.
Zhang Yu menegakkan tubuhnya sambil menarik sudut bibirnya. "Kena kau!"
Dengan cepat Zhang Yu mengedarkan Qi miliknya sehingga lingkaran cahaya itu berkembang membentuk pola yang rumit.
"Apa yang terjadi!" Yu Dha meraung keras tapi tetap tak bisa melepaskan diri.
Situasi yang berbalik ini tentu saja mengejutkan Long Shen. Karena berpikir situasi ini sangat buruk bagi Zhang Yu, tapi malah berubah begitu cepat.
"Sejak kapan dia meninggalkan pola segel kuno? Apa itu saat serangan tadi?" batin Long Shen.
Long Shen kehadiran kata-kata saat memikirkan itu semua. Serangan yang dipikir meleset ternyata sengaja dibuat seperti itu untuk memasang pola segel kuno.
Karena membutuhkan waktu agar segel kuno siap digunakan Zhang Yu sengaja bertarung mengorbankan dirinya sambil memancing Yu Dha berada di wilayah yang telah ditandai.
"Jadi semua ini telah dalam pertimbangannya?" Long Shen menatap Zhang Yu dengan rumit. Dia semakin merasa Zhang Yu ini tidak terduga dan luar biasa.
"Sekarang apa yang akan kau lakukan?" tanya Long Shen pada Zhang Yu.
Karena segel kuno juga memiliki batas waktu Zhang Yu harus membunuh Yu Dha sesegera mungkin.
"Teknik Jarum Jiwa Penakluk!"
Zhang Yu melihat Yu Dha memiliki fisik yang kuat dan kemampuan yang tinggi. Dia bertaruh jika Yu Dha memiliki tingkat jiwa yang lemah sehingga menyerangnya dengan teknik jarum jiwa penakluk.
Dan itu benar. Ketika jarum spiritual itu melesat menembus keningnya. Yu Dha langsung jatuh tersungkur dengan darah menyembur keluar dari mulutnya. Dia mati setelah berusaha memberontak dari pengaruh jarum jiwa penakluk tapi tudak berhasil.
Menyaksikan hal ini Song Wejin sontak menahan nafas di tempatnya. Matanya membulat dan bertahap mengambil langkah mundur bersiap melarikan diri.
Namun sebelum hal itu terjadi, Zhang Yu segera berpindah dan menghalangi jalannya.
__ADS_1
"Perdana Menteri, urusan kita belum selesai, kau mau kemana?"