Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 43 : Menjadi Murid


__ADS_3

Di sebuah halaman yang luas, lima puluh murid baru berbaris dengan seorang wanita mengenakan pakaian biru berjalan mengitari mereka sambil membawa tongkat.


Tidak perlu dijelaskan untuk mengetahui jika wanita itu adalah pengawas murid baru. Wajahnya yang galak dan tatapannya yang mencekam. Tidak satu pun murid baru yang berani mengangkat wajahnya untuk bertatapan secara langsung.


Suasana sangat tenang saat senior wanita itu berbicara. Tapi pada satu waktu keadaan menjadi hening saat seorang pemuda dengan kera di pundaknya tiba-tiba datang dan masuk dalam barisan.


"Maaf terlambat,"


Siapa lagi jika bukan Zhang Yu. Dia berdiri dalam barisan seperti tidak merasa bersalah atau semacamnya. Bahkan masih bisa tersenyum begitu tenang.


Wu Zetian, pria muda bertubuh gemuk itu berbaris tepat di sebelah Zhang Yu. Ketika melihat siapa yang datang, ekspresi wajahnya terus menjadi kusut.


"Hei, bagaimana kau bisa masuk ke sini?"


Zhang Yu tidak punya token identitas murid. Sesuai aturan dia tidak bisa masuk ke dalam Akademi Kekaisaran. Tapi ....


"Bukankah sebelumnya aku bilang akan masuk? Aku sudah di sini sekarang."


Egh...


Wu Zetian tidak bisa berkata-kata. Memang sebelumnya Zhang Yu mengatakan akan masuk bersamanya. Saat itu dirinya tidak percaya dan menganggapnya hanya membual. Tapi sekarang dia malah berdiri tepat di sampingnya.


Apa jangan-jangan dia menerobos masuk?


Tidak! Itu tidak mungkin!


Wu Zetian menggelengkan kepala. Sistem keamanan akademi bukan suatu yang dapat diakali dengan mudah. Setelah gerbang tertutup akan ada lapisan pelindung di atasnya yang mencakup seluruh wilayahnya. Jadi tidak ada jalan untuk masuk kecuali melewati gerbang.


"Kau yang baru datang. Cepat maju ke sini!" Suara menggema membuat orang bergidik.


Zhang Yu memperhatikan wanita yang terlihat menahan amarah di depan.


Wu Zetian menepuk pundak Zhang Yu memintanya segera maju. "Cepat ke sana. Jangan membuat Senior Meng Hua menunggu atau kau akan mendapat lebih banyak masalah."


Senior Meng Hua? Apa itu wanita yang ada di sana?

__ADS_1


"Kau tidak dengar suara ku? Cepat datang ke sini!" Suara Meng Hua kembali menggema. Zhang Yu cepat-cepat maju karena mengingat perkataan Wu Zetian.


Begitu Zhang Yu sudah maju, Meng Hua menatap dari atas ke bawah dengan hati-hati. "Siapa kau?"


"Senior, aku adalah murid baru."


Kening Meng Hua mengerut. "Bagaimana mungkin kau murid baru?! Setiap dua tahun hanya ada lima puluh orang yang diterima. Aku sudah memeriksa token identitas mereka. Kau adalah orang ke lima puluh satu. Jika benar, tunjukkan token identitasmu."


"..."


"Senior Meng Hua!" Seseorang datang dengan berlari tergopoh-gopoh. Ketika semakin dekat mereka semua tahu jika dia adalah satu dari dua murid yang berjaga di gerbang.


"Ada apa?" tanya Meng Hua ketus.


Murid itu lantas mendekat dan membisikkan sesuatu. Meng Hua terlihat serius saat mendengar. Tapi secara bertahap ekspresi wajahnya berubah dan terlihat beberapa kali melirik ke tempat Zhang Yu.


"... Baiklah, aku mengerti. Kau bisa pergi."


Murid penjaga gerbang pergi untuk kembali ke tempatnya bertugas. Meng Hua melambaikan tangan lalu meminta Zhang Yu kembali ke barisan.


"Aku anggap tidak ada. Kalian bisa pergi ke bagian pendaftaran untuk mencari tempat tinggal."


