Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 216 : Menjadi Terget


__ADS_3

Ah!


Zhang Yu tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Nafasnya tidak teratur dan terlihat keringat membasahi keningnya. Matanya menatap ke sekitar lalu bertahap bangun dari tempat tidur.


"I-itu mimpi?" gumamnya.


Entah bagaimana mimpi itu datang padanya. Bermimpi jika dirinya terjebak selama hidupnya di Benua Naga tanpa bisa kembali ke tempat asalnya.


Akan tetapi jika melihat situasinya saat ini. Mimpi itu adalah salah satu kemungkinan yang dapat terjadi padanya. Zhang Yu cemas ketika memikirkan hal itu. Zhang Yu khawatir. Dalam kepalanya saat ini langsung terbayang wajah orang-orang terdekatnya. Terkhusus Xuan Yin istrinya.


"Zhang Yu."


Terdengar suara tanpa rupa yang membuat dua alis Zhang Yu bertautan. Namun tak butuh waktu lama baginya untuk mengenali pemilik suara tersebut.


"Akhirnya kau keluar," ucap Zhang Yu spontan.


Sejak sadar dari pingsan Zhang Yu terus memanggil Long Shen. Setidaknya ada belasan kali, tetapi Long Shen tak merespon yang membuat Zhang Yu cukup mengkhawatirkannya.


"Kenapa?" Long Shen menunggu Zhang Yu melontarkan pertanyaannya.


"Aku terpisah dengan kakek. Apa kau tahu di mana dia?"


Seketika Long Shen terdiam. "Aku ... Jika tidak salah ingat, kalian berdua masuk ke celah ruang yang sama. Aku tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya karena aku pingsan setelah ledakan ruang yang menghantam mu."


Zhang Yu mengingat kembali apa yang terjadi saat itu. Harus diakui ledakan ruang memang sangat kuat dan mengandung kekuatan jiwa. Tak heran jika Long Shen pun pingsan karena efek ledakan tersebut.


"Apa kau benar-benar kehilangan kontak dengan kakekmu? Tidak ada petunjuk sama sekali?" tanya Long Shen.


Zhang Yu hanya menggelengkan kepala. "Sepertinya kakek mendarat di bagian lain Benua Naga. Aku harus menemukannya lalu mencari cara kembali ke domain klan Xiao."


Pada saat yang sama suara Song Yixue terdengar. "Yu Gege, kau sudah bangun?"


Long Shen yang mendengar suara wanita pun sontak menatap Zhang Yu penuh makna. "Wanita? Kau baru beberapa hari di tempat ini dan sudah menemukan wanita?"


"Yu Gege!"


Zhang Yu mengabaikan pertanyaan Long Shen dan membuka pintu ruangannya setelah mendengar suara Song Yixue yang terdengar gelisah.


"Ada apa?"


Song Yixue menerobos masuk begitu pintu terbuka. Dia bahkan menutup pintu dan menguncinya tanpa memberi tahu Zhang Yu apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Yu Gege, ...." Matanya berkedut. Zhang Yu yang tidak memahami maksud gadis ini pun kembali bertanya padanya.


"Ada apa?"


"Ke-Kedai Bulan Merah. Mereka datang!"


Zhang Yu masih tidak bereaksi mendengar ucapan Song Yixue. Dia mengerutkan keningnya dan menatap dengan bingung. "Kenapa mereka datang? Apa berita kehancuran bandit kuda laut sudah menyebar?"


"Bukan hanya berita kehancuran yang tersebar. Tapi gambar dirimu pun berserakan di mana-mana dan menjadi buronan kedai bulan merah."


Raut wajah Zhang Yu semakin buruk. "Wajahku? Bagaimana mungkin mereka memiliki wajahku. Aku yakin sudah membunuh mereka semua tanpa menyisakan satu orang pun."


"Kau pasti melewatkan satu atau beberapa orang. Dan saat mereka memiliki baru perekam, siapapun dapat dengan mudah menggambar wajahmu," kata Long Shen.


Zhang Yu berdecak pelan. Dia berjalan ke arah jendela lalu mengintip dari celah untuk melihat situasi di luar sana.


"Itu mereka. Pakaian hitam dengan ikat pinggang merah." Song Yixue menunjuk kelompok orang yang bersikap selayaknya penduduk biasa. Mereka berbaur dengan penduduk lain tapi gerak-gerik mereka sangat mencurigakan.


"Yu Gege, kita harus pergi dari sini sebelum mereka menemukan kita," kata Song Yixue lagi.


