
Di kediaman. Xiao Mei baru saja keluar dari ruangan Xuan Yin sambil membawa nampan makanan. Tiba-tiba langkah kakinya terhenti saat merasakan fluktuasi udara yang berubah mencekam.
Bulu kuduk nya berdiri dan Xiao Mei seperti mendapat firasat buruk tentang hal ini.
"Ibu, ...."
Xiao Mei mengangkat wajahnya lalu memandang Xuan Yin yang duduk di atas tempat tidur. "Ada apa? Kau beristirahatlah, suamimu akan segera kembali," ucapnya.
Namun entah kenapa Xiao Mei pun ragu dengan kalimatnya. Dia meletakkan nampan itu di atas rak kayu di samping pintu kemudian kembali masuk menghampiri Xuan Yin.
"Ibu, apa sesuatu akan terjadi?" tanya Xuan Yin cemas.
Alih-alih menjawabnya, Xiao Mei meminta Xuan Yin untuk kembali berbaring seperti sebelumnya. "Kembalilah beristirahat, ibu akan keluar sebentar,"
Mau tidak mau Xuan Yin kembali berbaring. Dia hanya bisa menyaksikan kepergian ibu mertua nya dan menatap pintu dengan cemas memikirkan fluktuasi aneh yang dirasakan sebelumnya.
"Apa sesuatu telah terjadi? Apa ada serangan di luar?"
Tidak ada yang mampu menjawabnya karena Xuan Yin hanya memikirkan pertanyaan itu dalam benaknya. Sementara di luar, Xiao Mei berlari ke halaman dan melihat beberapa orang yang berlarian dengan cemas seolah ada bahaya yang mengancam keselamatan mereka.
Pada saat itu Xiao Mei juga melihat Tetua Ketiga yang berusaha menghimbau anggota klan untuk pergi ke tempat perlindungan. Xiao Mei mendekat lalu menghentikannya. "Tunggu Tetua Ketiga!"
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa Istana Roh kembali menyerang?"
Xiao Zhiqian menggelengkan kepala. Wajahnya masih terlihat gugup setelah melihat turbulensi ruang di hutan bambu. Dia menelan ludah kemudian menarik nafas panjang sebelum berbicara.
__ADS_1
"Masalah ini lebih serius daripada Istana Roh."
Sontak raut wajah Xiao Mei berkerut mendengar kalimat Xiao Zhiqian.
"Turbulensi ruang. Ada turbulensi ruang di wilayah hutan bambu."
"Apa! Turbulensi ruang?!"
Mata Xiao Mei membulat sepenuhnya. Meski tidak benar-benar pernah melihat turbulensi ruang, tapi hal seperti itu banyak dirangkum dalam buku-buku di perpustakaan klan.
Turbulensi ruang terjadi karena adanya ketidakseimbangan alam semesta. Seperti lubang hitam yang tak akan pernah berhenti menghisap, itu akan terus bertahan dan melahap habis apa yang ada di domain ini.
"Tetua Ketiga, apa Patriark sudah mengetahuinya?" tanya Xiao Mei.
"Patriark meminta kami semua yang awalnya bersiaga di sekitar hutan bambu untuk berlindung. Sekarang patriark berada di sana bersama Zhang Yu."
Suaranya berhasil mengacaukan pendengaran, sementara luapan energi itu benar-benar kuat hingga menerbangkan beberapa bangunan.
"Tetua Ketiga, bukankah itu dari arah hutan bambu?" tanya Xiao Mei.
Xiao Zhiqian mengangguk dengan spontan. Detik berikutnya matanya terbelalak dan tanpa banyak berpikir melesat pergi ke wilayah hutan bambu. Dia bahkan tak peduli lagi dengan turbulensi ruang. Yang ada dalam kepalanya hanya ingin memastikan keselamatan Patriark dan Zhang Yu yang ada di sana.
Tetapi ketika sampai di wilayah hutan bambu Xiao Zhiqian hanya menemukan tanah lapang yang kosong. Selain debu yang masih beterbangan, hampir tidak ada lagi yang tersisa di wilayah ini.
Xiao Mei yang mengikuti Xiao Zhiqian pun seketika terdiam di tempat dengan wajah tak percaya. Perlahan tangannya mengepal, lalu berteriak sekuat tenaga.
__ADS_1
"Ayah! Zhang Yu!"
Setidaknya Xiao Mei melakukannya beberapa kali. Tetapi sampai tenggorokannya kering tidak ada sahutan yang membuat hatinya semakin gelisah.
Zhang Long dan tetua lain baru saja sampai. Mereka datang setelah mendengar suara ledakan dan memastikan fluktuasi aneh itu tiba-tiba menghilang.
"Tetua Ketiga, di mana Patriark?" tanya Tetua Pertama.
Zhang Long juga bertanya pada Xiao Mei tentang Zhang Yu. Sayangnya tidak ada jawaban yang pasti karena tidak ada yang tahu bagaimana keadaan Xiao Nie dan Zhang Yu sekarang.
"Tetua Pertama, Tetua Ketiga, bukankah dia monyet yang selalu bersama Zhang Yu?" Seseorang dari mereka menemukan Sun yang tergeletak di antara tumpukan batu.
"Benar. Dia monyet yang selalu bersama Zhang Yu." Xiao Mei segera mengkonfirmasinya. Dia mengambil Sun yang terperangkap dan mengeluarkan.
"Melihatnya terluka sangat parah, mungkinkah Patriark dan Zhang Yu terhisap masuk dalam retakan dimensi?" gumam Tetua Pertama.
Tetua Kedua memegang janggutnya, lalu menambahkan, "Kemungkinan Patriark dan Zhang Yu berusaha menghancurkan turbulensi ruang itu. Mereka berhasil, tetapi karena kehilangan banyak tenaga mereka terhisap masuk dan hanya monyet ini yang selamat."
Walau tidak ada yang ingin mempercayai kalimat Tetua Kedua, tidak ada yang dapat menyangkalnya dan mengatakan itu sebagai ucapan tak berdasar.
Namun demikian, hal itu tidak dapat diterima oleh Xiao Mei. Dia menangis tersedu-sedu sambil menggigit ujung bibirnya.
"Mei'er, ayahmu dan Zhang Yu akan baik-baik saja. Bukan jaminan jika mereka yang terjebak dalam turbulensi ruang akan kehilangan nyawa."
Mendengar ini Xiao Mei sedikit lebih tenang. Tapi dia masih tidak bisa menahan kesedihannya ketika mengingat ada hal yang ingin disampaikannya pada Zhang Yu.
__ADS_1
"Long Gege, Yin'er hamil."