Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 262


__ADS_3

Sudah tiga hari sejak puluhan anggota Suku Niao dibawa ke kediaman Klan Zhang untuk mendapatkan perawatan.


Sekarang keadaan mereka sudah lebih baik. Bahkan banyak dari mereka yang sudah dapat beraktifitas seperti biasa.


Namun, tentu saja orang-orang Suku Niao tidak meninggalkan kediaman Klan Zhang lantaran khawatir bertemu orang lain.


Bukan karena takut, tapi lebih seperti tidak ingin menjadi tontonan dengan penampil yang amat sangat berbeda dengan manusia pada umumnya.


"Zhang Yu, sampai kapan mereka akan tinggal di sini?" Zhang Bing bertanya sambil melirik ke aula, tempat berkumpul orang-orang Suku Niao.


Tetapi Zhang Yu tidak bisa memberi jawaban untuk hal ini.


Suku Niao tidak mungkin kembali ke pulau mereka karena pasukan menara iblis yang sudah menguasai tempat itu. Jika mereka kembali, itu sama saja dengan menyerahkan nyawa.


"Kenapa Bibi bertanya seperti itu?" tanya Zhang Yu kembali.


Zhang Bing langsung menarik perhatian dan hanya menatap Zhang Yu. Matanya yang bulat kini terlihat serius. "Bibi berpikir, tidak sepantasnya mereka tinggal di ruang terbuka terus-terusan. Beralaskan tikar tanpa atap, alangkah baiknya jika menemukan tempat yang lebih layak untuk mereka gunakan sebagai tempat tinggal."


Zhang Yu merasa apa yang dikatakan bibinya sangat masuk akal. Dia mengangkat wajahnya menatap ke atas. Selama tiga hari ini orang-orang Suku Niao benar-benar tinggal tanpa atap. Beruntung cuaca sangat mendukung sehingga tidak turun hujan.


"Apa Bibi memiliki saran tempat untuk mereka tinggal?" tanya Zhang Yu. Dalam benaknya dia memikirkan gua karena tempat tinggal orang-orang Suku Niao kebanyakan gua dan beberapa gubuk kayu sederhana.


Zhang Bing terlihat mengelus dagunya. Dia kembali menatap orang-orang Suku Niao dan berhasil menemukan sesuatu.


"Bagaimana dengan gua bekas tambang? Juga ada gudang kosong yang luas yang dapat mereka gunakan."


Ini benar-benar tepat seperti yang Zhang Yu pikirkan. Karena hasil tambang sudah habis, gua tambang sekarang kosong dan mulai terbengkalai. Begitu pula dengan gudang penyimpanan yang ada di depan mulut gua. Tapi dibanding dengan gudang, Zhang Yu berpandangan orang-orang Suku Niao akan lebih memilih gua sebagai tempat tinggal mereka.


"Bibi, tolong kau bicarakan hal ini dengan Patriark. Aku akan berbicara dengan orang-orang Suku Niao."


"Baik," sahut Zhang Bing sebelum melesat pergi.


Zhang Yu pun mendatangi Shin yang merupakan pemimpin orang-orang Suku Niao saat ini. Terlihat dia sedang berbicara dengan Yi, tapi segera mengalihkan pandangannya ketika Zhang Yu mendekat.

__ADS_1


"Kakak Yu, apa ada masalah?" tanya Shin.


Zhang Yu pun mengatakan niatnya untuk membawa mereka ke gua bekas tambang yang tak begitu jauh dari kediaman klan.


Respon Shin dan Yi yang mendengar cukup senang.


"Sebenarnya kami tak masalah untuk tinggal di mana pun. Klan Zhang bersedia menampung saja sudah lebih dari cukup untuk kami," ucap Shin.


Zhang Yu menganggukkan kepala. "Jika begitu, tolong kau beritahu mereka agar bersiap-siap."


Mereka yang dimaksud jelas adalah orang-orang Suku Niao. Shin segera bangkit dari tempatnya, kemudian menjelaskan pada anggota suku nya.


Tak perlu lama bagi Shin karena anggota Suku Niao langsung sependapat. Mereka adalah makhluk sosial yang sangat percaya pada kepala suku. Seolah hanya ada satu kepala terlepas berapapun jumlah Suku Niao.


"Zhang Yu, Patriark sudah memberikan izin. Mereka dapat pindah sekarang juga jika memungkinkan." Zhang Bing datang dengan kabar gembira. Zhang Yu segera melirik Shin, kemudian dengan tanda darinya puluhan orang Suku Niao berbondong-bondong meninggalkan aula.