Karena Meng Hua berbicara begitu cepat tidak ada yang sempat menjawab. Tapi mereka sepenuhnya mengerti apa yang diucapkannya. Jadi setelah dipersilakan pergi, satu persatu meninggalkan tempat tersebut untuk pergi ke bagian pendaftaran.


Zhang Yu tentu saja juga ingin pergi mendapatkan tempat tinggal. Tapi saat akan melangkah Meng Hua tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya.


"Semua murid baru berusaha dengan kekuatan masing-masing untuk bisa masuk ke akademi. Aku pasti akan memperlakukan semua setara. Tidak ada pengecualian bahkan jika seseorang berlatar belakang khusus." Tatapannya terlihat sinis. Dia pergi setelah mengatakan ini.


Mungkin dia tidak mengatakan langsung siapa yang dimaksud memiliki latar belakang khusus. Tapi Zhang Yu sangat jelas jika itu adalah dirinya.


Mungkin terkesan tidak adil bagi ribuan calon murid yang gagal. Tapi dia hanya menggunakan apa yang dimilikinya. Apa itu sebuah kejahatan? Apa itu melanggar aturan?


Ah! Tidak penting memikirkannya!


Zhang Yu menyusul lima puluh murid baru yang sudah pergi ke bagian pendaftaran. Sialnya saat sampai di sana dia kehabisan tempat tinggal.

__ADS_1


Pengurus mengatakan akademi hanya menyediakan tempat untuk lima puluh orang. Zhang Yu datang paling terakhir. Tentu saja tidak ada tempat untuknya.


"Sial! Apa aku harus tidur beralas rumput dan beratapkan langit?!"


Dia datang jauh-jauh ke Akademi Kekaisaran untuk mencari gurunya. Bukan untuk menjadi gembel tanpa tempat tinggal.


Tiba-tiba pandangan Zhang Yu berhenti pada taman baiknya. Ya, teman yang menjadi harapan terakhirnya.


Namun baru akan mengatakan sesuatu, Wu Zetian sudah bisa menebak apa isi pikirannya. "Tidak ada! Kau tidak bisa tinggal denganku. Ruangan yang diberikan hanya seukuran empat puluh meter persegi. Terlalu sempit untuk ditempati dua orang. Selain itu tertulis di sini itu hanya ada satu ranjang," jelasnya sambil menggoyangkan lembaran di tangannya.


Zhang Yu tidak putus harapan. Dia terus membujuk Wu Zetian. Akhirnya setelah mengatakan beberapa kalimat manis akhirnya Wu Zetian menyerah.


"Baiklah baiklah. Kau boleh tinggal denganku."


...


"Kita akan tinggal di sini."


Wu Zetian mendorong pintu dan masuk ke dalam ruangan itu. Satu bangunan kecil dengan satu ruangan utama. Tempat tidur di bagian kanan, lalu ada lemari dan sekat untuk kamar mandi.


Zhang Yu melihat ada tikar di sudut ruangan. Dia mengambilnya berniat memasang untuk alas. Tapi saat akan melakukannya Wu Zetian menghentikan. "Kau tidak perlu tidur di bawah. Gunakan saja tempat tidurnya."


Kalimat Wu Zetian sedikit membingungkan. "Kau tidur di mana jika aku menggunakan tempat tidur? Di lantai?"


Hehehehe...


"Tentu saja tidak." Wu Zetian mengayunkan tangannya. Dari cincin penyimpanan keluar sebuah ranjang super besar dan mewah. Ukurannya mungkin dua kali lipat dari ranjang yang disediakan.


"Aku akan tidur di sini," ucapnya lalu melompat ke atas kasur empuk dan nyaman.


Zhang Yu tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Wu Zetian bahkan menyimpan tempat tidur seperti ini dalam cincin penyimpanannya? Apa mungkin dia membawa seluruh isi rumahnya juga sebelum pergi ke akademi?


Wu Zetian kembali tertawa. Dia turun dari tempat tidur lalu mengeluarkan bak air yang juga besar. "Saudara Zhang Yu, kau harus merasa beruntung karena bisa berteman dengan Tuan Muda ini. Cukup kau ketahui, Tuan Muda ini sangat kaya dan royal."


Hahahaha...

__ADS_1


Zhang Yu memijat keningnya pelan. "Ya. Dia benar-benar membawa seluruh isi rumahnya dalam cincin penyimpanan."


__ADS_2