
Setelah melakukan perjalanan beberapa hari, akhirnya mereka sampai di Kota Heishan. Mereka langsung menuju istana yang mana sejak hari ini sudah cukup ramai.
Kedatangan Zhang Yu serta Xuan Yin jelas menjadi perhatian. Terlebih dengan adanya Zhang Chao yang sangat menggemaskan sehingga banyak orang menatap ke arah mereka.
"Akhirnya kalian sampai!" sambut Permaisuri Ju Qian Chen, ibu Xuan Yin sekaligus nenek Zhang Chao.
"Chao'er, apa Chao'er masih ingat nenek?" Ju Qian Chen mencubit pipi cucunya karena gemas. Dia sampai lupa untuk mengajak putri dan menantunya yang baru datang untuk bertemu keluarga lain di dalam.
Ehem!
Deheman yang nyating menyadari Ju Qian Chen. Dia melirik ke arah suaminya yang berdiri tak jauh di belakangnya lalu tersenyum dengan canggung.
"Ayo masuk. Kalian pasti lelah karena melakukan perjalanan berhari-hari." Ju Qian Chen mengambil alih Zhang Chao, kemudian berjalan terlebih dahulu seolah tidak peduli dengan hal lain.
Xuan Yin hanya dapat menggelengkan kepala melihat sikap ibunya.
"Zhang Yu! Adik ketujuh! Kalian sudah datang?" Xuan Wu datang setengah berlari dari dalam. Dia datang bersama Liu Mengqi yang ternyata sudah di istana.
"Ya, kami baru datang," jawab Xuan Yin. Dia berjalan ke arah Liu Mengqi dan menggandeng tangannya.
"Nona Liu, tolong jaga saudara kelima. Meski sifatnya kadang kekanak-kanakan, tapi sebetulnya dia cukup bijak sana," kata Xuan Yin.
Xuan Wu langsung berdecih pelan mendengar ucapan Xuan Yin. "Itu tidak benar," sangkalnya.
Setelah berbasa-basi mereka masuk ke dalam. Tetapi Liu Mengqi masih di sana dan hanya menyaksikan ketiga orang yang sudah berjalan di depannya. Dia menarik nafas cukup dalam lalu perlahan menarik simpul senyum meski terlihat cukup kaku.
"Ini yang terbaik untuk semua orang. Juga untukku."
Tak bisa pungkiri pria pertama yang disukai Liu Mengqi adalah Zhang Yu. Namun karena Zhang Yu tidak bisa menjadi miliknya, dia hanya bisa berusaha melupakannya sambil menerima orang baru.
Xuan Wu selama ini sangat baik padanya. Juga dia tahu bagaimana Xuan Wu memiliki perasaan padanya. Dia yakin, cepat atau lambat perasaannya akan berubah.
...
Setelah dua minggu, pernikahan antara Pangeran Kelima Xuan Wu dan Liu Mengqi pun diberlangsungkan. Pesta sangat meriah. Dan banyak sekali tamu yang datang dari berbagai penjuru kekaisaran.
Zhang Yu pada saat itu sedang menenggak arak bersama keenam pangeran termasuk Xuan Wu yang menjadi bintang acara malam ini.
__ADS_1
Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba sekelompok pria berpakaian kuning mendatangi mereka.
"Pangeran Kelima," panggil mereka seraya menyerahkan hadiahnya. Mereka sebenarnya ingin nimbrung bersama, tetapi mata mereka dengan kompak menatap ke arah Zhang Yu yang berada telat di samping Xuan Wu.
"Kau! Kenapa kau di sini?!" seru salah satu dari mereka.
Sontak suaranya yang lantang menarik perhatian. Xuan Wu menyipitkan mata, lalu menatap Zhang Yu dengan penasaran. "Zhang Yu, kau mengenal keluarga Ning?"
Zhang Yu menatap mereka sekilas, "Tidak," jawabnya singkat padat dan jelas.
Sontak hal itu membuat tujuh orang keluarga Ning mengerutkan kening. Mereka ingin marah, tapi segera ditahan setelah melihat sikap Xuan Wu yang begitu memandangnya.
"Siapa sebenarnya pria ini? Apa hubungannya dengan keluarga Kekaisaran?" batin pria yang berdiri paling kanan.