Pada saat itu Zhang Yu dan beberapa orang klan mengikuti kepindahan Suku Niao. Dan benar apa yang dipikirkan Zhang Yu sebelumnya, mereka lebih memilih gua bekas tambang daripada gudang kosong.


"Zhang Yu!" Sekelompok orang yang dipimpin Zhang Shu datang.


"Bagaimana dengan hasil pengamatan kalian?" tanya Zhang Yu.


Karena tepat saat mereka baru saja sampai di klan tiga hari lalu, beberapa penduduk menemukan lagi beberapa anggota Suku Niao yang terbawa ombak dan mengantarnya menggunakan gerobak.


Zhang Shu bertugas mengamati dan menelusuri lebih jauh wilayah pesisir. Dia bertugas langsung atas perintah patriark sejak dua hari yang lalu.


"Tidak ada. Seperti yang kemarin adalah yang terakhir. Pagi ini kami sudah berkeliling tiga kali dan tak menemukan ada lagi yang terdampar."


"Kelompok dua baru saja pergi menggantikan kami. Sesuai perintah Patriark, ini hanya akan berlangsung sampai malam ini jika memang sudah tidak ditemukan lagi orang-orang Suku Niao," tambah Zhang Shu.


Zhang Yu manggut-manggut. Dia kemudian ikut kembali bersama kelompok Zhang Shu. Namun, di tengah perjalanan Zhang Yu malah mengajak Zhang Shu pergi ke tempat lain.


"Zhang Yu, kita akan ke mana?" Zhang Shu melihat mereka semakin jauh meninggalkan wilayah kediaman klan.

__ADS_1


Namun Zhang Yu tak menghiraukan. Dia baru berhenti ketika menginjakkan kaki di sebuah gedung tingkat dua dengan nama "Toko Bunga Kenanga".


"Kenapa dia membawaku ke sini? Apa yang ingin dia beli?" Itu adalah pertanyaan yang mungkin ada dalam kepala Zhang Shu. Tetapi sekarang dia lebih memilih diam dan mengikuti Zhang Yu saat masuk ke dalam dengan langkah kakinya yang lebar.


"Zhang Yu, ini adalah tempat keluarga Ran. Mereka keluarga tingkat kedua yang masih di bawah kekuasaan Klan Zhang." Zhang Shu tak bisa menahan bibirnya untuk berkomentar menyadari Zhang Yu memiliki sesuatu yang ingin dibeli.


Owh...


Zhang Yu hanya menganggukkan kepala ringan seolah itu bukan suatu yang sangat mengejutkan. Dia melihat ke arah pelayan yang datang berjalan kepadanya, kemudian mengeluarkan sebuah catatan kepadanya. "Tolong siapkan semua barang yang kami butuhkan."


Sang pelayan yang baru datang spontan melihat catatan tersebut. "Tuan, ini ...."


Padahal pelayan itu mau bertanya tentang barang-barang yang memiliki harga mahal dalam catatan. Tetapi dia segera menelan kembali kalimatnya ketika melihat pakaian Klan Zhang yang dikenakan Zhang Shu.


"Baik Tuan. Kalian dapat duduk terlebih dahulu sembari menunggu. Barang-barangnya akan segera disiapkan," ucap pelayan itu sambil menunjuk tempat duduk tak jauh di samping.


Zhang Shu menatap Zhang Yu. "Sebenarnya apa yang ingin kau lakukan dengan barang-barang itu?" tanyanya.


Melihat ada beberapa barang yang termasuk cukup langka dan mahal, Zhang Shu berpikir Zhang Yu akan melakukan sesuatu yang menakjubkan. Sebisa mungkin dia harus melihatnya secara langsung.


"Aku berniat menciptakan pembatas di wilayah tepi laut."


Zhang Shu mengerutkan kening mendengar rencana Zhang Yu yang terdengar seperti candaan.


Tapi mengingat yang berbicara adalah Zhang Yu, Zhang Shu tak mau terlalu cepat menyimpulkannya.


"Kau sungguh ingin membuat pembatasan di laut?" tanya Long Shen dari dalam gelang.


"Tentu saja. Apa menurutmu aku hanya bercanda?"


Long Shen segera keluar dari gelang karena mendengar Zhang Yu yang sangat bertekad. Dia kembali bertanya, "Kau bahkan hanya membacanya beberapa kali dari kitab itu. Apa kau sungguh bisa melakukannya?"


"Kita tidak akan tahu sampai benar-benar mencobanya. Entah gagal atau berhasil, aku tak mau memikirkannya sekarang."

__ADS_1


__ADS_2