
Zhang Yu pergi ke hutan perbatasan utara setelah menerima peta dari Duan Jian. Petunjuk yang jelas membuatnya Brak butuh waktu lama untuk menemukannya.
Sekarang Zhang Yu sudah berdiri di depan gerbang markas Istana Roh. Terlihat seperti sekte tepi terkesan horor karena tempatnya yang sepi.
"Berhenti sana!"
Seketika Zhang Yu membalikkan badan mendengar suara seruan dari balik punggungnya.
Tampak lima orang berpakaian hitam yang tak lain adalah anggota Istana Roh.
"Zhang Yu," gumam mereka kompak.
Zhang Yu tak berpikir mereka akan mudah mengingatnya. Ini membuatnya berpikir kembali tentang batu perekam yang mungkin mereka gunakan.
"Kita harus memberitahu yang lain," Kelimanya mengangguk dan berniat masuk ke dalam markas.
Namun bagaimana mungkin Zhang Yu membiarkan mereka melewatinya begitu saja. Zhang Yu menyerang mereka, menghempaskan mereka hingga menghantam gerbang di belakangnya.
Bruak..
Suara yang keras tentu menarik perhatian. Tak lama, beberapa orang membuka gerbang dan keluar.
Reaksi mereka tak jauh berbeda. Mereka sangat terkejut ketika mengenali Zhang Yu dan segera berlari berniat melapor.
Sayangnya usaha mereka tak berguna. Zhang Yu membunuh mereka dengan mengayunkan pedangnya secara ringan.
Bruk!
Bruk!
Mayat-mayat berserakan di sana. Zhang Yu melangkah melewati mereka dan meletakkan tangannya di gerbang yang setengah terbuka.
__ADS_1
Blar!
Gerbang hancur berkeping-keping, serpihan kayu menyebar memenuhi sekitar.
"Gerbangnya sangat usang, sudah saatnya mengganti dengan yang baru." Zhang Yu melangkah maju, kakinya begitu stabil, seolah tak peduli dia sekarang berada di kandang lawan.
Ledakan yang tak pelan, membuat beberapa orang yang kebetulan ada di dalam segera keluar mendekat ke sumber suara. Begitu melihat gerbang hancur dan di sana berdiri sesosok pria, bertahap wajah mereka diliputi kemarahan.
Akan tetapi kemarahan ini dengan segera hilang dan digantikan ketakutan setelah memastikan siapa sosok tersebut.
"Zhang Yu! Zhang Yu datang!"
Mereka tak berani mengambil tindakan sampai seorang pria setengah baya keluar. Dia adalah Fei Yang, salah satu orang kepercayaan Gap Feng Shui.
"Jangan panik. Kita dapat mengalahkannya jika bertarung bersama."
Meski begitu orang-orang di sana tentu tahu kemampuan sendiri. Zhang Yu jelas memikirkan kekuatan lebih tinggi, jadi mustahil untuk mengalahkannnya.
Setelah argumen ini orang-orang yang ketakutan itu seperti mendapat kepercayaan diri. Mereka mengeluarkan pedang, lalu bersiap menyerang.
"Tahan sampai pemimpin datang!" seru mereka.
Zhang Yu hanya mendengus dingin. Ketika mereka yang berjumlah empat puluhan orang menyerang bersama-sama, Zhang Yu menggunakan auranya untuk menekan mereka dan melepaskan tebasan yang membunuh lima sampai enam orang sekaligus.
Perasaan ragu kembali datang. Fei Yang segera memberi semangat untuk mereka. Dia berkata, "Pemimpin akan datang. Kalian harus percaya."
Tiga puluhan orang yang tersisa berseru. Mereka menyerang Zhang Yu dengan serangan terkuat masing-masing dan mencoba menahannya selama mungkin.
Tapi Zhang Yu sungguh bukan lawan mereka. Terlebih setelah menerima anugerah surga kedua, bahkan tingkat surgawi akan langsung tiada dengan satu serangannya.
"Serang!" Seorang pria bertubuh gemuk menjadi orang pertama yang melompat maju.
__ADS_1
Tapi Zhang Yu masih bergeming di tempatnya, dia hanya mengangkat tangan kirinya begitu jarak sudah sangat dekat.
Krak...
Lehernya langsung patah dan pria gemuk itu tiada.
Tidak sampai di sana, Zhang Yu melempar tubuh pria gemuk itu ke tempat orang-orang Istana Roh yang berniat menghadapinya.
Zhang Yu kemudian melesat memburu beberapa orang-orang yang datang dari depan.
Slash... Slash...
Dengan satu kali gerakan tiga orang kehilangan nyawa. Yang lain segera mundur, termasuk Fei Yang.
"Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak tahu sampai kapan pemimpin memulihkan diri. Kita semua bisa mati di sini jika pemimpin tidak segera datang." Mereka saling memandang, wajah mereka tampak putus asa.
"Kita tahan sampai pemimpin datang. Aku percaya pemimpin akan datang."
Tidak ada yang menyahut saat Fei Yang berkata seperti itu.
Pada saat yang sama Zhang Yu tiba-tiba menghilang dari tempatnya. Mereka yang tidak waspada, tidak menyadari kemunculan Zhang Yu di belakang mereka. Saat mereka sadar, semua itu sudah terlambat karena Zhang Yu mengayunkan pedangnya dan membunuh belasan orang.
Sekarang, dari empat puluhan orang hanya tersisa delapan belas orang termasuk Fei Yang. Tetapi itu tidak bertahan terlalu lama karena sedetik kemudian Zhang Yu kembali mengibaskan pedangnya yang membuat mereka semua tiada.
"Kau kejam." Long Shen bergumam pelan, tapi sungguh dapat di dengar oleh telinga tajam Zhang Yu.
"Kejam terhadap lawan adalah hal wajar, jika tidak tegas kita hanya akan ditindas." Zhang Yu melirik Long Shen.
"Yang kau katakan memang benar, dan aku suka kekejaman seperti itu." Long Shen tertawa begitu meriah, membuat Zhang Yu mengerutkan kening.
Matanya yang hanya memandang tempat yang kosong, tiba-tiba teralihkan dengan keberadaan sosok berjubah hitam yang baru keluar dari salah satu bangunan.
__ADS_1
"Itu dia, pemimpin Istana Roh," kata Long Shen memastikan auranya.