
Butuh beberapa waktu bagi Zhang Yu untuk mengatakannya kepada sang guru. Melihatnya seperti mengerti tulisan ini membuat Zhang Yu memiliki harapan yang besar untuk mendapatkan informasi darinya.
"Aku mendapatkannya dari ruangan perdana menteri, Guru. Apa kau bisa membantuku menerjemahkannya?"
Wang Chen kembali menatap lembaran kertas itu dan mulai berkata, "Ini hanya surat biasa. Tidak ada yang istimewa. Tapi tulisan ini adalah aksara kuno yang berasal dari Kekaisaran Yang."
Ketika mendengar ini wajah Zhang Yu berubah serius.
"Guru, apa kau yakin ini adalah aksara kuno yang berasal dari Kekaisaran Yang?"
"Tentu saja aku yakin. Aksara kuno ini memang berasal dari Kekaisaran Yang. Tapi seiring berjalannya waktu hanya tiga keluarga tersembunyi yang masih menggunakannya."
Sekali lagi wajah Zhang Yu menjadi tegang ketika mendengar pernyataan gurunya.
Jika aksara kuno tersebut berasal dari Kekaisaran Yang dan hanya digunakan oleh tiga keluarga tersembunyi, apakah perdana menteri memiliki hubungan dengan satu di antara tiga keluarga itu?
Dan yang lebih penting, apakah ibunya berasal dari salah satu keluarga tersembunyi?
Zhang Yu diam sambil memfokuskan kembali perhatiannya pada lembaran kertas.
"Guru, apa kau berasal dari salah satu keluarga tersembunyi?" tanya Zhang Yu tiba-tiba yang membuat suasana menjadi hening.
Satu detik kemudian Wang Chen tertawa. "Bocah, kau bercanda? Bagaimana mungkin aku berasal dari tiga keluarga tersembunyi?!"
Zhang Yu tak mengatakan apapun setelah Wang Chen membantahnya. Pertanyaan itu murni tercetus begitu saja tanpa memikirkannya. Zhang Yu bahkan tidak tahu kenapa dirinya bisa berpikir demikian.
"Zhang Yu, sepertinya kau sedikit tertarik dengan aksara kuno dan tiga keluarga tersembunyi. Apa kau punya masalah dengan mereka?"
Zhang Yu segera menggelengkan kepala. "Tidak. Aku hanya merasa informasi ini sangat menarik."
__ADS_1
"Syukurlah jika tidak punya masalah dengan mereka. Memang sebaiknya jangan pernah, sekalipun jangan pernah berurusan dengan tiga keluarga tersembunyi." Wang Chen menghela nafas.
"Cukup kau ketahui, kekuasaan tiga keluarga tersembunyi ini bahkan lebih besar dari pemerintahan Kekaisaran Yang. Mereka sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan tetap menjadi kekuatan yang paling disegani di benua ini."
"Masalah tentang rahasia Xuan Yin juga tak lain karena berkaitan dengan mereka," tambah Wang Chen di akhir kalimatnya.
Zhang Yu yang mendengarkan dengan serius tiba-tiba menyipitkan mata ketika mengetahui alasan kaisar menyembunyikan identitas Xuan Yin sebagai perempuan juga karena keluarga tersembunyi.
Hal ini membuat Zhang Yu memikirkan betapa hebat kekuasaan tiga keluarga tersembunyi.
"Zhang Yu, aku mengatakan semua kepadamu karena kau juga sudah tahu tentang rahasia Yin'er. Kau harus merahasiakan hal ini dari siapapun."
Zhang Yu merenung beberapa saat sebelum menganggukkan kepala sebagai tanda. Tepat bersama dengan itu Xuan Yin yang sebelumnya pergi, baru saja muncul dari balik gapura pintu belakang.
Dia memasang raut wajah penasaran ketika melihat guru dan Zhang Yu duduk berhadapan dengan serius. Namun dia mencoba mengabaikan hal ini kemudian mengayunkan kaki melangkah lebih dekat.
Ah...
Wang Chen menepuk keningnya pelan. "Guru hampir saja lupa tentang masalah ini. Pintu menuju Alam Zhen Yang yang muncul setiap dua tahun sekali akan terbuka. Ini adalah kesempatan bagus untuk kalian berdua meningkatkan kemampuan."