Mereka kemudian segera berpamitan dari sana.
"Kakak Ning Fa, kenapa kita pergi begitu saja? Seharusnya kita berusaha mengakrabkan diri dengan Pangeran Kelima. Walau bagaimana, Pangeran Kelima masih kerabat jauh kita."
"Benar. Kenapa juga kita tak memberitahu pangeran kelima tentang apa yang sudah dilakukan pria itu pada kita. Mungkin pangeran kelima. Mau membantu kita memberinya pelajaran."
Seketika mereka tersadar. Mereka menatap kembali ke meja para pangeran dan membuang muka dengan lesu.
Ning Fa kembali berkata, "Kita sudah menyinggung orang yang tidak seharusnya kita singgung. Sebaiknya jangan mencari masalah lagi dengannya. Apa kalian dengar? Kita tidak datang untuk membuat masalah di sini. Kita datang untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan keluarga kekaisaran."
Mereka berenam menganggukkan kepala mendengar ucapan Ning Fa.
"Yu Gege, ayah mencarimu." Xuan Yin datang lalu berbisik tepat di telinga Zhang Yu.
"Ayah mertua? Kenapa tiba-tiba mencariku?"
Xuan Wu yang mendengar ini langsung menyatukan kedua alisnya. "Aneh sekali. Padahal di sini aku yang menikah. Tapi kenapa ayah ingin bicara denganmu?" keluhnya.
Pangeran Pertama Xuan Yang segera pergi bertemu ayahnya. "Pergilah, ayah pasti sudah menunggu."
"Ya, benar. Pergilah," ucap Xuan Liang, Pangeran Kedua.
Zhang Yu pun meninggalkan aula pesta dan pergi ke ruangan ayah mertuanya.
__ADS_1
"Ayah mertua, ...." Ketika masuk ke ruangan itu ternyata bukan hanya ayah mertuanya yang ada di sana, melainkan sang guru dan Tuan Besar Liu.
"Guru? Paman Liu,"
"Zhang Yu, duduk lah."
Zhang Yu tidak tahu apa yang diinginkan ketiganya saat ini. Namun Zhang Yu juga tak bisa pergi begitu saja. Dia duduk di antara mereka dengan tatapan ketiganya yang hanya tertuju padanya.
...
Di luar ruangan. Xuan Yin menunggu Zhang Yu keluar dari sana. Dia juga penasaran sebenarnya apa yang dikatakan ayah, guru serta Tuan Besar Liu pada suaminya.
Setidaknya setengah jam Xuan Yin menunggu sampai pintu terbuka. Zhang Yu keluar dan cukup terkejut karena Xuan Yin ada di sana.
"Apa yang mereka bicarakan?" tanya Xuan Yin.
Zhang Yu membuka tangannya yang ada noda hijau. Sekali lihat sudah jelas itu adalah racun.
"Siapa yang terkena racun?" tanya Xuan Yin.
Namun sebelum mengatakannya Zhang Yu mengajak Xuan Yin pergi dari sana dan kembali ke ruangan mereka.
"Apa ada seseorang yang berniat jahat?" ucap Xuan Yin yang mulai khawatir.
"Sepertinya begitu. Ada yang mencampur racun ke arak pesta. Tapi semua arak yang terkontaminasi sudah diamankan oleh guru."
"Lantas bagaimana dengan pelakunya?" tanya Xuan Yin lagi.
"Kita masih menyelidiki masalah ini. Oleh karena itu informasi ini harus tetap dirahasiakan agar si pelaku ini tidak melarikan diri," jelas Zhang Yu.
Racun yang dicampur ka arak itu sudah meracuni Tuan Besar Liu. Beruntung reaksinya lambat sehingga dia dapat menetralkannya.
Namun pelaku ini benar-benar ahli karena dia bisa lolos dari penjaga istana dan merusak arak yang ada di gudang penyimpanan tanpa ketahuan.
"Yu Gege, apakah ada kemungkinan pelakunya menyamar sebagai penjaga? Jika tidak, akan sangat sulit masuk ke dalam gudang penyimpanan," kata Xuan Yin.
Zhang Yu menganggukkan kepala. "Itu bisa jadi. Tapi dari pada itu, kita masih tidak mengetahui motifnya melakukan ini."
__ADS_1