Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 289 : Satu Alasan Untuk Menjadi Kuat.


__ADS_3

Pagi berganti siang dan siang berganti malam. Akan tetapi sampai waktu ini petir percobaan yang ditunggu tidak juga datang.


Long Shen sudah lelah mengangkat wajahnya memandang langit yang sama sekali tak menunjukkan perubahan. Dia benar-benar tak pernah mengetahui fenomena ini, karena biasanya petir percobaan tak membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk muncul.


"Apa mungkin sebenarnya ini bukan anugerah surga?" batinnya.


Long Shen kembali menelisik Zhang Yu berusaha memperhatikan fluktuasi energi di sekitarnya.


Seketika itu juga dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. "Jadi seperti itu. Dia memang akan menghadapi anugerah surga. Tapi itu masih dalam tahap persiapan. Dia membutuhkan waktu sampai benar-benar memiliki kualifikasi menerima anugerah surga ketiga."


Long Shen tidak pernah bertemu kasus seperti Zhang Yu. Ini sungguh pertama kalinya yang membuatnya terkejut untuk beberapa waktu. Namun seharusnya ini bukan masalah yang berarti. Zhang Yu hanya perlu ber kultivasi di sana dan tetap bersiap menerima anugerah surga ketiga.


Di sudut lain, Xuan Yin, Zhang Long dan Xiao Mei menatap Zhang Yu dari kejauhan. Tak begitu jauh dari tempat mereka, Xiao Nie membentangkan tangan seolah menahan meteka agar tak mencoba lebih mendekat.


"Ayah, apa Zhang Yu sungguh akan menerima anugerah surga ketiga?" tanya Xiao Mei.


Xiao Nie sempat diam karena bingung dengan situasi Zhang Yu. Mengatakan tidak, jelas salah karena Zhang Yu jelas dalam posisi menerima anugerah surga. Tapi mengatakan hal itu benar juga sepertinya salah karena sampai saat ini tidak ada tanda-tanda perubahan di atas tempat duduknya.


"Pokoknya jangan sampai ada yang melewati batas ini. Sekalipun kalian berada di tingkat surgawi, tetap tidak akan bisa menahan kekuatan petir percobaan dalam anugerah surga."


Xuan Yin, Xiao Mei dan Zhang Long mengangguk samar. Perhatian mereka tertuju pada Zhang Yu yang duduk bersila di puncak tebing tertinggi.


"Kau harus kembali dengan selamat. Kau pasti bisa melakukannya!" batin Xuan Yin, seolah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan Zhang Yu yang berada dua ratus meter di depannya.


Waktu pun kembali berlalu. Tak terasa sudah berlalu sepuluh hari sejak Zhang Yu diam di tempatnya.


Xuan Yin selalu datang melihatnya dari tempat yang sama. Kali ini bahkan dia datang bersama Zhang Chao, sang putra yang berkata sangat merindukan ayahnya yang tak pulang pulang.


"Ibu, apa kita tidak bisa membantu ayah?" tanya Zhang Chao. Bocah itu tidak tahu apa yang dilakukan ayahnya di sana. Dia hanya dapat melihat sang ayah yang tampak sesekali meringis dan mengerutkan keningnya seperti menahan rasa sakit.


"Chao'er, kita tidak boleh melewati batas ini," tunjuk Xuan Yin pada batang pohon yang sudah diberikan tanda.


"Tapi jika kau ingin melihat ayah baik-baik saja, kau berdoa saja dan berharap ayah akan kembali dengan selamat."

__ADS_1


Heem!


Zhang Chao mengangguk. Dengan segera dia menyatukan kedua tangannya dan berdoa dengan suaranya yang nyaring. "Semoga ayah baik-baik saja. Ayah harus kembali dengan selamat karena Chao'er dan Ibu menunggu ayah di sini."


Xuan Yin menunjukkan seulas senyum saat mendengar kalimat putranya. Setelah merasa sudah cukup lama berada di sana, dia mengajak Zhang Chao kembali.


"Ibu, ada dengan ayah? Tubuhnya tiba-tiba bersinar."


Langkah kaki Xuan Yin terhenti mendengar seruan Zhang Chao. Spontan dia kembali membalikkan badan sambil memandang ke tempat Zhang Yu.


Benar seperti yang dikatakan Zhang Chao, pada saat ini tubuh Zhang Yu bersinar keemasan dan memancarkan aura yang luar biasa kuat.


Tak lama kemudian, gumpalan awan hitam berkumpul di atas kepalanya. Suara gemuruh petir bersahutan dan kilatan cahaya seperti berlomba paling terang.


"Apa ini yang dinamakan anugerah surga?" batin Xuan Yin.


Beberapa saat kemudian beberapa orang juga datang karena melihat awan gelap berkumpul di satu tempat yang sama. Zhang Long, Xiao Mei, Xiao Nie, Song Yixue, bahkan Long Shen yang sebelumnya pergi berburu bersama Sun langsung kembali ke tempat Zhang Yu.


