Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 94 : Bertemu Wu Zetian


__ADS_3

"Akhirnya sampai juga di luar."


Xuan Yin berkacak pinggang sambil menatap ke atas. Saat ini mereka masih berada di bawah lubang sedalam sepuluh meter. Cahaya yang tampak dari kejauhan tak lain adalah pantulan batu kristal besar yang ada di permukaan sisi lubang tersebut.


"Dari sini kita akan berpisah jalan. Kau akan pergi kemana? Agar aku tahu jalan mana yang harus kuambil." Xuan Yin mulai menautkan kedua alisnya saat tak mendengar jawaban dari Zhang Yu.


Pria ini, apa suaranya begitu lirih hingga tak bisa mendengarnya?


Ketika Xuan Yin berbalik hendak menegur, Zhang Yu ternyata sudah tidak berada di belakangnya. Dia berada di atas, memanjat naik melalui puing-puing batu.


Setelah sampai di tas Zhang Yu terlihat serius memperhatikan sekitar. Matanya terus berpendar seolah mencari sesuatu.


"Sebenarnya apa yang sedang kau cari?" tanya Xuan Yin penasaran.


"Aku mencari Sun."


Sun?


"Jadi kau datang dengan temanmu?"


"Ya, ... Eh." Zhang Yu mengernyitkan kening seperti ada yang salah. Tapi setelah diam beberapa saat dia mengedikkan bahu lalu lanjut mencari.


Xuan Yin juga ikut mencari. Entah itu di balik pohon atau di atas pohon dia mencoba menemukannya.


"Sepertinya temanmu sudah pergi. Tidak ada orang di sini." Kalimat Xuan Yin terhenti ketika melihat Zhang Yu bergeming di tempatnya. Tidak melakukan apapun seperti patung di atas altar sebelumnya.


"Kau kenapa?"


"Sepertinya aku telah menemukannya." Zhang Yu berkedip satu kali lalu bergegas pergi ke arah kanan.


Xuan Yin termenung. Dia menatap punggung Zhang Yu yang terus menjauh. "Jadi aku hanya harus pergi ke arah kiri kan?"


Saat kakinya hendak melangkah, terdengar suara ledakan cukup keras dari arah kanan. Ini membuat Xuan Yin seketika kembali menatap ke arah kepergian Zhang Yu.


"Harusnya ini bukan urusanku. Kenapa aku malah memikirkannya. Aku akan pergi ke arah lain." Xuan Yin menarik nafas dan melanjutkan langkahnya.


Namun saat ledakan terdengar untuk kedua kalinya, dia langsung berbalik arah dan berlari lebih cepat dari sebelumnya.


...


Di tempat lain. Zhang Yu terkejut mendengar ledakan yang bersumber dari arah di depannya.


Awalnya ia mengira keributan di sana disebabkan oleh Sun. Tapi mendengar ledakan yang begitu keras dia tak berpikir kera kecilnya memiliki kekuatan sekuat itu.

__ADS_1


Setelah berlari kurang lebih empat ratus meter, Zhang Yu akhirnya sampai di tempat terjadi ledakan. Beberapa pohon tumbang dan batu-batu besar terbelah.


Namun yang menjadi perhatian adalah kelompok tiga orang yang berdiri tak begitu jauh dari lubang jejak ledakan. Pakaian kacau berantakan dan ada darah yang mengalir di sudut bibir mereka.


"Mereka ... Apa ini kebetulan?"


Ketiganya tak lain adalah Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao. Tepat di pundak Wu Zetian adalah perimata kecil bermata bulat, Sun, yang berdiri sambil berpegangan erat.


"Sangat beruntung kalian dapat menghindar. Tapi aku pastikan serangan ini akan tepat sasaran."


Pemuda berkepala plontos berjalan dengan arogan sambil membawa pedang. Pedang di tangannya mengeluarkan asap, sudah dapat dipastikan dia orang yang mengeluarkan serangan sebelumnya.


Sekarang dia kembali bersiap dengan tekniknya akan menyerang.


Tentu saja Zhang Yu tidak tinggal diam. Tepat saat pria berkepala plontos mengangkat pedangnya, Zhang Yu mengeluarkan siluet tebasan dari ayunan pedangnya.


Boom!


Ledakan kedua ini adalah serangannya. Pria berkepala plontos yang tak mengira akan datang satu serangan kejutan terkejut hingga melempar pedangnya tanpa sadar. Dia juga mengurungkan serangannya, melompat jauh ke belakang untuk menghindar.


"Kurang ajar! Siapa yang berani menyerang diam-diam?!"


Bukan hanya pria berkepala plontos. Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao spontan menatap ke arah sumber serangan. Mata ketiganya terbelalak sempurna mengenali sosok yang berdiri di sana.


"Zhang Yu!"


