Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 54 : Guru?


__ADS_3

Zhang Yu masih menjadi perhatian. Bahkan ketika dia memutuskan untuk turun, puluhan murid menatapnya seperti bintang.


"Lihat, lihat! Itu adalah Zhang Yu!" Murid baru yang mengenali Zhang Yu segera berseru.


Entah itu laki-laki atau perempuan. Semua menatap dengan perasaan kagum.


Biasanya murid baru akan begitu pasif dan tertindas. Tapi karena keberadaannya, identitas murid baru menjadi terangkat. Secara tidak langsung ini akan membuat mereka--para murid baru--tidak dipandang sebelah mata.


"Saudara Zhang Yu, kau bukan hanya memecahkan rekor, kau sungguh luar biasa!" Wu Zetian langsung menghampiri Zhang Yu ketika sudah turun dari anak tangga terakhir. Dia mendekat bahkan menempel tepat di sampingnya seolah menunjukkan pada semua orang di sini jika dirinya, Wu Zetian, memiliki kedekatan dengan Zhang Yu.


Teman adalah kelompok orang yang saling berbagi banyak hal. Jadi sudah sepantasnya berbagi kepopuleran kan?


Selain Wu Zetian ada beberapa orang yang ikut mendekat. Sebagian besar dari mereka adalah murid baru yang ingin menciptakan relasi. Akan tetapi sebelum sempat mengenalkan diri, beberapa orang tua datang dengan suara mereka yang dominan.


"Permisi, bisa kalian menyingkir sebentar?"


Murid-murid yang mengerumuni Zhang Yu langsung berpencar mengetahui siapa yang datang. Bahkan Tetua Roxie yang ada di sana langsung membungkuk memberi hormat pada mereka.


"Tetua Xin Fei, Tetua Lou Yi, Tetua Yu Han!"


Tiga tetua itu hanya menganggukkan kepala sekilas lalu kembali berjalan menuju posisi Zhang Yu.


"Namamu adalah Zhang Yu?" tanya Tetua Lou Yi yang berada di tengah.


"Benar, Tetua! Namaku Zhang Yu."


Tetua Lou Yi sejenak diam. Dia melirik Tetua Xin Fei dan Tetua Yu Han yang ada di samping kanan kirinya.


"Zhang Yu, apa kau mau menjadi murid salah satu dari kami?" tanya Tetua Lou Yi.


Pertanyaan ini sontak membuat suasana menjadi heboh. Seorang murid baru yang baru bergabung dua hari tapi ada tiga tetua yang datang langsung padanya meminta untuk dirinya menjadi murid mereka.


Terlebih siapa yang tidak mengenal tiga tetua ini. Meski hanya tetua pelataran luar, tapi nama besar mereka tak kalah dibandingkan dengan rata-rata tetua pelataran dalam.


"Zhang Yu ini sangat beruntung! Tiga petinggi pelataran luar datang padanya. Jika itu aku, tentu saja akan menerimanya."


"Ya, menjadi murid Tetua Xin Fei adalah hal baik. Tapi menjadi murid Tetua Lou Yi juga tidak buruk. Ini adalah berkah baginya."


Beberapa murid luar memandang dengan iri. Mereka yang selama ini berusaha menarik perhatian tetua tapi tidak berhasil, tapi Zhang Yu melakukannya dengan begitu mudah.

__ADS_1


Ini sedikit tidak adil. Tapi sangat disayangkan mereka tidak memiliki keberanian untuk protes. Hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena tidak punya bakat seperti Zhang Yu.


"Zhang Yu, cepat setuju! Aku menyarankanmu untuk menjadi murid Tetua Xin Fei." Wu Zetian berbisik tepat di telinga Zhang Yu. Tapi Zhang Yu hanya menggelengkan kepala samar. Dia menarik nafas lalu mengambil kesempatan ini untuk mengatakan pada ketiga tetua.


"Tetua Xin Fei, Tetua Lou Yi, Tetua Yu Han. Aku sangat menghargai kalian. Sungguh adalah keberuntungan jika bisa menjadi murid kalian. Tapi aku tidak bisa menerimanya."


"..."


Tidak ada yang menyangka Zhang Yu akan menolak tawaran menjadi murid tiga tetua tertinggi pelataran luar.


Mendadak suasana yang heboh menjadi hening. Raut wajah ketiga tetua juga menunjukkan ketidaksenangan. Namun mereka masih berusaha menahan dan menyembunyikannya.


"Boleh aku tahu alasanmu tidak mau menjadi murid kami?" tanya Tetua Xin Fei. Pria bertubuh gemuk itu melipat tangannya di belakang sambil mengukir senyum ramah.


"Maaf Tetua, tapi aku sudah mempunyai guru. Guruku juga ada di akademi."


"Guru? Di akademi?" Tetua Xin Fei memandang Zhang Yu dengan lekat. Dia melirik Tetua Lou Yi dan Tetua Yu Han.