"Aku berpikir mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan sampai anugerah surga ketiga itu datang. Tapi siapa yang mengira itu akan datang begitu cepat," gumam Long Shen.


Blar!!


Blar!


Luapan kekuatan itu membuat tebing terguncang hebat. Batu-batu besar berjatuhan, terjadi longsor yang tak mungkin dapat dikendalikan.


Meskipun orang-orang yang menyaksikan sudah menjaga jarak dua ratus meter, tapi mereka masih merasakan dampak yang sangat nyata.


"Kita mundur lima puluh meter!" seru Xiao Nie yang segera membentangkan tangan dan mengarahkan puluhan orang yang berkumpul di sana.


Mereka tidak tahu kenapa Xiao Nie meminta mereka menjauh meskipun tempat tersebut terlihat aman. Namun ketika mereka akan bicara, tempat yang mereka pikir adalah tempat yang aman sekarang berubah kacau setelah beberapa sambaran petir meluluhlantakkannya.


"I-ini ...." Mereka semua terdiam.

__ADS_1


"Apa ada yang terluka?" tanya Xiao Nie pada semua orang.


Beruntung mereka segera menjauh dengan mengikuti ucapan Xiao Nie yang membuat mereka selamat dari serangan petir percobaan.


"Ayah, apakah Zhang Yu akan baik-baik saja di sana?" tanya Xiao Mei khawatir.


Xiao Nie terdiam beberapa saat sebelum menggelengkan kepalanya. "Tidak ada yang tahu. Petir percobaan ini adalah yang terkuat dari seluruh petir percobaan yang pernah aku saksikan."


"Meskipun tingkat kekuatan petir percobaan tidak jarang juga berjalan sejajar dengan potensi yang dimilikinya, tapi cukup banyak kasus yang mana itu berbalik menjadi boomerang karena petir percobaan terlalu kuat hingga menghancurkan tubuh orang yang akan menerima anugerah surga."


Xiao Mei dan Xuan Yin mengangkat wajah mereka dengan kompak setelah mendengar kalimat Xiao Nie. Sedetik kemudian mereka kembali memandang Zhang Yu dengan perasaan cemas.


Blar!


Sekali lagi ledakan terdengar. Agaknya itu adalah ledakan yang terakhir dari serangan petir percobaan karena sudah tak terdengar suara ledakan setelahnya dan langit pun kembali seperti semula.


Akan tetapi jarak pandang masih sangat terjangkau karena hampir setiap wilayah itu sekarang ditutupi dengan lapisan kabut yang sangat tebal.


"Zhang Yu," gumam Xuan Yin pelan sambil mencari keberadaan Zhang Yu dalam kumparan kabut asap.


Dia menyerahkan Zhang Chao pada neneknya, kemudian berlari masuk ke dalam sana sambil menyingkirkan kabut tersebut.


"Xuan Yin, tunggu!" Xiao Nie berusaha untuk menghentikan Xuan Yin yang memaksa mendekat ke tempat Zhang Yu. Dia khawatir jika serangan petir percobaan belum benar-benar berakhir. Namun usahanya sia-sia karena Xuan Yin sudah berlari seratus meter di depan mereka.


"Zhang Yu ...." Xuan Yin kembali bergumam. Semakin dekat jarak di antara mereka dirinya dapat melihat bayangan sang suami yang ternyata masih di tempatnya semula. Bahkan dalam posisi yang sama seolah tidak bergerak sedikitpun.


"Syukurlah," ucap Xuan Yin, lega. Dia sungguh tak bisa tenang sejak mendengar kalimat kakek yang membuatnya harus pergi secara langsung untuk memeriksanya. Sungguh dia bersyukur Zhang Yu dalam melewati anugerah surga dengan selamat.


Perlahan Zhang Yu membuka mata. Sejenak dia mengerutkan keningnya saat melihat wajah sang istri berada sangat dekat dengannya. Dia masih berpikir jika semua ini adalah mimpi, sampai pelukan yang sangat erat mencengkeram tubuhnya.


"Yin'er?" gumam Zhang Yu.


Xuan Yin mengangkat wajahnya sekilas, dia kembali menenggelamkan wajahnya dan memeluk semakin erat. "Sampai kapan kau akan terus membuat orang lain mengkhawatirkanmu? Kau tahu, aku benar-benar takut jika kau tak selamat dalam anugerah surga ketiga ini."

__ADS_1


Zhang Yu tak perlu meragukan ucapan istrinya karena dapat merasakan sendiri tangannya yang masih bergetar dan berkeringat dingin. Namun Zhang Yu tidak bisa berjanji untuk tidak menempatkan dirinya dalam posisi antara hidup dan mati. Semua itu demi klan, keluarga, putra, bahkan untuk Xuan Yin sendiri.


"Aku membutuhkan kekuatan untuk melindungi kalian. Memastikan tidak ada yang berani mencari masalah dengan kalian, agar dapat hidup tenang dan bahagia."


__ADS_2