Tapi terlepas dari hal itu, siapa sebenarnya pria berkepala plontos ini? Pakaiannya hijau, jelas berbeda dengan orang-orang Klan Yan. Juga bukan bagian dari Akademi Kekaisaran.


"Kurang ajar! Beraninya kau mengabaikanku. Aku akan membunuhmu terlebih dahulu!" Setelah berkata pria berkepala plontos itu mengeluarkan satu bayangan hitam berbentuk limas segitiga.


"Hati-hati! Dia berada di tingkat master bintang satu." He Jiao berseru mencoba mengingatkan Zhang Yu.


Zhang Yu melirik sekilas, tidak menjawab tidak juga mengabaikan. Dia berpikir, bukankah itu hanya master bintang satu?


Pria berkepala plontos tersenyum percaya diri saat melihat Zhang Yu yang hanya diam. Dia dengan cepat mengayunkan pedangnya yang membuat bayangan limas hitam melintas seperti kilat.


"Mati kau!"


Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao memejamkan mata tak berani menyaksikan. Ketika dentuman yang sangat keras terdengar mereka masih memejamkan mata dengan perasaan gelisah.


Perlahan mulai membuka mata, tapi yang terjadi benar-benar tidak sesuai dengan bayangan mereka.


Bukan Zhang Yu, tapi pria berkepala plontos itu yang terkapar.

__ADS_1


Bagaimana bisa?!


Ketiganya menatap Zhang Yu bingung. Mereka jelas tahu kekuatan pria berkepala plontos itu yang berada di tingkat master bintang satu. Bahkan bertiga sekalipun masih kewalahan, tapi Zhang Yu menghadapinya sendirian dan berhasil membuatnya begitu buruk.


Satu pertanyaan dalam benak mereka, seberapa kuat Zhang Yu?


"Kurang ajar! Ini belum berakhir!" Pria berkepala plontos berdiri sambil mencengkeram pedangnya. Dia berniat menyerang dengan teknik yang sama. Tapi sebelum melancarkan aksinya, Zhang Yu sudah melesat dan menghajar wajahnya.


Blar!


Batu besar yang terbelah sekarang hancur ditimpa tubuhnya.


Yang tidak terduga ternyata pria berkepala plontos ini masih bisa merangkak keluar dari reruntuhan. Harus diakui daya tahan tubuhnya cukup kuat.


Namun sungguh keputusan bodoh karena dia keluar terlalu cepat. Harusnya berpura-pura mati lalu menunggu Zhang Yu dan kelompoknya pergi.


Sungguh bodoh.


Zhang Yu ingin mengakhiri semua ini secepatnya. Wu Zetian yang melihat gelagat Zhang Yu dengan cepat menghalanginya. "Tunggu! Biarkan kami yang melakukannya. Dia sudah membuat kami bertiga begitu kacau, sekarang giliran kami membalasnya."


Tidak menunggu persetujuan Zhang Yu, Wu Zetian mengepalkan tangannya lalu melesat dan memukul wajah pria itu. Tidak puas sendirian, dia memanggil Tang Yue dan He Jiao.


"Apa kalian berdua tidak ingin balas dendam? Pukul dia sampai tidak ada yang mengenali wajahnya."


Tang Yue tersenyum cerah, kemudian ikut berpesta. Keduanya memukul tanpa peduli teriakan pria berkepala plontos itu yang terdengar kesakitan.


Karena apa yang telah mereka terima sudah lebih dari cukup untuk dijadikan alasan.


"He Jiao, apa kau tidak ingin bergabung?" teriak Tang Yue sambil mengangkat wajahnya pada He Jiao.


Namun He Jiao menggelengkan kepala pelan, dia lebih memilih menghampiri Zhang Yu dan bertanya keadaannya. "Apa kau baik-baik saja?"


"Zhang Yu!"


Sebelum Zhang Yu menjawabnya, Xuan Yin datang dengan tergesa-gesa. Nafasnya memburu dan terlihat khawatir.


He Jiao, Wu Zetian dan Tang Yue sontak mengangkat kepala menatap sosok wanita yang entah datang dari mana tiba-tiba muncul memanggil nama Zhang Yu.


Siapa wanita ini? Pertanyaan dalam benak mereka.


Xuan Yin sendiri langsung terdiam menyadari ada murid lain selain Zhang Yu. Dia lupa untuk mengubah penampilannya dan sekarang ada tiga orang yang melihat penampilan aslinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Aku berlari ke sini begitu cepat memikirkan dia dalam bahaya bahkan lupa mengubah penampilan." Xuan Yin merutuki dirinya sendiri dalam hati.

__ADS_1


Wu Zetian meninggalkan pria berkepala plontos yang sudah tak sadarkan diri. Dia mendekat sambil menelisik dengan hati-hati. Setelah puas dia menepuk pundak Zhang Yu dan bertanya sambil berbisik. "Zhang Yu, siapa gadis cantik ini?"


__ADS_2