Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 47 : Tantangan Dari Guru


__ADS_3

"Zhang Yu!"


Sebuah suara datang entah dari mana. Zhang Yu yang sudah bersiap pergi ke panggung naga pun mendadak berhenti di ambang pintu sambil memegang daun pintu yang terbuka.


Ekspresi wajahnya terlihat bingung, dia mencari ke luar dan ke dalam tapi tetap tidak menemukan sang pemilik suara.


"Aneh! Apa aku salah dengar?" Zhang Yu diam sejenak untuk memusatkan pendengarannya.


Satu tarikan nafas, dua tarikan nafas dan masih tidak ada suara yang terdengar. Zhang Yu berpikir memang dirinya yang salah mendengar, tapi ketika ia akan melangkahkan kaki suara itu kembali terdengar.


"Zhang Yu!"


Kali ini lebih jelas dan lebih keras. Zhang Yu mengangkat wajahnya ke atas memandang genteng dengan tatapan yang aneh.


"Bocah, percuma jika kau memeriksa di atas genteng. Tidak akan ada siapa-siapa. Ini aku yang bicara."


Mata Zhang Yu membulat sepenuhnya mendengar kalimat ini. Mulutnya secara tidak sadar bergumam, "Guru!"


"Akhirnya kau mengenali gurumu sendiri." Suara itu diikuti tawa yang menguat Zhang Yu semakin penasaran tentang gurunya.


"Guru, apa kau sekarang ada di sekitar sini? Katakan kau di mana, aku akan datang menemuimu." Zhang Yu tidak sabar ingin bertemu. Ingin memecah misteri tentang kitab budidaya tubuh.


Namun jawaban gurunya tidak sesuai harapan. "Tidak perlu terburu-buru. Aku tidak akan pergi dari tempat ini, jadi sekarang sebaiknya kau pergi ke panggung naga."


Eh! Panggung naga?


Zhang Yu yang sejak awal memang berencana pergi ke sana pun terlihat mengerutkan kening. "Guru, aku memang akan pergi ke sana. Selain itu, apa kau akan memberimu hadiah saat mampu masuk dalam daftar peringkat?"


"..."


Sejenak tidak ada tanggapan dari sang guru. Tapi setelah diam beberapa lama akhirnya guru setuju dengan tantangan Zhang Yu.


"Jika kau bisa masuk peringkat, aku akan mengabulkan satu permintaanmu."


"Satu permintaan? Apa kau tidak berbohong guru?" tanya Zhang Yu memastikan.


"Tentu saja. Apa kau merasa gurumu ini pembohong?"

__ADS_1


"Terima kasih guru aku akan memikirkan permintaannya."


"Jangan terlalu cepat merasa senang. Kau bahkan belum menaiki panggung pertama. Perlu kau ketahui, itu tidak akan mudah."


"Aku tahu, tapi muridmu ini yakin dapat melakukannya!" Zhang Yu tanpa sadar berseru dengan suara keras. Ketika beberapa orang melintas dan memperhatikannya, mereka saling berbisik dan secara pasti menjaga jarak.


"Bukankah dia murid baru? Sepertinya dia sudah gila karena bicara sendiri."


"Sayang sekali. Masuk ke Akademi Kekaisaran tidak mudah, tapi dia malah menyia-nyiakan tempat yang dapat diisi oleh orang lebih sehat."


Zhang Yu menekuk wajahnya tidak senang mendengar ucapan dua murid yang melintas. Dia tidak gila dengan bicara sendiri. Apa mereka tidak mendengar ada suara yang mengambang di udara?


Tapi semakin diperhatikan memang sepertinya tidak ada yang mendengar suara gurunya. Terbukti dari beberapa orang yang melintas mereka berjalan biasa seperti tidak ada sesuatu.


"Lain kali jika ingin bicara cukup katakan dalam hati. Jika kau bicara sendiri di tempat umum jelas akan dianggap gila."


Egh...


"Guru, kenapa kau tidak memberitahukannya sejak awal? Sekarang mereka menganggap muridmu ini gila," protes Zhang Yu berkata dalam hati.


