
Zhang Yu dan kelompok Zhang Lei segera mendatangi sumber suara. Benar saja. Mereka benar-benar menemukan anggota Suku Niao yang masih tak sadarkan diri dengan luka yang sangat parah.
"Sepertinya dia juga terkena racun," tunjuk Zhang Shu pada tangan anggota Suku Niao yang terlihat bekas tusukan jarum.
Zhang Yu tak banyak bicara segera menyerap racun itu dan membuat keadaannya menjadi lebih baik. Setelah itu dia memindahkan tubuh anggota Suku Niao agar tak tergenang air laut.
"Kami menemukan satu!" suara dari kelompok lain yang masih melakukan pencarian.
Segera Zhang Yu pergi ke sana untuk melihat kondisinya. Dan kondisi anggota Suku Niao ini lebih baik dari yang sebelumnya. Bahkan dibandingkan dengan keadaan Yi. Dia hanya terluka ringan. Kemungkinan akan sadar dalam beberapa waktu.
"Di sini ada lagi!"
"Di sini juga ada!"
Setelah itu, mereka mulai banyak menemukan anggota Suku Niao yang terdampar. Tak hanya orang Suku Niao itu sendiri tapi juga burung tunggangan mereka.
Anggota Suku Niao yang sudah diperiksa dipindahkan di tempat yang lebih teduh dan jauh dari air laut. Di kumpulkan dan jika dihitung jumlah mereka lebih dari dua puluhan tidak termasuk burung tunggangan.
Ketika Zhang Yu ingin menghentikan pencarian karena hari yang sudah berangsur gelap, tiba-tiba datang ombak cukup besar yang datang membawa satu lagi orang Suku Niao.
Ketika Zhang Yu melihatnya, itu adalah Shin, pangeran Suku Niao. Dia segera mendatangi ombak itu lalu menangkap tubuhnya sebelum jatuh ke pasir.
"Patriark, apa kita dapat membawa mereka semua kembali ke Klan?"
Zhang Lei sejenak ragu. Tapi mereka sudah sampai sejauh ini dan sangat tanggung jika tidak memperbolehkan mereka di bawa ke kediaman.
"Kalian segera cari gerobak di sekitar. Jika bisa dapatkan sebanyak-banyaknya. Karena membutuhkan banyak tempat untuk membawa dua puluh lima orang dan lima belas burung besar."
__ADS_1
Mereka segera berpencar ke rumah-rumah warga yang ada di pemukiman terdekat. Tak lama, dua belas gerobak yang masing-masing berukuran cukup besar.
"Ayo, pindahkan semua ke atas gerobak dan bawa kembali ke Klan."
Sambil gerobak di tarik, Zhang Yu berjalan di belakang sambil mengobati Shin yang terluka. Di tengah perjalanan Shin pun membuka mata ketika merasakan jalan yang tidak rata.
"Ahk ...." pekiknya sambil memegangi kepala. Dia diam sambil memejamkan mata untuk sementara waktu agar rasa sakit itu lenyap dan perlahan kembali membuka matanya.
"Teman Dewi!"
Zhang Yu memberi tanda dengan jari telunjuk agar Shin tetap tenang. Dengan segera Shin mengerti. Dia bertanya pada Zhang Yu. "Apa Dewi yang mengirimmu datang ke sini untuk menyelamatkan kami?"
"Anggap saja begitu," balas Zhang Yu.
Setelah sampai di kediaman Klan Zhang, orang-orang Suku Niao di tempatnya di aula karena tidak ada tempat luas lain.
Yi keluar dari ruangan setelah melihat ada anggota sukunya. Dia segera berlari ke arah Shin yang ada di samping Zhang Yu.
"Yi! Kau juga di sini?" balas Shin.
Zhang Lei dan anggota Klan Zhang yang lain terkejut saat mendengar orang-orang berkulit hijau nini baru saja berbicara. Bukan bahasa seperti yang mereka bayangkan, tapi bahaya yang sama dengan mereka.
Dari sini mereka sadar kenapa Zhang Yu cukup percaya diri.
"Pangeran, di mana Yang Mulia Raja?" tanya Yi.
Mendengar ini Shin yang sebelumnya hampir melupakan tentang ayahnya kembali mengingatnya. Dia sedih, sampai meneteskan air mata.
__ADS_1
"Ayah, Ayah sudah meninggal. Orang-orang jahat itu yang membunuhnya."
"Selain Ayah, sebagian anggota suku terbunuh oleh orang-orang jahat itu. Ada juga yang masih bertahan di sana karena tak bisa melarikan diri dan harus menjadi budak pekerja."
Yi terkejut dan hampir terjatuh. Pada saat yang sama dia menunjukkan hasrat membunuh yang kuat dari tubuhnya meski tubuhnya sama sekali tidak mengeluarkan aura.
"Apa kalian tahu siapa kelompok orang yang datang ke pulau kalian itu?" tanya Zhang Yu.
Shin langsung menatap Yi dan mencoba berpikir. "Jika tidak salah ingat. Ada tulisan menara iblis di bendera kapal mereka."
"Benar pangeran. Itu memang mereka. Aku juga melihat tulisan itu di kapal mereka."
Zhang Yu yang sedang mengobati luka langsung menahan tangannya saat mendengar nama menara iblis.
Satu dari lima kekuatan utama yang ada di Pulau Naga, apa yang mereka lakukan sehingga melakukan perjalanan itu.
Tidak mungkin kan mereka melakukan perjalanan untuk mencarinya? Karena alasan pertama mereka tidak bisa mencari masalah terlebih dahulu. Kedua, mereka tidak tahu kemana arah kepergiannya.
Jadi, kemungkinan menara iblis ini sudah mengincar pulau itu cukup lama dan mereka datang untuk mengurus sumber daya yang ada di sana.
Batu besi hitam sudah cukup membuat orang kehilangan kendali. Terlebih lagi masih banyak potensi yang ada di pulau itu yang tentunya sangat menarik perhatian menara iblis.
Namun yang menjadi beban pikiran Zhang Yu saat ini adalah kemungkinan kelompok menara iblis datang ke Daratan Zhen Yang. Itu bisa saja terjadi jika mereka memang begitu menginginkan sumber daya. Setelah sumber daya di pulau itu tak memuaskan mereka, mereka akan bergerak ke arah barat dan akhirnya akan sampai di Daratan Zhen Yang.
"Pangeran, bagaimana dengan kunci pintu rahasia gua utama? Apa itu juga jatuh ke tangan mereka?" tanya Yi tiba-tiba.
Sontak Shin merogoh saku pakaiannya dan menemukan kunci berwarna perak dengan huruf 'u' di ujungnya.
__ADS_1
"Ayah memberikannya padamu saat akan tertangkap orang-orang jahat itu. Ini adalah kunci ruang rahasia suku. Tidak ada yang boleh masuk kecuali mewarisi darah Suku Niao."
Yi menghela nafas. Dia berkata, "Setidaknya warisan leluhur akan tetap aman dari orang-orang jahat itu."