Zhang Yu khawatir memang mereka harus pergi dari penginapan. Meski menghitung jumlah mereka tak lebih dari lima belas orang dan tingkat kekuatannya berada di tingkat surgawi bintang satu sampai bintang empat, tapi tidak menutup kemungkinan ada kelompok lain yang masih bersembunyi dan memiliki basis kekuatan lebih tinggi.


"Kenakan ini," ucap Zhang Yu sembari mengeluarkan jubah berwarna hitam. Penampil Song Yixue dengan jubah merahnya benar-benar mencolok. Mereka harus menggantinya jika ingin pergi dari penginapan tanpa ketahuan.


Sementara itu di luar penginapan. Orang-orang Kedai Bulan Merah memasuki penginapan. Mereka berjalan ke arah lobi lalu menunjukkan satu gambar sketsa wajah dengan keterangan lengkap pada dua pelayan penjaga lobi.


"Apa kalian pernah melihat pria ini?" tanya pria bertindik yang memimpin kelompok orang-orang Kedai Bulan Merah.


Satu pelayan menggelengkan kepala. Tapi satu pelayan lain memangut dagunya dan bergumam sangat pelan. "Sepertinya pernah melihatnya,"


Meski sangat pelan tapi pria bertindik mendengarnya cukup jelas. Dia menekan kertas sketsa itu ke meja lobi dengan tangannya.


"Apa kau yakin melihat pria ini memasuki penginapan?" tanya seorang pria bertindik pada pelayan wanita.


Pelayan wanita yang sebelumnya keceplosan mengatakan pernah melihat sosok dalam gambar pun menjadi takut saat pria di depannya menggunakan aura kekuatan untuk menekan.


Mau tidak mau pelayan itu menganggukkan kepala. "Be-benar. Mereka menginap di lantai dua," ujarnya dengan wajah penuh keringat. Tangannya gemetar saat


Pria bertindik sontak memberi tanda pada rekan-rekannya dari Kedai Bulan Merah yang dengan segera berpencar membagi tugas.


"Tangkap dia! Jangan sampai lolos!"

__ADS_1


Kericuhan terjadi di lantai dia penginapan. Bagaimana pengunjung pada berteriak ketakutan saat kelompok orang berpakaian hitam, sampai benda-benda jatuh dan pecah yang terdengar hingga keluar.


"Tidak disangka mereka akan membuat kekacauan seperti itu. Beruntung kita sudah pergi melalui jendela dan menghindari mereka," kata Song Yixue. Perlahan dia mengangkat wajahnya menatap Zhang Yu. "Yu Gege, kemana kita akan pergi?"


Tetapi sebelum Zhang Yu menjawabnya satu suara berteriak cukup lantas dari belakang mereka.


"Hei kalian! Berhenti di sana!"


Pria bertindik sang pemilik suara itu berjalan mendekat. Bersama dengan itu empat belas rekannya keluar dari penginapan dengan wajah suram.


"Tidak ada di dalam!" kata mereka.


Seketika pria bertindik semakin curiga dengan dua sosok yang mengenakan jubah hitam di depannya. "Berbalik! Tunjukkan wajah kalian."


Song Yixue cemas sampai meremas ujung pakaiannya. Dia melirik Zhang Yu dan berbisik dengan suara lirih. "Yu Gege, ...."


Zhang Yu menepuk pundak Song Yixue sambil mendorongnya maju. "Tetap seperti ini dan jangan berpaling. Aku akan menghadapi mereka."


Mau tidak mau Song Yixue menurut. Dia sadar dengan kemampuannya tidak makan membantu banyak. Selain mengobati luka, dia sangat payah dalam bertarung.


Long Shen berpindah ke pundak sebelah kanan. Dewa naga itu menghela nafas dengan teratur seolah tak khawatir dengan pertarungan ini.


"Aku sudah memastikan tidak ada bantuan di sekitar sini. Seharusnya kau dapat mengalahkan mereka dengan tingkat kekuatanmu saat ini," ucapnya.


"Baiklah. Kau memang selalu dapat diandalkan."


Cuih!


"Aku adalah dewa naga. Tentu saja aku lebih berguna dari yang kau pikirkan," dengus dewa naga.


"Apa yang kalian lakukan?! Turunkan tudung kalian!" bentak pria bertindik.


Perlahan Zhang Yu maju mendekat. Ketika jarak hanya tersisa belasan langkah dia melepas tudungnya sehingga tampak jelas wajahnya di depan orang-orang Kedai Bulan Merah.


Pria bertindik langsung mengepalkan tangan. Begitu pula dengan empat belas orang lainnya.


"Akhirnya ketemu. Kalian tidak akan bisa lari lagi!"


Mendengar kalimat tersebut Zhang Yu mendengus.


Huh!

__ADS_1


"Kalian benar-benar tahu cara menghibur diri."


__ADS_2