
"Zhang Yu! Kau ...."
Mengiringi hilangnya asap putih yang berkumpul di sekitarnya, Zhang Yu berjalan keluar dari kawah besar sambil menenteng pedang.
Pakaiannya penuh darah berwarna hijau dan ada aroma bau yang sangat kuat membuat yang lain seketika menutup hidung ketika dia mendekat.
Cit cit...
Bahkan Sun yang biasanya sangat lengket sekarang hanya berdiam di pundak Xuan Yin sambil menunjukkan ekspresi enggan.
"Aku akan berganti pakaian sebentar," kata Zhang Yu lalu cepat cepat berlari mencari tempat tertutup.
Beberapa menit kemudian dia keluar dengan pakaian yang bersih.
"Sebaiknya kita melanjutkan perjalanan. Lokasi pagoda naga seharusnya berada di balik bukit itu." Zhang Yu menunjuk bukit yang ada di depan mereka.
Tidak jauh memang, tapi juga tidak bisa dikatakan dekat. Mungkin dua atau tiga mill baru sampai di sana.
Wu Zetian melirik bangkai serangga raksasa. Badan sebesar itu bukankah ada begitu banyak daging? Sayang sekali jika dibiarkan.
"Zhang Yu, apa kita akan meninggalkan serangga ini begitu saja?"
"Kenapa? Kau ingin memakannya?" tanya Tang Yue sambil menyipitkan mata.
"Memangnya tidak boleh?" balas Wu Zetian ketus.
"Serangga ini sepertinya beracun. Kita tidak mungkin bisa memakannya." He Jiao memperhatikan darah yang berwarna hijau dan menggelengkan kepala. "Jika kau ingin memakannya, itu juga bukan masalah."
"Beracun?" Wu Zetian tampak tak percaya ketika mendengar ucapan He Jiao. Benar-benar sayang sekali daging yang begitu besar terbuang sia-sia.
Zhang Yu mengangkat tangannya yang memegang sebuah kristal berwarna hijau. Serangga raksasa ini juga tidak begitu sia-sia karena kristal intinya hampir setara dengan kristal inti binatang spiritual tingkat empat.
"Hei! Sampai kapan kalian bertiga akan diam di sana?"
Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao segera meninggal kawah lalu mengikuti Zhang Yu untuk pergi menemukan pagoda naga.
"Sepertinya ada yang kurang," gumam Wu Zetian. Mereka kembali berhenti karena Wu Zetian membentangkan tangannya dan menahan langkah mereka.
"Apa yang kurang! Kau jangan ...."
__ADS_1
Wu Zetian mengangkat telunjuknya yang membuat Tang Yue seketika diam. Dia menatap Zhang Yu, lalu beralih kepada He Jiao, kemudian Sun dan Tang Yue.
"Dua, tiga ... Empat ...." Wu Zetian menggaruk tengkuk kepalanya dan menjadi serius. Matanya tiba-tiba membulat ketika mengingat sesuatu.
"Senior Yin ... Di mana Senior Yin?" tanyanya sambil memutar tubuh mencari Xuan Yin.
Begitu pula dengan Tang Yue, dia baru sadar mereka saat ini hanya berempat. Harusnya masih ada satu lagi, Yin Xiongmeng.
...
Jauh di depan, Xuan Yin yang sudah dengan penampilan Pangeran Ketujuh memutuskan memulai perjalanannya sendiri seperti awal-awal memasuki Alam Zhen Yang.
Bukannya tidak senang bersama dalam kelompok. Hanya saja dia mengantisipasi kemungkinan bertemu dengan keenam saudaranya saat sampai di pagoda naga.
"Zhang Yu, aku akan menunggumu di sana!"
Xuan Yin menatap lembaran kertas yang tergambar rute untuk menemukan pagoda naga. Itu dari Zhang Yu. Dia menggenggamnya begitu erat sampai tak sadar satu senyum terukir di bibir manisnya.
...
Kembali ke tempat Zhang Yu. Mereka bergerak di belakang. Dengan kecepatan yang sama, dapat dipastikan tidak akan bersimpangan sebelum sampai di tempat tujuan.
Zhang Yu menaikkan alisnya. "Dia memberitahuku jika temanku yang gemuk ini sangat berisik jadi tak tahan untuk berlama-lama di dekatnya."
Cih!
"Keterlaluan! Memangnya aku seberisik itu? Katakan saja dengan jujur jika kau yang memintanya pergi karena takut aku menggodanya. Benar bukan? Huh ... Sudah kuduga, pesona tuan muda ini begitu sempurna!"