Kata "kalian berdua" seperti sengaja dikatakan dengan penuh penekanan. Xuan Yin melitik Zhang Yu yang kebetulan juga melirik ke arahnya, dia memalingkan wajahnya ke arah lain saat itu juga.
"Guru, apa itu Alam Zhen Yang?" tanya Zhang Yu penasaran. Sebagai murid baru yang bahkan belum genap tiga bulan berada di akademi dia masih membutuhkan banyak informasi.
"Alam Zhen Yang adalah tempat misterius yang pertama kali ditemukan seratus tahun yang lalu. Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan dan siapa yang menciptakan tempat itu sampai saat ini. Alam Zhen Yang sendiri penuh dengan jebakan dan ada begitu banyak bahaya di dalamnya. Tapi di sisi lain juga, tempat itu penuh dengan sumber daya dan energi alam yang melimpah. Banyak juga binatang spiritual yang dapat dijadikan objek pertarungan."
Sumber daya dan energi alam tidak begitu menarik perhatian Zhang Yu. Tapi keberadaan binatang spiritual cukup untuk mempengaruhi dirinya agar pergi ke sana.
"Guru, kapan pintu menuju Alam Zhen Yang akan terbuka?"
__ADS_1
"Jika waktunya tepat seperti perhitungan itu akan muncul satu bulan dari sekarang. Kalian berdua masih punya waktu untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki Alam Zhen Yang."
Setelah mengatakan itu Wang Chen mengeluarkan satu inti binatang spiritual tingkat empat dan puluhan kristal sumber daya. Inti binatang spiritual itu tak lain untuk Zhang Yu sedang kristal sumber daya untuk Xuan Yin.
Mereka langsung berterima kasih menerima hadiah itu. Kemudian setelah kepergian guru, Zhang Yu mengambil posisi di panggung batu persegi yang ada di samping gazebo
Xuan Yin juga mengincar tempat yang sama, tapi dia terlalu lambat bereaksi sehingga kalah langkah dengan Zhang Yu.
"Apa Putri Ketujuh menginginkan tempat ini?"
Mata Xuan Yin bertahap menyipit menatap Zhang Yu sambil mencibir. "Apakah kau akan menyingkir jika aku berkata 'Ya'?"
Zhang Yu masih diam tak bergerak. Tapi detik berikutnya dia bangkit dari posisinya lalu pindah ke gazebo.
Xuan Yin tercengang. Dia tak mengira Zhang Yu akan begitu mudah mengikuti keinginannya. Apa yang sedang dia rencanakan?
Mengingat bagaimana sikap Zhang Yu kepadanya pada beberapa pertemuan terakhir, Xuan Yin tak berpikir pria ini bisa bermurah hati tanpa tujuan. Bahkan ketika Zhang Yu sudah duduk bersila di atas gazebo, matanya tak berhenti menatap pada sosok pria itu.
Detik dan menit berlalu, tapi Zhang Yu masih saja fokus. Xuan Yin menjadi bimbang karena Zhang Yu tak sesuai dengan kecurigaannya.
"Apa dia memang sebaik ini?" gumamnya.
Tanpa sadar sadar Xuan Yin memuji Zhang Yu. Ketika menyadari pikirannya tentang pria itu, dia dengan cepat menghempaskannya.
"Mustahil! Bagaimana mungkin aku berpikir pria ini cukup baik. Bahkan jika dia memberiku tempatnya, tapi tetap dia adalah pria yang sama. Pria tidak tahu malu yang telah mengancam dan memanfaatkanku."
Xuan Yin menggelengkan kepala cukup kuat. Dia duduk di panggung batu lalu memegang kristal sumber daya dengan tangannya dan mulai memejamkan mata.
Memasuki Alam Zhen Yang sudah menjadi keinginannya sejak satu tahun yang lalu. Empat kakaknya, Pangeran Pertama, Pangeran Kedua, Pangeran Ketiga dan Pangeran Keempat sudah masuk ke sana pada tahun-tahun sebelumnya. Mereka mengatakan Alam Zhen Yang sangat menakjubkan. Penuh dengan sumber daya dan tantangan menarik. Pada tahun ini dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memasukinya juga.
__ADS_1