Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 63 : Kembali Untuk Mendapatkan Hadiah


__ADS_3

Setelah memberantas bandit dan menangkap Feng Gao, Zhang Yu dan kelompok bermalam di gua markas bandit hati merah sembari menunggu pagi. Mereka beristirahat memanfaatkan persediaan yang ditinggalkan kelompok bandit untuk mengisi perut.


Baru setelah langit menjadi terang mereka melakukan perjalanan kembali dengan membawa kereta kuda dan menempatkan Feng Gao di peti hitam besar.


"Zhang Yu, apa yang kau rencanakan dengan poin kontribusimu?" tanya Wu Zetian.


Jika sebelumnya dia dan dua gadis berada di dalam kereta, sekarang dia memutuskan untuk menemani Zhang Yu di depan.


"Tidak tahu. Mungkin akan menyimpannya."


"Kau benar-benar hanya akan menyimpannya? Lebih baik gunakan untuk suatu yang bermanfaat. Misal pergi ke menara kultivasi atau membeli sumber daya di tempat paviliun harta? Jika tidak kau bisa meminjamkannya padaku. Aku berjanji untuk mengembalikannya, bagaimana?"


Wu Zetian berputar-putar dan akhirnya mengatakan tujuannya.


Zhang Yu menggelengkan kepala. "Tidak. Bukankah kau punya banyak koin emas? Kenapa tidak gunakan saja itu?"


Cih!


"Andai bisa digunakan di akademi tentu saja aku tidak akan mengambil misi untuk mendapat poin kontribusi. Selain makan dan minum, semua hal yang ada di akademi harus menggunakan poin kontribusi sebagai alat pembayaran." Wu Zetian merasa kesal. Poin kontribusinya terlalu sedikit untuk menyewa satu ruangan di menara kultivasi.


Tarif ruangan permalam di lantai satu adalah lima puluh poin kontribusi. Tarif ruangan permalam di lantai dua adalah seratus poin kontribusi. Dan tarif ruangan permalam di lantai tiga adalah seratus lima puluh poin kontribusi.


Dengan seribu lima ratus poin kontribusi bonus murid baru, Wu Zetian bisa tinggal selama sepuluh hari di lantai tiga. Tapi itu jelas terlalu singkat. Dia ingin lebih lama agar proses kultivasi berjalan lancar.


"Zhang Yu, bagaimana? Apa kau ...."


"Baik, aku akan mengikuti saranmu. Aku akan pergi ke paviliun harta dan menghabiskan poin kontribusiku di sana."


Wu Zetian sempat senang mendengar Zhang Yu akan mengikuti sarannya. Tapi setelah mendengarnya sampai selesai, raut wajahnya menjadi kusut.


"Keterlaluan! Apa kau sengaja mempermainkanku? Aku akan membayarnya bahkan dua kali lipat dari perkalian normal."


Dua kali lipat perkalian normal itu berarti menghargai satu poin kontribusi dengan dua puluh koin emas. Itu sangat menggiurkan. Tapi Zhang Yu masih menolaknya.


"Tidak. Lebih baik kau cari Tang Yue di belakang dan menawarkan apa yang kau tawarkan padaku. Mungkin dia bersedia untuk menukar poin kontribusinya dengan koin emas."


Wu Zetian memalingkan wajahnya mendengar Zhang Yu malah memintanya untuk mencari Tang Yue.


Itu gila! Bahkan jika sangat terpaksa ia juga tidak akan datang kepadanya untuk mengemis poin kontribusi.


Jika sampai melakukannya, belum juga selesai bicara lampir gila itu pasti sudah menertawakannya.


...

__ADS_1


Malam hari.


Zhang Yu dan kelompok baru sampai di akademi saat matahari baru saja tenggelam. Kereta kuda berada tepat di depan gerbang saat gerbang perlahan terbuka disertai dengan keluarnya dua murid yang berjaga.


"Apa yang kalian bawa?" tanya dua murid itu sambil memeriksa lekat peti hitam di belakang.


"Kami menangkap Feng Gao dan membawanya kembali setelah melumpuhkannya." Wu Zetian berkata dengan bangga seolah dia yang melakukannya.


Dua murid menyipitkan mata mendengar nama Feng Gao. Mereka jelas tahu nama ini, Feng Gao sangat terkenal di antara murid akademi. Terlebih kisahnya yang membunuh puluhan murid karena merasa dendam dan berakhir menjadi buronan.


"Kalian pasti sedang mempermainkan kami. Bagaimana mungkin kalian bisa menangkap Feng Gao? Bahkan kelompok murid dalam pun kesulitan untuk menangkapnya, tapi kalian malah mengatakannya begitu enteng." Kedua murid piket itu berdecak sembari menggelengkan kepala.


Wu Zetian yang kesal karena ucapannya dianggap omong kosong langsung melempar kunci gembok pada mereka.


"Lihat sendiri jika tidak percaya!" ucapnya bernada menantang.


