
Tok tok tok...
Zhang Yu baru saja selesai memulihkan tenaganya ketika jendela ruangannya diketuk beberapa kali dari luar. Sontak Zhang Yu beranjak dari tempat tidurnya segera membuka jendela tersebut.
Alangkah terkejutnya saat melihat Xuan Yin sudah berdiri tepat di balik jendela.
"Yin'er?"
Xuan Yin tidak menunggu Zhang Yu mempersilakannya. Tanpa banyak bicara dia melompat masuk begitu jendela terbuka.
Zhang Yu bahkan masih tidak bereaksi melihat Xuan Yin saat ini berada di ruangannya. Dia berkedip beberapa kali sebelum bertanya padanya. "Yin'er, kenapa kau ke sini?"
Xuan Yin menyipitkan matanya terlihat tidak senang. "Apa kau sudah lupa dengan ucapanmu kemarin?"
"..."
Seketika darah dalam tubuh Zhang Yu berdesir ketika mendengar kalimat Xuan Yin. Terlebih saat gadis itu tiba-tiba mendorong wajahnya hingga bibir mereka bersentuhan.
Sebagai pria normal pastinya Zhang Yu tak melepaskan kesempatan ini. Dia mulai merengkuh tubuh Xuan Yin sembari memperdalam ciumannya.
Pada waktu ini dunia seakan hanya milik berdua. Seolah tidak ada yang dapat mengganggu mereka.
Sayangnya momen itu harus berakhir ketika ketukan pintu terdengar dari luar.
Tok tok tok...
"Zhang Yu, apa kau di dalam?"
Itu suara ayahnya. Zhang Yu menatap Xuan Yin lalu mendesah pasrah. Mau tidak mau mereka berhenti. Tetapi saat Zhang Yu akan menjawab, suara Zhang Long kembali terdengar.
"Maaf Pangeran Kelima, sepertinya Zhang Yu masih memulihkan diri. Dia terlihat sangat kelelahan selesai mengobati bibinya, aku tak berani mengganggu waktunya. Jadi bagaimana jika Pangeran Kelima kembali terlebih dahulu dan besok aku akan memberitahunya tentang kedatangan Pangeran Kelima."
Zhang Yu kembali menatap Xuan Yin. "Kenapa kakakmu mencariku?"
__ADS_1
Xuan Yin mengedikkan bahu. "Mungkin itu karena dia sudah mendengar kemampuan pengobatanmu yang hebat lalu membuatnya penasaran dan datang ke sini."
Zhang Yu hanya mengangguk-angguk. Satu detik kemudian dia kembali merengkuh tubuh Xuan Yin sebelum mengecup bibirnya singkat.
"Bagaimana jika kita pergi ke tempat lain?"
"Ke mana?" tanya Xuan Yin.
Tapi Zhang Yu tidak langsung menjawabnya. Dia membuka kembali jendela lalu menarik tangan Xuan Yin pergi bersamanya.
Beberapa waktu kemudian mereka sampai di suatu tempat. Tanah lapang yang lumayan luas dikelilingi pohon dengan sebuah danau yang cukup luas di sebelah kanannya.
Xuan Yin berjalan di tepi danau sambil memperhatikan permukaan danau. Perlahan dia menengadahkan wajahnya menatap Zhang Yu yang berjalan di sampingnya.
"Kau ingat tempat ini?" tanya Zhang Yu.
Xuan Yin mengangguk. "Tentu saja. Ini adalah tempat pertama kali kita bertemu. Lembah bunga."
"Benar. Saat itu kau menuduhku pria mesum karena berpikir aku telah mengintipmu."
"Itu sungguh salah paham. Aku ...."
Xuan Yin tertawa saat Zhang Yu mencoba menjelaskannya. Dari sini Zhang Yu langsung paham jika Xuan Yin sedang mempermainkannya. Xuan Yin pasti susah tahu jika tujuannya saat itu adalah mayat binatang spiritual tingkat ketiga. Tapi dia sengaja berkata seperti itu untuk memancingnya.
"Yin'er, kau benar-benar keterlaluan," keluh Zhang Yu.
Namun Xuan Yin bahkan tidak merasa bersalah sama sekali. Dia menjulurkan lidahnya kemudian berlari menghindari Zhang Yu yang terlihat marah.
"Dasar mesum!" ledeknya lagi setelah berlari cukup jauh.
Zhang Yu menghembuskan nafas. Detik berikutnya dia melesat dengan sangat cepat sehingga langsung berdiri di depan Xuan Yin yang berusaha berlari.
Xuan Yin mengeluh sambil mengerucutkan bibirnya. "Curang sekali ... Kau lebih cepat dariku, aku tidak mungkin bisa lolos darimu."
__ADS_1
Zhang Yu tertawa penuh kemenangan. "Jadi berhentilah lari karena aku dapat menangkapmu."
"Tidak mau," balas Xuan Yin yang membuat Zhang Yu menautkan kedua alisnya.
Kenapa?" tanyanya spontan
"Karena kau pria mesum."
Apa?
Zhang Yu menyipitkan mata. Bertahap wajahnya berubah suram. Tapi bukannya takut Xuan Yin tertawa dan berusaha kabur.
Sayangnya Zhang Yu lebih cepat bereaksi sehingga dengan segera menangkap pergelangan tangannya.
Ah...
Xuan Yin menjerit saat Zhang Yu tiba-tiba menarik tubuhnya hingga mendarat di pelukannya. Matanya membulat sempurna begitu Zhang Yu tanpa aba-aba melahap bibirnya.
"Aku bukan pria mesum. Tapi jika kau ingin aku menjadi pria mesum, aku tidak keberatan," kata Zhang Yu.
Alih-alih takut dengan ancaman Zhang Yu, Xuan Yin malah mengalungkan tangannya dengan lembut setelah melepas ikatan rambutnya.
Sikap berani yang ditunjukkan Xuan Yin tentu saja membuat Zhang Yu semakin terbakar api gairah. Dia mencoba bertahan selama mungkin, tapi gejolak perasaan ini membuatnya hampir kehilangan kendali.
Sebelum hal itu benar-benar terjadi Zhang Yu segera menggendong tubuh Xuan Yin lalu pergi ke sebuah gua yang tidak begitu jauh dari tempat danau berada.
"Yin'er, apa kau yakin ingin melakukannya?" tanya Zhang Yu setelah menurunkan tubuh Xuan Yin. Dia khawatir dengan keadaan Xuan Yin setelah inti darahnya diambil karena hal itu akan sangat menyiksa tubuhnya.
Tapi Xuan Yin tidak menjawabnya dengan kata-kata. Dia mencium bibir Zhang Yu seolah memberitahu jika dirinya siap menerima rasa sakit itu. Itu adalah keinginannya dan dia tidak akan menyesal karena pria itu adalah pria pilihannya.
Akhirnya mereka berdua benar-benar melakukannya. Akan tetapi Zhang Yu tal bisa menghilangkan rasa bersalahnya ketika melihat Xuan Yin kesakitan. Meski Xuan Yin berusaha menyembunyikan rasa sakitnya dengan selalu tersenyum lembut padanya, tapi Zhang Yu tahu apa yang dia rasakan.
"Maaf," ucapnya pelan.
__ADS_1
Xuan Yin menyentuh wajah Zhang Yu lalu kembali tersenyum padanya. "Ini bukan salahmu. Jadi tidak perlu meminta maaf."