"Kau sendiri yang tidak bertanya. Jadi ini adalah kesalahanmu. Selain itu, untuk apa mengurusi masalah tidak penting? Cepat ke panggung naga. Atau kau sudah tidak menginginkan hadiah?"


Tidak butuh waktu lama bagi Zhang Yu untuk sampai di sana. Dari kejauhan tampak tujuh daratan mengambang di udara bertumpuk ke atas dan dihubungkan puluhan anak tangga.


Tujuh daratan itulah yang disebut panggung. Dimulai dengan panggung pertama sampai dengan panggung ketujuh.


Seratus orang lebih berada di panggung pertama. Ada puluhan orang sedang berusaha mendaki tangga untuk mencapai panggung kedua. Tapi sepertinya itu tidak mudah karena terlihat dari keringat di wajah mereka yang bercucuran.


Zhang Yu berjalan ke arah tangga. Saat akan melangkah naik seorang pria tua tiba-tiba muncul di sampingnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya pria tua itu.


"..."


Zhang Yu belum sempat menjawab, dua murid pelataran luar menyahut. "Tetua Roxie, dia pasti ingin naik panggung naga tanpa membayar. Murid sepertinya harus segera dituntaskan. Jangan biarkan lolos!"


Tidak perlu mengenal dua murid ini untuk tahu mereka adalah murid pelataran luar, cukup melihat mereka tidak mengenakan jubah yang berarti mereka bukan murid pelataran dalam.

__ADS_1


Pria tua bernama Roxie menajamkan pandangannya dan menatap Zhang Yu penuh peringatan. "Benar seperti yang mereka katakan? Kau berniat tidak membayar?"


Kening Zhang Yu mengerut. Dia bahkan tidak tahu jika menaiki panggung naga harus membayar. Apa itu dengan koin emas? Atau suatu yang lain?


Saat ini terlihat satu murid baru datang dan dia berjalan ke sebuah batu besar sebelum menempelkan token identitas pada permukaan batu itu.


Tak lama berselang permukaan batu itu berkedip dengan memancarkan sinar berwarna merah dua kali, kemudian memunculkan tampilan identitas murid itu di bagian atasnya.


Nama ... Murid pelataran luar angkatan 173. Sisa poin kontribusi 2500.


Zhang Yu berdehem dua kali dengan suara nyaring. "Maaf Tetua, aku akan membayarnya sekarang."


Di token identitas ini ada dua rangkaian angka. Yang pertama jelas itu adalah tahun angkatan. Sedang yang kedua bernilai 1500 itu harusnya adalah poin kontribusi awal.


Zhang Yu menempelkan token identitas di permukaan batu yang ada di sisi paling kanan anak tangga pertama. Tidak berselang lama batu besar itu berkedip dua kali dan menampilkan identitasnya.


Zhang Yu, murid pelataran luar angkatan 175, poin kontribusi 1000.


Karena sudah dikurangi biaya untuk naik panggung naga, sisa poin kontribusi di token identitas hanya 1000.


Tetua Roxie yang melihat tampilan identitas Zhang Yu secara pasti mulai menyatukan alisnya. Dia membentangkan tangannya menghalangi Zhang Yu yang berniat melangkah naik ke tangga pertama.


"Tunggu dulu!"


"Ya, ada apa Tetua?"


"Jadi kau adalah murid baru?"


Bukan hanya Tetua Roxie yang terkejut mengetahui jika Zhang Yu adalah murid baru. Dua murid pelataran luar yang sempat menuduh juga terkejut.


Pasalnya, ini adalah kasus pertama seorang murid baru yang belum genap satu bulan ada di Akademi Kekaisaran sudah berniat naik panggung naga.


Memang tidak ada larangan untuk hal ini. Tapi biasanya murid angkatan terbaru akan mulai naik panggung naga kisaran satu sampai dua bulan sejak kedatangannya. Apa yang dilakukan Zhang Yu jelas terlalu berani.


"Tetua, apa ada hal lain?" tanya Zhang Yu santai.


Tapi ini membuat Tetua Roxie berkedip beberapa kali. "Baiklah, kau boleh mencobanya. Tapi jangan terlalu memaksa jika sudah tidak kuat menahan tekanannya."

__ADS_1


"Terima kasih atas perhatian Tetua, aku akan berhati-hati."


__ADS_2