Dua murid piket penasaran untuk membuktikan. Mereka saling pandang untuk beberapa waktu lalu mulai membuka gembok dengan kunci yang diberikan Wu Zetian.


"Awas saja jika kalian membohongi kami."


"Jangan banyak bicara. Buka dan lihat sendiri untuk membuktikannya," balas Wu Zetian sengit.


Dua murid piket itu membuka peti hitam. Saat tutupnya dibuka, mereka terkejut mengenali sosok yang terikat di dalamnya benar-benar Feng Gao. Bahkan mereka mengusap mata beberapa kali untuk memastikan apa benar yang terlihat di depan mata atau ada kesalahan.


"Bagaimana? Apa kalian percaya sekarang? Jika begitu buka gerbangnya karena kami harus segera membawanya ke tempat tetua."


Dua murid itu tak lagi membuang waktu lebih lama. Mereka segera menarik tuas membuka gerbang lebih lebar membiarkan kereta kuda masuk ke dalam.


...


Pusat misi.


"Kalian kembali lebih cepat dari yang aku pikirkan. Apa semua lancar?" tanya Tetua Zhu He melihat empat wajah yang tak asing.


"Ya, semua lancar Tetua." Zhang Yu menunjukkan belasan pakaian dengan lambang kelompok bandit hati merah.


Tetua Zhu He mengangguk mengerti. Dia lalu mengeluarkan satu token tanpa nama yang berisi tujuh ribu poin kontribusi.


"Ini imbalan atas misi kalian. Apa ada hal lain yang ingin kalian lakukan?"


"Tetua, selain menyelesaikan misi ini kami juga telah menyelesaikan misi lain." Zhang Yu berjalan ke arah peti hitam yang sudah ada di belakangnya. Dia mengangkat tutupnya untuk menunjukkan Feng Gao pada Tetua Zhu He.


Saat Tetua Zhu He melihat Feng Gao, dia sangat terkejut. Tapi masih tetap tenang menjaga wibawanya. Dia berdehem dua kali lalu bertanya pada Zhang Yu. "Feng Gao adalah mantan murid dalam. Bagaimana cara kalian menangkapnya?"

__ADS_1


"Bukan kami, tapi Zhang Yu. Dia seorang diri mengalahkan Feng Gao. Kami sama sekali tidak melakukan apapun."


Pernyataan Tang Yue sedikit mengejutkan. Tetua Zhu He sempat tertegun lalu secara bertahap menganggukkan kepala. "Baik, aku mengerti. Misi menangkap Feng Gao memiliki imbalan sepuluh ribu poin kontribusi. Tunggu di sini aku akan segera kembali."


Setelah naik ke lantai dua Tetua Zhu He kembali dengan satu token di tangannya. Dia menyerahkannya kepada Zhang Yu.


"Untuk Feng Gao, dia akan mendapat hukuman sesuai kejahatannya. Dia akan dikurung dalam penjara bukit belakang selama hidupnya."


Zhang Yu tidak begitu mengerti tentang sistem hukum menghukum. Jadi dia menyerahkan keputusan sepenuhnya pada tetua Zhu He dan ia akan mengambil hadiahnya.


"Zhang Yu, apa kau mau ikut ke menara kultivasi?" tanya Wu Zetian sesaat setelah keluar dari pusat misi.


"Tidak. Sepertinya aku kembali saja ke kediaman."


"He Jiao, aku akan ke paviliun harta. Tidak apa kan kau kembali sendiri?" tanya Tang Yue.


"Tidak masalah. Aku akan kembali sendiri."


Dua orang pergi menyisakan dua orang di sana. Namun suasana sangat canggung karena terdapat masalah di antara mereka berdua.


Zhang Yu menarik nafas dalam sebelum berpamitan. "Aku pergi dulu. Kau berhati-hatilah."


Namun siapa yang menyangka He Jiao malah mengikutinya tepat di belakang.


"Kita menuju ke arah yang sama. Tidak masalah kan jika berjalan bersama?"


"Tentu,"


Zhang Yu tak bicara banyak kata. Bahkan saat berjalan pun dia diam hanya fokus dengan langkah kakinya.


Sedikit berbeda dengan He Jiao. Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi selalu kalimatnya tertahan di tenggorokan dan dalam satu waktu lenyap tertelan. Sampai akhirnya mereka sampai di kediaman masing-masing dan masih tidak ada obrolan.


He Jiao menepuk keningnya pelan saat sadar dengan tingkahnya. Dia menggelengkan kepala lalu berlari masuk ke dalam kediamannya.


Sementara Zhang Yu masih berdiri di depan pintu karena satu suara dari gurunya tiba-tiba menggema dalam kepalanya.


"Guru, kenapa kau memanggilku?"


"Jangan banyak bertanya. Cepat datang ke sini karena ini sangat penting."


Penting?


Siapa yang tak panik setelah mendapat pesan seperti itu. Zhang Yu yang baru membuka pintu terpaksa menutupnya kembali dan pergi menemui gurunya. Dia harus datang dan mencari tahu apa yang dimaksud "penting" itu.

__ADS_1


__ADS_2