"Jadi kau sudah punya guru? Siapa nama gurumu?" tanya Tetua Yu Han tak sabar.


Bukan hanya tiga tetua itu yang penasaran. Puluhan murid yang masih berkumpul di sana juga penasaran.


Sikap diam Zhang Yu yang membuang-buang waktu membuat ketiga tetua tidak berdaya. Mereka menghela nafas secara bersamaan. "Jika memang kau sudah punya guru, kami juga bukan orang yang tidak begitu berperasaan dengan memaksamu."


"Terima kasih atas pengertian Tetua!" Zhang Yu menyatukan tangannya dan memberi penghormatan.


Tetua Xin Fei menganggukkan kepala samar, dia lalu berbalik sebelum berterial pada semua murid yang masih berkumpul. "Semua bubar! Tidak ada yang perlu dilihat di sini!"


Dengan seruan itu semua murid langsung membubarkan diri masing-masing. Tiga tetua juga pergi, hanya menyisakan beberapa orang saja termasuk Zhang Yu, Wu Zetian, Tetua Roxie dan Meng Hua.


"Zhang Yu, kau hebat sekali dapat menolak ketiga tetua. Apa kau sungguh-sungguh sudah memiliki guru?" tanya Wu Zetian.


Meng Hua yang penasaran ikut bertanya. "Apa gurumu itu tetua pelataran dalam?"


Zhang Yu hanya menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal. Karena bingung harus mengatakan apa, dia akhirnya menganggukkan kepala membenarkan ucapan Meng Hua.


"Benar, guruku tinggal di wilayah pelataran dalam."


Lagi pula yang tinggal di pelataran dalam tidak terbatas pada tetua pelataran dalam. Meski tidak tahu jelas identitas gurunya, tapi mengingat penjelasan Du Xiong harusnya gurunya adalah satu dari lima guru besar. Dan kelima guru besar pastinya tinggal di pelataran dalam kan?

__ADS_1


Mata Wu Zetian tampak berbinar mendengar jawaban Zhang Yu. Dia menarik tangan Zhang Yu dan menyekapnya dengan erat. "Zhang ... Tidak, maksudku Saudara Zhang Yu, gurumu adalah tetua pelataran dalam. Jadi bisakah kau merekomendasikan ku kepadanya?"


Dia berusaha menjilat. Tapi Zhang Yu menghempaskan tangannya menjauh. "Maaf Saudara Wu, tapi guruku sedang tidak mencari pelayan."


Eh...


Kening Wu Zetian mengerut mencoba mencerna kalimat tersebut. Bertahap wajahnya memerah mengerti makna ucapannya.


"Keterlaluan! Zhang Yu, apa kau pikir aku terlihat seperti pelayan?!" Dia menghentakkan kaki sambil memaki Zhang Yu yang sudah berjalan menjauh. Sejurus kemudian bertanya pada Leng Hua dan Tetua Roxie tentang pandangan mereka terhadapnya.


"Senior Meng Hua, Tetua Roxie, apa aku terlihat seperti pelayan?"


"Ya, mirip."


"Kau memang lebih cocok jadi pelayan."


Meng Hua dan Tetua Roxie menjawab bersamaan. Keduanya lalu pergi meninggalkan Wu Zetian yang tampak semakin kesal.


Arg!


"Kalian semua keterlaluan! Mentang-mentang tubuhku besar menganggapku seperti pelayan. Aku bukan pelayan! Aku ...." Mendadak Wu Zetian berhenti bicara dengan membekap mulutnya. Dia melihat ke sekitar dengan tatapan memburu, lalu pergi dari sana secepat mungkin.


Cukup sebutan pelayan yang cukup membuatnya kesal. Jangan sampai orang-orang menganggapnya gila karena bicara sendirian.


Di tempat lain.


Setelah meninggalkan panggung naga Zhang Yu memutuskan kembali ke tempat tinggalnya. Melewati banyak sekali bangunan sebelum sampai ke wilayahnya.


Halaman kediaman perlahan tampak dalam jangkauan penglihatannya. Dia mengayunkan kaki lebih cepat ingin segera sampai dan beristirahat.


Meski tenaga dan Qi telah dipulihkan, tapi pikiran juga butuh diistirahatkan.


Semua hal yang akan dilakukan setelah ini sudah terancang jelas dalam benaknya. Akan tetapi, sepertinya semua itu hanya akan menjadi angan-angan.


Tiba-tiba dari arah kediaman yang ada di samping kediamannya, terdengar suara pekikan keras disertai dengan dentuman yang menggelegar.


Asap putih mengambang di udara. Lalu terlihat dari kejauhan siluet kera kecil yang berlarian di atap dan gapura.


Kening Zhang Yu kian mengerut. Mulutnya tak bisa berhenti bergumam. "Sun! Apa yang dia lakukan?!"

__ADS_1


__ADS_2