Plak!
Tang Yue memukul punggung bidang Wu Zetian hingga bersuara nyaring. "Tidak bisakah kau diam? Senior Yin tidak salah, kau memang berisik!"
Mata Wu Zetian melotot seperti akan mengatakan sesuatu. Tapi kalimat itu kembali ditelannya ketika melihat bangunan tinggi di depan matanya.
"Itu dia! Pagoda naga!" Zhang Yu mengangkat telunjuknya memberi tanda.
Wu Zetian seakan lupa dengan kekesalannya dan hanya dikau dengan bangunan tinggi tersebut.
"Dari yang aku dengar sebelumnya, pagoda naga terdiri dari tujuh lantai. Setiap lantainya sangat luas, bahkan seperti labirin."
__ADS_1
"Bagaimana dengan warisannya? Apa ada yang pernah mendapatkannya?" tanya Zhang Yu pada Wu Zetian.
Tapi Wu Zetian hanya mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tahu. Tapi mengingat pagoda naga masih sangat dicari, kemungkinan besar belum ada yang pernah mendapatkan warisannya."
Zhang Yu manggut-manggut merasa itu sangat masuk akal. Dia menepuk pelan pundak Wu Zetian lalu bergegas ke sana.
Tang Yue dan He Jiao mengikuti dengan cepat, Wu Zetian yang agak lambat bereaksi berusaha mengayunkan kakinya lebih cepat.
"He! Jangan tinggalkan aku!"
Dia membayangkan lagi tentang serangga raksasa yang tiba-tiba muncul dalam tanah. Itu sangat menakutkan. Tapi di saat yang sama dia masih berusaha menahan mulutnya agar tidak bicara sembarangan. Khawatir hal buruk akan benar-benar terjadi.
Selang beberapa waktu Zhang Yu dan kelompok akhirnya sampai di halaman luar pagoda naga. Tepat di depan mata adalah bangunan besar bertingkat tujuh yang berdiri layaknya istana kerajaan.
Namun bukan hanya mereka yang ada di sana. Banyak orang. Puluhan, bahkan ratusan orang berkumpul di halaman yang sama.
Hal ini dikarenakan pintu utama, akses satu-satunya menuju pagoda naga masih tertutup. Ada jam pasir yang menggantung di depan pintu besar, itu adalah waktu sampai pintu utama terbuka. Jadi semua yang ada di halaman sedang menanti pasir di atas benar-benar habis.
"Ternyata selain kita sudah banyak murid akademi yang menemukan keberadaan tempat ini." Tang Yue mengelus dagu menunjukkan ekspresi serius. Dia mengenali beberapa wajah yang memang cukup memiliki nama, tapi itu sebatas kenal sepihak dan dia tak terlalu menonjol di akademi.
"Kalian sudah sampai? Kita bertemu lagi,"
Zhang Yu dan kelompoknya seketika membalikkan badan melihat ke arah pria berkepala plontos.
"Kau ... Kau masih berani muncul di depan kami?!" Wu Zetian melipat lengannya dan menunjukkan lemak tangannya yang menggumpal.
Hong Men tersenyum mencibir. Dia mengabaikan Wu Zetian, beralih pada Zhang Yu. "Aku ingin mengajakmu berkenalan dengan seseorang. Apa kau mau?"
"Berkenalan?"
"Hong Men, apa mereka kelompok yang kau maksud sebelumnya?" tanya seorang pria berpakaian sama seperti Hong Men yang baru datang.
"Benar Kakak Hong Shen. Mereka kelompoknya dan dia orang yang kumaksud."
Mendengar penjelasan Hong Men, pria bernama Hong Shen itu menelisik Zhang Yu dan tiga orang lainnya. Sesaat kemudian dia manggut-manggut sambil tersenyum.
"Terima kasih karena telah menolong temanku. Jika mengumumkan sesuatu kau dapat mencariku, namaku Hong Shen." Pria itu mengulurkan tangan dengan ramah.
Zhang Yu menyambutnya sambil memperkenalkan nama. Meski tidak tahu apa yang diceritakan Hong Men tentang mereka pada pria ini, tapi seperti bukan hal buruk menjalin hubungan dengan orang dari klan kuno.
__ADS_1
Dari wajahnya, Hong Shen terlihat seperti berusia dua puluhan akhir. Aura nya yang terpencar pun tidak bisa bohong. Dia kuat, jauh lebih kuat dari Hong Men.