Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 92 : Altar


__ADS_3

Sebelum pergi Zhang Yu tak lupa untuk mengambil cincin penyimpanan mereka. Dimulai dari dua mayat yang ada di atas, lalu turun untuk mengambil sisanya.


"Woah... Mereka punya banyak sekali kristal sumber daya."


Cit cit...


Sun berseru seolah meminta jatahnya. Dia menarik leher Zhang Yu dan memasang wajah melas.


"Tenang saja. Semua ini untukmu," kata Zhang Yu yang segera dijawab lambaian tangan dengan semangat.


Karena kondisi fisik spesial Zhang Yu tidak bisa memanfaatkan kristal sumber daya. Jadi semua kristal yang ada padanya pasti akan berakhir untuk Sun.


Cit cit...


Sun mengangkat telunjuknya mengarah pada satu jalur pada gua bawah tanah.


Pemandangan yang gelap tapi menarik membuat Zhang Yu berpikir untuk memasukinya.


"Sun, ambil ini." Kerja kecil itu menangkap beberapa kristal sumber daya lalu turun dari pundak Zhang Yu memahami tanda darinya.


"Aku akan masuk ke sana. Kau tunggu di sini sambil berjaga."


Cit...


Tanpa membuang banyak waktu Zhang Yu menerobos masuk ke dalam lorong gua tersebut. Dengan lebar yang tidak begitu besar tapi memiliki panjang di luar nalar.


Sekejap Zhang Yu sudah berjalan sangat jauh. Tapi dia masih belum menemukan ujungnya. Sampai satu ketika melihat cahaya di ujung lorong yang membuatnya bersemangat untuk mencapainya.


Satu ruangan yang luas dengan altar megah di tengah-tengahnya. Siapa yang mengira ada tempat seperti ini. Mungkinkah ini altar pemujaan?


Blam!


Belum lama Zhang Yu mengagumi kemegahan tempat ini, tiba-tiba jalur masuknya tertutup dengan balok batu besar.


Zhang Yu sejenak cemas karena itu adalah jalannya untuk kembali. Namun satu suara membuat matanya berkedut dua kali.


"Bagaimana bisa kau sampai di tempat ini?"


Zhang Yu mengikuti suara itu dan menemukan sosok yang tidak asing. Rambut hitam panjang dengan mata lembut tapi sangat dalam.

__ADS_1


Xuan Yin? Dia ada di sini?


Untuk beberapa lama Zhang Yu hanya diam menatapnya. Penampilan Xuan Yin yang seperti wanita pada umumnya benar-benar berbeda. Bahkan jika pada saat itu Zhang Yu sudah melihatnya, tapi hanya sekilas dan tidak terlalu bebas memperhatikannya.


"Apa yang kau lihat?!"


Zhang Yu langsung tersadar. Dia segera menggelengkan kepala dan mengalihkan perhatiannya pada altar yang ada di pusat ruangan. "Tidak ada. Hanya saja cukup mengejutkan dapat bertemu dengan putri ketujuh di sini."


Xuan Yin tidak mengatakan apapun. Dia sendiri juga baru datang, juga sempat terpukau dengan pemandangan tempat ini sebelum balok batu menutup jalannya untuk kembali.


"Apa kau tahu tempat apa ini?" tanya Xuan Yin.


"Ini pertama kalinya aku datang ke sini. Juga pertama kali ke tempat ini, jadi aku tidak tahu."


"..."


Xuan Yin menghela nafas panjang. Sekadar berkeliling mencari tahu apakah ada jalan keluar untuk mereka.


Di tengah keseriusannya dalam mencari, sebuah patung tiba-tiba muncul di tengah-tengah altar. Patung besar setinggi lima meter dengan posisi tangan seperti sedang berdoa.


Baik Zhang Yu ataupun Xuan Yin diam tak bergerak melihat fenomena ini. Seberkas cahaya kemudian muncul dari telapak tangan patung itu lalu mengambang di depan mereka.


Xuan Yin diam-diam melirik Zhang Yu. Tapi sepertinya Zhang Yu sangat fokus dengan gumpalan cahaya merah di depannya.


Bluss...


Itu seperti bunga dandelion yang menyebar ditiup oleh angin.


Beberapa detik kemudian Zhang Yu merasakan energi dalam tubuh meningkatkan secara tidak wajar. Terus meningkat dan bertambah banyak.


Namun berkah ini bukan hanya didapat olehnya. Xuan Yin yang berdiri beberapa langkah di sampingnya juga mendapatkannya. Dia bingung, tapi tidak ada waktu yang harus dibuang untuk memikirkan kejanggalan ini. Dia segera menutup mata lalu mengolah energi itu untuk kultivasinya.


Zhang Yu juga tak menyia-nyiakan peluang emas ini. Dia segera mengikuti Xuan Yin dalam posisi duduk bersila lalu mengkonversi energi itu menjadi kekuatannya.


Mereka berdua begitu fokus. Larut dalam ambisi untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi. Bahkan keduanya tidak menyadari permukaan tanah dan dinding batu mulai bergetar mengiringi waktu mereka.


Tepat bersama dengan fenomena ini, muncul satu tanda di kening Zhang Yu. Seperti busur terbalik dengan anak panah yang membelah tengah-tengahnya.


Hal yang sama dialami oleh Xuan Yin. Tapi bukan busur atau anak panah, melainkan tanda bulan sabit berwarna merah.

__ADS_1


Simbol itu awalnya sangat cerah hingga dapat menarik perhatian siapapun yang mungkin melihatnya. Namun seiring berjalannya waktu simbol itu terus memudar dan bahkan menghilang.


Baik Zhang Yu ataupun Xuan Yin tidak menyadari hal ini. Ketika mereka kembali membuka mata, fokus hanya tertuju pada perkembangan masing-masing yang mengalami peningkatan.


Zhang Yu dari tingkat master bintang tiga sekarang berada di tingkat master bintang lima. Sementara Xuan Yin naik satu tingkat dari tingkat master bintang dua menjadi tingkat master bintang tiga.


"Tidak ada yang pernah mengatakan ada tempat seperti ini di Alam Zhen Yang. Sepertinya kita telah menemukan satu tempat rahasia." Xuan Yin mengedarkan pandangannya lalu memandang patung besar di depannya.


"Entah ini tempat rahasia atau tidak, yang pasti sekarang kita harus menemukan pintu keluar."


Xuan Yin menyipitkan mata. Tapi dia tak bisa untuk tidak menganggukkan kepala mendengar ucapan Zhang Yu.


"Kita bisa mencoba menggeser balok batu itu. Mungkin sekarang kita mampu untuk melakukannya." Xuan Yin segera berdiri di samping kanan balik baru lalu berusaha mendorongnya.


Melihat Xuan Yin kesusahan Zhang Yu dengan reflek ikut terjun membantu. "Geser sedikit, kita dorong sama-sama."


Xuan Yin tidak bicara lagi, dia agak ke samping lalu membiarkan Zhang Yu mengambil bagian sisanya.


Mereka berdua berusaha bersama, tapi naasnya balok batu itu seperti terpaku di tempat sehingga tidak bisa berpindah.


Pada saat ini Xuan Yin menaruh tangannya di pinggang dan menarik nafas dalam.


"Mungkin kita harus mencobanya sekali lagi." Zhang Yu mencoba dengan kekuatannya sendiri. Tapi memang kekuatannya tidak cukup bahkan setelah mengerahkan banyak sekali Qi untuk mendorongnya.


Xuan Yin masih memperhatikan Zhang Yu. Mengabaikan perasaan jengkelnya dia kembali berdiri di sampingnya untuk membantu.


Tapi entah bagaimana awalnya, alih-alih meletakkan tangannya di permukaan batu Xuan Yin malah meletakkannya tepat di atas punggung tangan Zhang Yu.


Eh...


Xuan Yin tidak terlalu memperhatikan. Dia sangat terkejut hingga terjingkat ketika merasakan permukaan balok batu yang harusnya keras menjadi lunak.


Zhang Yu bukannya terkejut saat Xuan Yin meletakkan tangannya, tapi terkejut saat merasakan darahnya berdesir ketika terjadi kontak fisik dengannya.


"Perasaan ini sama seperti saat menyerap energi dari cahaya misterius. Tapi bagaimana mungkin aku merasakannya saat bersentuhan tangan dengannya?" batin Zhang Yu. Dia diam untuk waktu yang lama sebelum akhirnya memberanikan diri untuk bicara.


"Apa kau juga merasakannya?" tanyanya.


Xuan Yin sempat bingung dengan pertanyaan Zhang Yu. Tapi ketika menyimak lebih lanjut dia sekilas menatap telapak tangannya sambil menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Ya. Aku merasakannya. Tapi bagaimana bisa seperti ini?"


Zhang Yu mengedikkan bahu. "Aku tidak mengerti. Tapi bagaimana jika mencobanya sekali lagi?"


__ADS_2